Friday, December 31, 2004 | 11:48 AM

Baiti Jannati


"Baiti jannati" (rumahku surgaku)...terwujudnya adalah sebuah dambaan...
Mungkin istilah yang lebih populer di masyarakat adalah "Home Sweet Home".

Rumah yang seperti apa ya yang bisa menghadirkan surga didalamnya?
(mentang2 baru pindah rumah dan punya keluarga baru =)...)

Rumah yang bukan hanya secara fisik dilabeli "Moslem Apartment" tentunya...
tetapi rumah yang mampu menciptakan ke-harmoni-an, harmoni antar penghuninya, harmoni antar perabotnya.
perabot??? meja? kursi? lemari?
bukan....
bukan perabot yang ini, ada perabot lain yang jauh lebih penting rasanya.

Semoga rumah baru kita bisa menjadi surga unk kita ber-3 temans...-sebuah keluarga yang dibangun (insya Allah) dgn dasar ketaatan kepada Allah-
Keluarga baru kita ini, jika ibarat akan berlayar...barulah saja diberangkatkan.
Ketika ia telah berlayar, dalam perjalanannya akan kita temukan badai2 yang menghantam...
introspeksi diri dan saling mengerti...

Insya Allah rumah kita tidak hanya akan menjadi tempat melepas penat, tapi juga rumah tempat kita belajar menjadi lebih dewasa...sbg hamba dan sbg manusia.

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Thursday, December 30, 2004 | 1:03 AM

Tidaklah genap 1 milyar tanpa "recehan cepek"


Skrg ini banyak muncul phenomena2 amal yg caranya tidak muttaba'ah (mengikuti sunnah).

Ketika seorang ustadz berusaha meluruskan, justru malah dibantah dgn pertanyaan:
-Mengapa anda justru tertarik membicarakan masalah2 cabang (furu') seperti itu?

nah bagaimana cara menjawab pertanyaan2 -yg kalau dilihat dari maknanya sudah salah- ini?
(si penanya sudah meng-assume hal2 yg dikemukakan tsb adl termasuk hal2 cabang)

ok...skrg anggap saja hal2 tersebut hal2 cabang...(sesuai anggapan si penanya)...

Teringat sebuah analogy menarik yang pernah dipaparkan oleh seorang ustadz...

+Sekedar permisalan, apakah uang recehan cepek ditangan seorang konglomerat cukup berharga, sementara ditangannya ada harta milyaran bahkan mungkin trilyunan rupiah?
-Tidak, bahkan mungkin dianggap merepotkan.

+Apakah recehan cepek itu akan ditolak oleh sekian ribu "polisi cepek di jalanan?
-Tidak tentu saja.

+Dalam perumpamaan ini ada 2 hal terpenting
Pertama: recehan cepek itu bernilai atau tdk bernilai tergantung siapa yg memandangnya.
Kedua: recehan cepek itu dianggap pelengkap dr uang 1 milyar, menurut kekaffahan dan keutuhan jumlah, uang 1 milyar tidak bisa dikatakan 1 milyar jika kurang 1 rupiah, apalagi cepek.

+Dlm Islam ada istilah ushul (perkara2 pokok) dan furu' (perkara2 cabang).
Tapi jk pemilahan ini dimaksudkan unk membuat jarak antara keduanya lalu yg furu' ditinggalkan krn dianggap tdk pokok, mk itu adl perbuatan yg naif.

Artinya...meskipun anda sudah memegang dan menguasai uang 1 milyar, jgn abaikan cepek.
Meskipun anda merasa memahami Islam dan mengamalkan pokok2 dari ajaran Islam, jgn abaikan perkara2 yang termasuk furu' yg mungkin hanya pelengkap yg ushul.
...
lebih gamblangnya...
yang kecil dan remeh saja tidak sanggup mengamalkan, apalagi yg besar???

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Tuesday, December 28, 2004 | 8:58 AM

Untuk Seorang Kawan - Bersabarlah


Kawan, aku tak pandai merangkai kata...
Karena itu pulalah selama ini aku lebih banyak diam,
Kuikuti perjalanan langkahmu setapak demi setapak (walau mungkin kau tak tahu)
Sabarlah teman, ujian2Nya adl anugrah bagimu.
Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan kembali dgn keadaan iman yang lebih baik.

Semoga nasehat dibawah ini bisa menguatkanmu...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[sumber: jilbab-online]

Ketika ujian menghampiri kita, ada dua hal yang mesti kita ingat:

1. Bahwa ujian yang kita alami ini datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala
"Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi menyombongkan diri."
(Al-Hadid:22-23)

2. Bahwa ujian itu baik bagi kita
Di balik ujian yang kita alami, terdapat hikmah dan faidah yang besar yang baik dan bermanfaat untuk kita. Tentunya apabila ketika ujian itu kita hadapi dengan kesabaran. Diantara hikmah dan faidahnya adalah:

a. Diampuni dosa dan kesalahan
"Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya"
(HR. Bukhari-Muslim)

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-linnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya."
(HR. Bukhari-Muslim)

b. Ditinggikan derajatnya
"Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan."
(Diriwayatkan Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'Anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa menghantarkannya ke sana. Maka Allah senantiasa mencobanya dengan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga dia bisa sampai ke kedudukan itu."
(Ditakhrij Abu Ya'la, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

c. Pembuka jalan ke Surga
Allah Subhanahu berfirman:
"Hai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhai pahala bagimu selain surga."
(Ditakhrij Ibnu Majah; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

d. Menjadikan kita ingat kepada Allah dan kembali kepada-Nya
Biasanya ketika seseorang dalam keadaan bahagia, suka tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat. Menyibukkan diri dalam urusan dunia dan melalikan Allah, dan tidak jarang terjerumus dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketika Allah mencobanya dengan musibah, dia akan ingat kepada Allah, bertobat, dan kembali memenuhi hak-hak Allah yang telah dia tinggalkan.

e. Menjadikan kita sabar
Abdul Malik bin Abjar berkata:
"Setiap orang pasti mendapat cobaan afiat, untuk dilihat apakah dia bersyukur, atau mendapat bencana untuk dilihat apakah dia bersabar."

Apabila kita memahami hal ini, yaitu musibah dapat menghapus dosa kita dan mengangkat derajat kita; maka sabar dan ridholah terhadap hal tersebut karena janji Allah itu pasti:
"Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar."(Ali Imran:146)
"Sesungguhnya hanya kepada orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."(Az-Zumar:10) "Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): 'Keselamatan atas kesabaranmu.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."(ar-Raad: 23-24)

"Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya."(HR.Muslim)

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Monday, December 27, 2004 | 8:54 PM

Inikah salah satu tanda2 kiamat shugra???


[berita dari berbagai sumber]



Gempa bumi yang melanda Aceh disebabkan karena tumbukan antara dua lempeng besar yaitu lempeng Indo-Autralia dan lempeng Asia.
...
Gempa di Aceh yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dgn kekuatan 8.9 scala richter tersebut kemudian diikuti oleh gempa di Andaman dan Nicobar.
...
Korban tewas akibat gempa dan gelombang tsunami tersebut meroket menjadi 20-ribu orang ...
Tidak hanya Indonesia yang terkena gempa, Maladewa, Malaysia, India, Burma, Bangladesh, Somalia, Thailand, dan Srilanka juga merasakan kedahsyatan gempa ini.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Merinding dan tercengang ketika sebuah stasiun televisi swasta menyiarkan berita ini Ahad pagi kemaren...

Inilah salah satu tanda2 kiamat Shugra...
Benar adanya apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, katanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak akan datang Kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi"
[Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan 13 : 81-82]

Dan diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sukuni, Ia berkata : Kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau menyebutkan suatu hadits yang antara lain isinya:
"Sebelum terjadinya hari Kiamat akan terdapat kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi"
[Musnad Imam Ahmad 4 : 104 dengan catatan pinggir Muntakhab Al-Kanz.
Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Ahmad, Thabrani, Al-Bazaar, dan Abu Ya'ala dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi kepercayaan" Majmu'uz Zawa'id 7 : 306]

Dari Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah meletakkan tangan beliau di kepala saya, lalu beliau bersabda:
"Wahai putra Hawalah, jika engkau melihat perselisihan telah terjadi di tanah suci, maka telah dekat terjadinya gempa-gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara yang besar, dan hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia dari pada kedua tanganku ini terhadap kepalamu"
[Musnad Ahmad, 5 : 188]

Diriwayatkan secara marfu' dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari Kiamat ialah … banyak terjadi kematian secara mendadak"
[Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shagir dan Al-Ausath dari gurunya Al-Haitsam bin Khalid Al-Mashishi, sedangkan dia itu dhaif". Majma'uz-Zawaid 7 : 325, Al-Albani berkata, "Hasan" Dan beliau menyebutkan orang-orang yang meriwayatkannya, yaitu Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Adh-Dhiya' Al-Maqaddasi. Lihat : Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 5 : 214, hadits nomor 5775]

Nasehat dari Imam Bukhari Rahimahullah:
"Peliharalah keutamaan ruku'mu pada waktu senggang...
Sebab, boleh jadi kematianmu akan datang secara tiba-tiba...
Betapa banyaknya orang yang sehat dan segar bugar lantas meninggal dunia dengan tiba-tiba"

[sumber: almanhaj.or.id]

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   1 comments

| 1:58 PM

Org yang concern menjaga keaslian Islam dianggap org2 asing???


Sejak awal Rasulullah Shalall-allahu Alaihi wa Sallam sudah mengingatkan...
bahwa orang2 yang concern menjaga keaslian Islam akan dianggap sebagai orang2 yang asing.
Lebih tepatnya "aneh"...dicibir-dikucilkan-terabaikan ...menurut sisi pandang org banyak.

Ketika mayoritas org meniti suatu jalan -pd saat mereka mendapat sokongan dan dukungan, meskipun bertentangan dgn syariat- justru org2 yang terasing krn agamanya ini hampir tidak tampak, krn mereka berada dijalan lain.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Islam dimulai dalam keadaan terasing dan akan kembali menjadi terasing seperti permulaannya. Maka beruntunglah org2 yang dianggap terasing"
(diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Juga sebagaimana dituturkan oleh Al-Irbadh bin Sariyah, dia berkata Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan nasehat kpd kami yang membuat mata semua org menangis dan semua hati bergetar. Lalu beliau bersabda:
"Telah kutinggalkan kalian pada sesuatu yg putih, malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang dari sepeninggalku, kecuali org2 yang membuat kerusakan. Siapa diantara kalian berumur panjang, tentu dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang kpd sunnahku menurut apa yg kalian ketahui juga sunnah Al Khulafa' Ar Rasyidun yang mengikuti petunjuk. Gigitlah sunnah itu dgn gigi geraham"
(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad)

Selama ini org2 yg berhasrat menegakkan syariat secara murni justru dianggap merusak barisan, mengusik kemapanan, mencabik2 persatuan dan persaudaraan...

kalau boleh dbalikkan pertanyaannya...
barisan yang mana? bersatu dan bersaudara dgn siapa???

banyak tokoh2 cendekiawan muslim -sekuler- di negeri ini...salah satu senjata ampuh mereka adl "persatuan dan persaudaraan"...
"Mari kita jaga persatuan, mari kita pelihara persaudaraan"
begitulah seringkali mereka lontarkan...apalagi jika sudah kepepet unk "membius" org banyak.

...
langkah kaki hrs tetap diayunkan...
tidak bisa mandheg ditengah jalan
...unk meraih Izzatul-Islam wal-Muslimin

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

| 1:21 PM

Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikan dgn yang lebih baik


ketika ada rasa gamang...bingung, dan limbung...
apa dan kemana....

-ahhhhhh
nasehat2 itu
aku benci
kamu, dia, semua...tidak mengerti
cuma aku yang mengerti

(astaghfirullah...kerasnya hati ini)

+mengapa limbung?
bukankah aku disisimu untuk mengerti semua takutmu, semua sedihmu, semua"mu"?
duduk sini...bicaralah

+jgn kau harap mereka mengerti...
karena memang mereka tidak mengerti dan tidak harus mengerti
tentu saja mereka tdk menimbang apa yg kau timbang...ya itu krn mereka tdk mengerti

jgn kau tolak mutiara2 itu
ambillah dgn lapang ... terimalah

-aku takut
mengapa semua seolah tidak berpihak kepadaku
aku terjebak...
keledaipun tdk akan jatuh 2 kali...

+episode ini...adl bagian dari qadarNya
dan DIA berjanji:
"Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dgn yang lebih baik"

+berdoa...istiqamah...
DIA maha tau yg terbaik untukmu
dan kau...aku tau cita2mu...
sabar...insya Allah akan sampai jua kau kesana.


Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

| 10:27 AM

Dimulakan dengan Bismillah


Bismillah ar-Rahmah ar-Rahim

Segala puji bagiNya, kami mohon ampunanNya, kami mohon perlindungan kepada Allah dari keburukan diri kami dan keburukan amal2 kami.

Siapa yang diberi petunjukNya maka tiada seorangpun yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkanNya maka tiada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kpd Muhammad, kerabat, para shahabat, dan siapapun yang mengikuti jalan mereka dgn baik hingga hari kiamat.

Blog ini dibuat insyaAllah diniatkan untuk memunguti hikmah2 yang tercecer sepanjang perjalanan ...
bukankah hidup ini adalah rangkaian cobaan dan ujian yang tujuannya adalah satu -kembali- ...(kemana?...kepadaNya; itu niscaya)

Sedih dan senang adl ujian, rangkaian dari skenarioNya...
Seperti arti yg tersurat dari namanya; "ujian"; tentu saja tujuannya untuk menguji...(menguji iman kita tentunya).

Setiap ujian (sedih-senang) tentu mengandung pelajaran ...
(-walau mungkin hanya secuil- ...inilah kerdilnya manusia...bisa2nya mengatakan "secuil"...)

Kadang sulit menyikapi ujian dgn hati terbuka dan lapang...jangankan menyikapi...memandang dgn hati terbuka saja begitu payah... padahal begitu luas dan dalam pelajaran yang IA berikan.

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments