Re-charged

>> Thursday, January 27, 2005

Lepaslah dari beban yang sifatnya duniawi ini...
Jangan sampai mengganggu kesyukuran kita...
Karena masih banyak alternatif lain yg bisa membantu kita melancarkan pengabdian kita kepadaNya...

~jazakallah

Read more...

Misionaris AS Bawa 300 Anak Aceh

>> Thursday, January 20, 2005

Ya Allah, siapa saja yang menginginkan kejahatan terhadap Islam dan kaum muslimin maka sibukanlah ia dengan urusan dirinya sendiri, dan tolaklah makar dan rencana busuknya itu serta timpakanlah keburukan atas dirinya, sesunguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Mulia dengan asma-Nya yang husna dan sifat-Nya yang 'Ula agar menyatukan barisan kaum muslimin, menautkan hati mereka, mendamaikan diantara mereka, menunjuki mereka jalan-jalan kebaikan, melindungi mereka dari makar dan kejahatan musuh-musuh mereka serta menjauhkan mereka dari kekejian dan fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi, sesunguhnya Dia Maha Pengasih.

Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=183900&kat_id=3

Jumat, 14 Januari 2005

Satu kelompok misionaris berbasis di Virginia, Amerika Serikat (AS), mengaku telah membawa 300 anak yatim-piatu Aceh, pekan ini. WorldHelp, kelompok misionaris itu, menjemput langsung anak-anak Aceh itu dari Banda Aceh terus dibawa ke Jakarta, dan ditempatkan di keluarga-keluarga Kristen.

Dalam laporan koran ternama AS, Washington Post, edisi 13 Januari 2004, WorldHelp menyatakan bencana besar di Acehlah yang membuat mereka membawa anak-anak itu. ''Di masa normal, Banda Aceh tertutup bagi orang asing dan juga penyebar agama.'' Demikian pernyataan WorldHelp di situs internetnya. Tapi, lanjut organisasi keagamaan ini, karena kondisi darurat tak terelakkan, ada gempa tektonik dan tsunami, para misionaris memiliki hak untuk masuk dan menyebarkan agama mereka.

Menurut Washington Post, WorldHelp bekerja sama dengan kelompok Kristen diIndonesia yang ingin menanamkan prinsip-prinsip Kristiani secepat mungkin. WorldHelp menyebut anak-anak yang dibawanya kehilangan orang tua dan keluarganya. Rata-rata mereka berusia 12 tahun ke bawah. ''Mereka trauma, yatim-piatu, tidak punya rumah, tak tahu mau pergi ke mana, dan tak memiliki sesuatu untuk dimakan,'' kata WorldHelp. Jika anak-anak itu tinggal bersama keluarga Kristen dan memeluk Kristen, kata WorldHelp, mereka bisa membawa ajaran itu ke Aceh.
...

Presiden WorldHelp, Pendeta Vernon Brewer, mengatakan organisasinya telah mengumpulkan 70 ribu dolar AS untuk Aceh. Targetnya,kata Vernon, sampai 350 ribu dolar AS. Pemerintah Indonesia, jelasnya,sudah memberikan izin WorldHelp untuk membawa anak-anak itu ke Jakarta.''Pemerintah Indonesia juga sadar bahwa mereka akan kami Kristenkan,'' kata Vernon kepada Washington Post.

Juru bicara Departemen Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, menyatakantidak memiliki informasi soal itu. Jika memang benar, kata Marty, itu merupakan pelanggaran berat terhadap undang-undang. Apalagi, kata Marty, pemerintah sudah melarang pengambilan/adopsi anak-anak Aceh oleh kelompok manapun. Marty mengaku tidak percaya ada pejabat Indonesia yangtelah menyetujui pengiriman anak-anak itu.

Vernon, yang juga pembaptis,adalah orang pertama yang lulus sekolah baptis dari Universitas Liberty Jerry Falwell di Lynhburg pada 1971. Ia sempat menjabat wakil presiden di Christian University sebelum mendirikan WorldHelp pada 1991. Kini, WorldHelp memiliki 100 tenaga kerja penuh waktu di AS dengan aktivitas misionaris di 50 negara diseluruh dunia. Partner lokal utama WorldHelp di Indonesia, kata Vernon,adalah Henry dan Roy Lanting. Keduanya menyelenggarakan sekolah bagi anak-anak yatim di dekat Jakarta.

-cut-

Allahu Akbar...itulah makar orang-orang Nasrani untuk menyesatkan kaum muslimin.
Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kita? Bagaimanakah caranya menghadapi serangan yang ditujukan secara membabi buta terhadap Islam dan kaum muslimin !?

dikutip dari: http://www.almanhaj.or.id/
Oleh: Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta

Tentu saja tanggung jawab besar ada di pundak kaum muslimin, baik secara individu maupun kelompok, rakyat maupun pemerintah dalam menghadapi arus kristenisasi yang memangsa setiap individu umat ini, yang besar maupun kecil, lelaki maupun wanita ! 'Hasbunallah wa ni'mal wakil!'.

Boleh kita katakan bahwa kewajiban itu berlaku secara menyeluruh meskipun harus kita akui bahwa ada solusi dan pemecahan syar'i secara khusus bagi setiap kondisi dan peristiwa, berikut perinciannya.

[1] Menancapkan kembali dasar-dasar aqidah Islamiyah di hati kaum muslimin.
Melalui kurikulum-kurikulum pendidikan dan tarbiyah dalam skala umum. Dan lebih memusatkan penanaman dasar-dasar aqidah ini bagi generasi muda, khususnya anak-anak, di lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal, negeri maupun swasta.

[2] Membangkitkan fanatisme beragama yang positif di segala lapisan umat dan menumbuhkan keasadaran membela kesucian dan kehormatan Islam.

[3] Menutup seluruh saluran masuknya produk-produk kristenisasi, seperti film, selebaran, majalah dan lainnya. Yaitu dengan tidak memberi izin masuk dan menetapkan hukuman keras bagi yang melanggarnya.

[4] Memberikan penyuluhan kepada kaum muslimin tentang bahaya-bahaya kristenisasi serta wasilah-wasilahnya, menjauhkan kaum muslimin darinya serta mencegah mereka agar tidak terjerat jaring-jaringnya.

[5] Memperhatikan seluruh bidang yang menjadi kebutuhan primer kaum muslimin, diantaranya adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan secara khusus. Berdasarkan realita yang ada dua perkara tersebut merupakan sarana yang vital bagi kaum Nasrani untuk mengambil simpati kaum muslimin dan menguasai akal pikiran mereka.

[6] Hendaknya setiap muslim dimana saja ia berada berpegang teguh kepada agama dan aqidah Islam walau bagaimanapun kondisi dan kesulitan yang dihadapi. Hendaklah mereka memegang teguh syiar-syiar Islam dalam diri mereka dan orang-orang yang berada di bawah penguasaannya sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing, dan hendaknya setiap keluarga muslim memiliki benteng yang kokoh dalam menghadapi setiap usaha yang ingin merusak aqidah dan akhlak mereka.

[7] Hendaknya setiap pribadi maupun keluarga muslim tidak melakukan perjalanan ke negeri-negeri kafir kecuali untuk kepentingan yang sangat darurat, seperti untuk berobat atau menuntut ilmu yang sangat vital yang tidak dapat dipelajari di negeri-negeri Islam dibekali dengan kesiapan dalam menghadapi berbagai syubhat dan fitnah yang dibidikkan kepada kaum muslimin.

[8] Menggugah kesadaran sosial diantara kaum muslimin dan semangat tolong menolong diantara mereka.
Orang-orang berada hendaknya memperhatikan kaum fuqara', mengulurkan tangan kedermawanan mereka dalam hal-hal kebaikan dan program-program yang bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan kaum muslimin. Sehingga tangan-tangan kotor Nasrani tidak terulur kepada mereka dan memanfaatkan kemiskinan dan kefakiran untuk memurtadkan mereka!.

Read more...

Salafy yang Tidak Peduli???

>> Wednesday, January 19, 2005

By: Abu Hanifa Al-Muhandis

Seorang kawan pernah mengatakan kepada saya: "Lihatlah..satu hari setelah tsunami melanda aceh, posko partai kami sudah ada disana..lebih cepat dari organisasi lain..."

"Perumpamaan kaum mukminin di dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi diantara mereka adalah sepert tubuh. Jika mengeluh salah satu dari anggota tubuh tersebut, akan merasakan seluruh jasad baik dengan demam atau tidak bisa tidur." (HR. Bukhari X/437, Muslim-2586)

"Seorang mukmin dengan seorang mukmin lainnya adalah seperti bangunan saling menguatkan atas sebagian yang lainnya" (HR. Bukhari X/450,Muslim 2585)

Kesimpulan yang bisa kita katakan:

1. Bahwa Salaf bukan organisasi.
Dia adalah Manhaj/metode dalam memahami Islam sesuai pemahaman generasi awal Islam. Seluruh muslim semestinya WAJIB mengerti dan mempelajari manhaj salaf. Kenapa..? Karena jalan kebenaran dan kebaikan menuju Allah hanya ada satu jalan, yaitu jalan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah dan Shahabat, Tabi'in dan Tabiut Tabiin. Ndak butuh jalan lain...

2. Karena manhaj salaf bukan organisasi berarti dia tidak perlu di-mobilisir untuk melakukan sesuatu.
Cukup dengan kesadaran dan keikhlasan masing-2 pribadi sebagai aplikasi ilmu syar'i yang telah dipelajari. Manhaj salaf menyatu dengan kaum muslimin. Mereka yang bermanhaj salaf ini bisa berupa: Relawan mahasiswa, orang-2 PMI, orang-2 Pemda, TNI, rakyat jelata dan lain-lain. Jadi tidak perlu relawan ke-Aceh dengan kaus dan topi bertuliskan: "Kami Relawan Salafy"...masyaAllah..bisa rusak pahala amal kita...

3. Karena Manhaj Salaf bukanlah "Harokah Salaf".
Dia tidak punya organisasi struktural, tidak punya sekretariat dan kantor, tidak punya tokoh pendiri. Pemimpinnya adalah Rasulullah Muhammad.

4....(cut)...

"Dan janganlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka". (Ar-Ruum:32)

5. Setiap infaq, shodaqoh , untaian doa dan aktivitas lainnya untuk saudara-saudara kita dibelahan bumi lain yang dilakukan oleh para Ikhwan ber manhaj Salaf tentu tidak usah dipublikasikan secara berlebihan apalagi bercerita kepada orang-orang lain dan menyebut kebaikan yang telah diperbuat. Atau menyampaikannya kepada aktivis harokah hanya agar kita kelihatan lebih peduli dan tidak dibilang "Omdo" (Omong Doang) atau "NATO" (No Action Talk Only). Biarlah ganjarannya diharapkan kepada Allah saja. InsyaAllah lebih menambah keikhlasan dalam ber-amal.

Wallahu a'lam

Read more...

Mie rebus + susu panas

Mas afwan, semalem ketiduran, jadi pas mas pulang ga bisa bukain pintu.
Iya gpp kok, mas kan bawa kunci sendiri.

Semalam rasanya dinda mimpi, mas minta dibikinin mie rebus sama susu panas...
Lhah. Itu beneran mas minta mie rebus ama susu panas.

Jeger...

Inilah tantangan terberat kalau mas masuk shift sore, jam 12 malam baru pulang. Susah sekali menahan kantuk. Afwan jiddan Mas, dinda masih belajar...

Read more...

Pahlawan Kesiangan

>> Monday, January 17, 2005

(gara2 milis nyasar)

A(x): Wah kita ini kok selalu bernasib sial yo kang.
B(y): Dimana letak sialnya ?
A(x): Ketika hujan, kita nggak punya tempat berteduh. Ketika panas, kita nggak punya tempat bernaung. Tapi lihat, orang-orang kafir itu. Hidupnya makmur, kebutuhan hidupnya tercukupi. Rumahnya besar, bisa untuk berteduh, bisa pula untuk bernaung. Lengkap! ada telepon, ada listrik, ada komputer dan sebagainya.

B(y): Ya jelas, kita belum punya rumah kang.
A(x): Masalahnya begini lho kang, untuk bikin rumah itu perlu biaya yang besar. Sementara uang tak ada. Keahlianpun tiada, kecuali sedikit. Kapan kita bisa membikin rumah?

B(y): Makanya kita perlu belajar. Perlu mencari uang, perlu kursus bangunan, biar bisa mewujudkan impian. Ini kita khan sedang melakukan itu semua. Untuk sementara kalau hujan atau panas kita berteduh di pohon beringin. Nggak apa-apa. Yang punya pohon masih mengizinkan kok. Kita bisa bersandar di batangnya. Kita pun masih bisa sholat dibawahnya jika hujannya lama. Nggak ada yang melarang. Banteng-banteng liar itu pun nggak akan marah kalau kita tidak mengusiknya.

Tiba-tiba datang H(t), dia berkata

H(t): Pohon beringin gak ok. Tak ada tempat berteduh kecuali istana. Tak ada tempat bernaung kecuali bangunan bintang lima. Tebang saja pohon itu!

B(y): Heh Kang, engkau ini bagaimana to. Lalu kalau hujan dan panas kita semua akan dikemanakan? Sadar apa tidak sih kamu ini.

H(t): Hah, nggak peduli. Pokoknya tebang ! Bikin rumah adalah kewajiban asasi!

A(x): Waduh, kok gitu sih kakang H(t) ini. Bukankah kita sedang belajar membikin pondasi ?

H(t): Dari dulu belajar melulu. Heh kutu buku ! Menebang pohon adalah solusi!

B(y): Iya, kita sedang mempersiapkan pondasinya. Kalau kita menebang pohon beringin itu, maka banteng-banteng yang juga berteduh di sini akan gelisah. Itu bisa membahayakan keselamatan kita. Lebih baik kita jinakkan dulu banteng-banteng itu agar mereka bisa membantu kita cepat-cepat membangun rumah. Misalnya membantu untuk menarik pasir, mengangkut batu dan sebagainya. Banteng-banteng itu, mereka masih liar. Mereka perlu untuk dijinakkan.

H(t): Hah, nggak peduli. Tak ada tempat berteduh kecuali istana. Tak ada tempat bernaung kecuali bangunan bintang lima. Tebang saja pohon itu! Menebang pohon beringin adalah kewajiban asasi, karena tanpa kayu kita nggak bisa membikin atap. Dan beringin adalah asal kayu, maka menebang beringin juga wajib. ALLAHU AKBAR!lihat mereka kepanasan, lihat mereka kehujanan, apa kalian tidak kasihan? Kalau kita punya rumah sendiri, kita tidak kedinginan, bisa masak sendiri. Bisa memasang telepon, bisa memasang listrik dan sebagainya.

A(x) dan B(y) marah besar! Kemarahan mereka memuncak ketika H(t) mulai menyiapkan golok besar dan memprovokasi sejumlah orang untuk menebang pohon beringin itu. Beberapa perempuan terkena hasutan H(t), maka perempuan-perempuan itu ikut-ikutan ulah si H(t) ini. Mereka nggak punya golok, namun meski demikian mereka punya pisau dapur. Gak masalah, tak ada rotan akar pun jadi.

Atas kejadian itu "jika bener-benar ada" maka kita berucap: Wallahul Musta'an. Betapa cerdas H(t). Rasionalis sekali mereka. Sungguh perkara yang besar. Allahu Akbar.

Read more...

Belajar

>> Friday, January 14, 2005

(Aby Althaf)

Belajarlah mulai dari ayunan sampai ke ajal menjelang. Belajar adalah fenomena yang tiada akan ada akhirnya. Prosesnya akan senantiasa bergulir dan mengalir. Dari apa kita belajar, bagaimana kita belajar, apa yang akan kita peroleh dari proses itu; semuanya butuh pengorbanan.

(Menurut ana) inti semuanya adalah seberapa jauh keinginan kita untuk belajar, bagaimana kita secara serius melalui proses itu, dan bagaimana kita menyikapi hasil dari proses tsb. Subject yang akan menjadi pengajar bagi kita pun bukan hanya melalui dari sosok guru, ulama, buku ..ataupun sewajarnya pengajar. Tapi ayat2 kauniyah Allah adalah luas.

Dalam Qur'an sering terbaca, bahwa kita diperintah untuk mau melihat kejadian2 yang telah dialami oleh umat2 terdahulu, untuk melihat bagaimana Allah mengatur kehidupan ini. Memberikan balasan kepada umat yang tak mau untuk beriman. Pergantian siang malam, berjalannya perahu diatas lautan.. semuanya itu bertujuan untuk meningkatkan keimanan kita kepada sang Khaliq.

Begitu juga dengan hidup di dunia ini. Semua mahfum, bahwa hidup di dunia sangat banyak varian dan kedinamisannya. Teori tidak banyak membantu dalam tataran praktek yang banyak melibatkan banyak kepala dan banyak hati. Pengalaman menjadi guru yang berharga bagi kita (klise).. tapi itu memang yang sudah jadi garisnya. Gagal, ketidakmampuan dalam menjalani proses hidup (di dunia), bukanlah akhir dari segala.
Yang sudah terjadi ya sudah, tapi jangan lantas berhenti di tahapan cuek terhadap masa lalu. Hari ini adalah lebih baik dari kemarin, dan besok adalah lebih baik dari hari ini...maju dan semakin maju.

Poros untuk saling nasihat manasihati dalam kesabaran dan keimanan tetap menjadi pegangan, karena manusia tak luput dari lupa dan salah, sampai seberapapun hebatnya ilmu yang ia miliki. Menjadi orang yang berguna untuk diri dan orang lain adalah suatu keutamaan, maju bersama2 untuk kejayaan ummat Rasullullah
...sabar...dan terus belajar...

*ya zauji...ajari aku untuk terus belajar

Read more...

1st time teaching

>> Thursday, January 13, 2005

Mengajar itu ternyata menarik, membuat saya jadi merasa sedikit lebih dewasa (baca: tua).

Bagaimana menyampaikan materi dengan menarik dan tidak membosankan, mencoba berinteraksi dgn murid, membuat suasana kelas lebih interaktif... ternyata seru juga walau tidak mudah.

Senang ketika murid memberikan perhatiannya sebagai tanda ketertarikan, apalagi kalau sampai ada yang bertanya. Untung saja pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sudah ada contekannya =)

3 jam bersama mahasiswa tahun pertama, jadi teringat masa2 masih culun.

Read more...

Ada Apa dibalik Gempa Tsunami?

>> Wednesday, January 12, 2005

Sebuah tulisan yang sangat indah oleh Syeikh Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al Badr, agar kita merenungi apa saja hikmah yang besar dibalik Gempa Tsunami yang baru2 ini terjadi.

Pertama: Peristiwa ini dan semisalnya akan membimbing seorang muslim pada suatu perkara yang telah dia yakini, yaitu bertambahnya keimanan dia akan kesempurnaan kuasa dan kekuatan Allah Subhaanahu wa Ta'ala serta meyakini bahwa Allah-lah yang mengatur alam ini sesuai dengan kehendak-Nya dan memutuskan apa yang Ia inginkan. Tidak ada seorangpun yang bisa menolak keputusan-Nya.

Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:

(قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآياتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ) الأنعام: 65

Artinya: "Katakanlah: "Dia Yang Berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)". (QS. Al An'am: 65).

Maksud dari "azab dari atas" dalam ayat tersebut adalah seperti petir, halilintar yang menghancurkan, dan angin topan. Adapun makna "azab dari bawah" adalah seperti gempa dan tanah longsor.

Jabir bin Abdillah Radhiallahu anhu, berkata: Ketika Rasulullah --Shallallahu alaihi wa Sallam membaca ayat:
(قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِنْ فَوْقِكُمْ)

beliau bersabda: "Aku berlindung dengan wajah Allah yang mulia". Dan ketika membaca:
(أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ)

beliau berkata: "Aku berlindung dengan wajah Allah yang mulia". Dan ketika membaca:
(يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ )

beliau berkata: "Ini lebih ringan". (HR Bukhari).

Kemudian renungkanlah firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala:
(انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآياتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ)

Sesungguhnya beraneka-ragamnya tanda-tanda kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'ala menuntun kita kepada pemahaman, keimanan dan kembali kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala.
(لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُون)
Yakni: agar mereka memahami tujuan yang harus diwujudkan dari penciptaan mereka.

Kedua: Peristiwa ini betul-betul salah satu tanda-tanda agung kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'ala, yang dengannya Dia menumbuhkan rasa takut dalam jiwa hamba-hamba-Nya.

Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:
وما نرسل بالآيات إلا تخويفا) الإسراء: 59)

Artinya: "Dan tidaklah kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakuti". (QS. ِِِِAl Isra: 59).

Maksudnya; Allah Subhaanahu wa Ta'ala menumbuhkankan rasa takut dalam jiwa hamba-hamba-Nya dengan tanda-tanda yang agung itu. Berkata Qatadah rahimahullah: "Sesungguhnya Allah Subhaanahu wa Ta'ala menakut-nakuti manusia dengan tanda-tanda kekuasaan yang Dia kehendaki, agar mereka mengambil pelajaran, ingat dan kembali (kepada Allah --Subhaanahu wa Ta'ala-- )". Adapun penisbatan peristiwa ini kepada alam, itu termasuk dalam kejahiliyahan.

Maka hendaknya seorang mu'min takut, merenung dan mengambil pelajaran; bahwasanya Yang telah menimpakan musibah kepada saudara-saudaranya, Maha Kuasa untuk menimpakan hal yang serupa atau lebih kepada selain mereka. Jatuh korban 120.000 jiwa atau lebih dalam satu waktu! Adakah di antara kita yang mengambil hikmah dan pelajaran?

Ketiga: Setelah kejadian ini mari kita renungi bersama nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'ala berupa menetapnya bumi

Sebagaimana firman-Nya:
(اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَار) غافر:64

Artinya: "Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian tetap". QS Ghafir: 64. Maksudnya: tidak bergoncang-goncang atau bergetar.

Mari kita renungi dari sini, betapa besar Dzat yang memegang bumi ini, sehingga dia menetap dan tidak bergoncang atau bergoyang. Bayangkan bagaimana jika bumi yang kita berjalan di atas permukaannya selalu bergoncang dan bergetar, bisakah kita hidup di atasnya? bisakah kita tidur? bisakah kita bekerja? (tentu jawabnya adalah: tidak -pent).

Jadi Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita berupa ketenangan dan menetapnya bumi ini. Maka hendaknya kita mengambil pelajaran dari nikmat ini, lantas kita bandingkan dengan gempa yang diciptakan Allah Subhaanahu wa Ta'ala dari waktu ke waktu; hingga kita bisa mengambil kesimpulan: betapa besar karunia ketenangan bumi dan alangkah sempurnanya nikmat ini.

Jika bumi ini bergoncang dalam sekejap saja, telah memakan korban 120 ribu jiwa, bagaimana jika bergoncang sehari penuh, atau berhari-hari, apa yang akan terjadi dengan manusia di permukaannya??? Karunia Allah Subhaanahu wa Ta'ala lainnya adalah tidak meluapnya lautan hingga menenggelamkan semua daratan. Padahal kita tahu bahwa luas lautan di muka bumi ini dua pertiga luas daratan. Allah-lah yang Maha Kuasa untuk menahan air laut hingga tidak meluap ke daratan, padahal Dia mampu untuk menenggelamkan seluruh daratan! Kita bisa ambil pelajaran dari sejarah:

(إِنَّا لَمَّا طَغَا الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ) الحاقة:11
Artinya: "Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera" QS Al Haqqah: 11.

Tidak perlu jauh-jauh, bencana yang baru saja terjadi bisa menggambarkan bagi kita hal itu; air telah menenggelamkan berbagai daerah secara total, hingga semua yang berada di atasnya mati, tidak tersisa seorangpun jua. Dua karunia ini; menetapnya bumi dan tidak meluapnya lautan ke daratan haruslah kita syukuri, sembari kita panjatkan puji kepada-Nya atas segala curahan nikmat-Nya.

Keempat: Bumi adalah milik Allah Subhaanahu wa Ta'ala, Dia-lah yang telah menciptakannya dan menjadikannya ada. Dia pula yang telah menciptakan manusia dia atasnya. Maka Dia pula-lah yang berhak untuk bertindak sekehendak-Nya.

Perhatikanlah sebagian perbuatan Allah Subhaanahu wa Ta'ala terhadap bumi-Nya dalam ayat:
(أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللَّهُ يَحْكُمُ لا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ) الرعد:41

Artinya: "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesunguhnya Kami mendatangi bumi, lalu kami kurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya". QS Ar-Ra'd: 41.

Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud dari "Kami kurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya" adalah dengan tenggelamnya (sebagian bumi -pent), gempa dan berbagai macam bencana. Jadi Allah Subhaanahu wa Ta'ala mengurangi bumi dari tepi-tepinya sesuai dengan kehendak-Nya, tidak ada yang bisa menolak keputusan-Nya.

Jika kita telah sadar bahwa bumi ini adalah milik Allah Subhaanahu wa Ta'ala, dan yang berhak untuk bertindak di dalamya adalah Allah Subhaanahu wa Ta'ala juga; maka mari kita sama-sama merenungi apa hikmah di balik penciptaan kita di muka bumi ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka menegakkan kalimat tauhid Allah Subhaanahu wa Ta'ala , mentaati perintah-Nya, mengikuti syari'at-Nya, merendahkan diri di hadapan-Nya, patuh terhadap perintah-Nya dan perintah rasul-Nya Shallallahu alaihi wa Sallam.

Kita wajib beriman terhadap ayat-ayat yang jelas, hujjah-hujjah yang tinggi serta dalil-dalil agung yang menjelaskan kesempurnaan Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan kewajiban untuk taat kepada-Nya lantas mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya. Hingga kita dapat menjalankan tujuan penciptaan kita dengan sempurna; yaitu menjalankan perintah-Nya dan mengikuti rasul-Nya Shallallahu alaihi wa Sallam.

Kelima: Seharusnya seorang muslim bersikap tenang dalam menghadapi musibah yang menimpanya atau menimpa saudaranya; yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala, yakin dan bertawakkal kepada-Nya.

Sesungguhnya musibah itu akan membuahkan bertambahnya iman seorang mu'min, bertambah baiknya hubungan dia dengan Allah --Subhaanahu wa Ta'ala-- , serta semakin sempurna kedekatan dia dengan-Nya.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda:
(عجبا لأمر المؤمن إنّ أمره كله خير؛ إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له, وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له) رواه مسلم.

Artinya: "Alangkah mengagumkan kondisi seorang mu'min; seluruh perkaranya adalah kebaikan. Jika dia mendapatkan nikmat, bersyukur, dan itu adalah merupakan kebaikan baginya. Dan jika dia tertimpa musibah, bersabar, itupun merupakan kebaikan baginya". HR Muslim.
Dan hal ini tidak akan ada kecuali dalam diri seorang mu'min.

Keenam: Sesungguhnya seorang yang beriman akan sadar bahwa musibah-musibah ini tidak lain dan tidak bukan adalah akibat dosa-dosa. Tidaklah terjadi suatu malapetaka melainkan gara-gara perbuatan dosa, dan malapetaka itu tidak akan dicabut (oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala) kecuali dengan taubat.

Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah menjelaskan:
(فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ) العنكبوت:40

Artinya: "Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya". QS. Al-'Ankabut: 40.

Saat inilah seharusnya seorang mu'min mendekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dengan membawa taubat dan berserah diri kepada-Nya, sehingga dia dapat memetik pelajaran dari musibah yang menimpa orang lain.

"Sesungguhnya orang yang bahagia adalah yang dapat memetik pelajaran dari (apa yang menimpa) saudaranya, kebalikannya orang yang merugi adalah jika saudaranyalah yang mengambil pelajaran dari apa yang menimpa dirinya".

Ketujuh: Terakhir, kita memiliki beberapa kewajiban terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah besar ini, di antaranya; Berdo'a agar Allah Subhaanahu wa Ta'ala meringankan penderitaan mereka, serta menjadikan musibah ini sebagai titik tolak bagi mereka untuk kembali kepada kebaikan dan bertaubat kepada-Nya. Kita juga memohon agar Allah Subhaanahu wa Ta'ala menenangkan ketakutan mereka, menutupi aurat mereka dan memberi rizki orang-orang yang ditimpa kelaparan.

Juga kita berkewajiban untuk mengulurkan tangan membantu mereka semampu kita. Saat ini ribuan orang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal, rumah, makanan dan minuman. Sedangkan kita hidup dalam kenikmatan. Bersyukurlah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala atas nikmat dan karunia-Nya, kemudian bantulah saudara-saudara kita semampunya!.

Kami tutup khutbah ini dengan sebuah doa agung dan berbarakah, yang selalu dibaca oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam setiap malam sebelum merebahkan tubuhnya di peraduan:
(الحمد لله الذي أطعمنا وسقانا وكفانا وآوانا, فكم ممن لا كافي له ولا مؤوي) رواه مسلم من حديث أنس.

Artinya: "Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kita makan, minum dan mencukupi kita, serta memberi kita tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tidak mendapatkan yang mencukupi dia serta memberi dia tempat tinggal". HR Muslim dari Anas bin Malik.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin 3X, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, serta hancurkanlah musuh-musuh agama kami.Ya Allah, ringankanlah musibah yang menimpa saudara-saudara kami di manapun mereka berada, kuatkanlah mereka wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah.

Ya Allah, tenangkanlah rasa takut mereka, obatilah kelaparan dan dahaga mereka, tutupilah aurat mereka, karuniakanlah kepada mereka tempat tinggal yang baik, wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah.Ya Allah, kembalikanlah kami dan mereka kepada-Mu dengan baik, berilah kami taufik untuk bertaubat kepada-Mu, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang beriman dan mengikuti rasul-Mu -Shallallahu alaihi wa Sallam, juga karuniailah kami wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah taufik untuk mengerjakan hal-hal yang Engkau cintai dan ridhai, bantulah kami untuk melakukan kebaikan dan ketakwaan, janganlah Engkau jadikan kami bergantung kepada diri sendiri, meskipun hanya sekejap mata. Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, baik yang kecil maupun yang besar, yang terdahulu maupun yang akan datang, serta yang tersembunyi maupun yang terlihat. Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi.

Read more...

Memasuki Bulan Dzulhijjah

>> Tuesday, January 11, 2005

Insya Allah besok, 12 Januari, kita akan memasuki bulan Dzulhijjah yang mulia.
Semoga artikel dibawah bermanfaat.

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Amalan Yang Disyariatkan
Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Segala puji bagi Alloh semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

KEUTAMAAN 10 HARI DIAWAL BULAN DZULHIJJAH

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Artinya :"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah.
Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad)dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Artinya :"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuatkebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Makaperbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahihyang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihiwa sallam : Artinya :"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antarakeduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama padahari Arafah

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama,dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :Artinya :"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Artinya :"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluhtahun". (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabishallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Artinya :"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah meleburdosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

3. Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut

Sebagaimana firman Allah Ta'ala.Artinya :".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telahditentukan ...".(Al-Hajj : 28). Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah.

Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-haritersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma. Artinya :"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". (Hadits Riwayat Ahmad).

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu HurairahRadhiyallahu 'Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

Dan Ishaq,Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari inimengucapkan :"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, AllahuAkbar wa Lillahil Hamdu" Artinya :"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar,rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah. Artinya :"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikankepadamu ...".(Al-Baqarah : 185)

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidakpernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a,kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih, dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebabterjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Artinya :"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" (Hadits Muttafaq'Alaihi).

5. Banyak Beramal Shalih

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an,amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya.

Sebab amalan-amalan tersebutpada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utamabila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecualijihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabishallallahu 'alaihi wa sallam.
Artinya :"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih danbertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah danbertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". (Muttafaq'Alaihi).

8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak berkurban

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anhabahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Artinya :"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamuingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dankukunya".

Dalam riwayat lain : "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut ataukukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yangmenuntun hewan kurbannya.Firman Allah.Artinya :" ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai ditempat penyembelihan...".(Al-Baqarah : 196)

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing darimereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya,meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan mendengarkan Khutbahnya

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikansebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ;memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad,kepada keluarga dan para sahabatnya.

Read more...

Hanya ALLAH yang berhak untuk dipuji

>> Monday, January 03, 2005

"Dan mereka (orang-orang musyrik) tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan semua langit digulung dengan Tangan Kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari segala perbuatan syirik mereka." (Az-Zumar: 67)

'Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu menuturkan: "Salah seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan berkata: "Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami menjumpai (dalam kitab suci kami) bahwa Allah akan meletakkan langit di atas satu jari, pohon-pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, maka Allah berfirman: "Aku-lah Penguasa."

Tatkala mendengarnya, tersenyumlah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam sehingga tampak gigi-gigi beliau, karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu; kemudian beliau membacakan firman Allah: "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat..." dst.

Muslim meriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat lalu diambil dengan Tangan Kanan-Nya, dan berfirman: "Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?" Kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi, lalu diambil dengan Tangan Kiri-Nya dan berfirman: "Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?"

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Langit tujuh dan bumi tujuh di Telapak Tangan Allah Ar-Rahman, tiada lain hanyalah bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang di antara kamu."

Ibnu Jarir berkata: Yunus menuturkan kepadaku, dari Ibnu Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya (Zaid bin Aslam), ia menuturkan: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Ketujuh langit berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang diletakkan di atas perisai."

Ibnu Jarir berkata pula: Dan Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu menuturkan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Kursi itu berada di 'Arsy, tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dicampakkan di tengah padang pasir."

Arif --> tahu akan Allah, Asma' dan Sifat-Nya --> menyadari segala yang terjadi adalah dengan qadha' dan qadar Allah --> menyadari akan kepastian adanya hikmah yang besar dalam qadar-Nya --> hanyalah ALLAH yang berhak untuk dipuji.

Read more...

Indonesia Menangis

ALLAH...
Tak kuasa kami sedikitpun,
Engkau yang perkasa,
Engkau yang pengasih,
Ampuni kami,
Semua ini memang salah kami.

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP