Hanya Dia yang Maha Berkehendak

>> Thursday, February 24, 2005

Bahagia, itu yang bunda rasakan ketika bunda tau akan keberadaanmu sayang. Walau kau masih dalam bentuk segumpal darah yang blm bernyawa, sudah muncul rasa memiliki dalam diri bunda. Hati2 sekali bunda menjagamu nak, amanah dariNya. Sempat terbersit pikiran-pikiran sempit tentang bagaimana nantinya bunda akan membesarkanmu sedangkan bunda dan ayah masih blm bisa tinggal bersama. Namun bunda yakin, Allah Maha tau yang terbaik bagi kita. Dan Allah lah yang Maha berencana atas semuanya.

Bunda jalani hari2 bersamamu dengan bahagia.

Tapi itu tak berlangsung lama, hanya 2 hari bunda bisa berusaha mengenal dan menyayangmu. Iya, hanya berselang 2 hari setelah bunda tau bunda memilikimu, bunda pun tau bunda telah kehilanganmu. Darah merah segar yang mengalir disertai rasa sakit yang sangat. Sakit sekali. Rahim bunda seperti ditarik, ditusuk, dirobek, sakit sekali. Keringat dingin disekujur tubuh karena menahan sakitnya. Pelukan ayah diiringi istighfar membantu menguatkan bunda.

3 kali ultrasonic scan dan 2 kali internal scan. Sudah, sudah cukup. Sakit sekali ketika alat2 kedokteran itu masuk kedalam rahim bunda dan berusaha men-scan, mencari apakah kau masih disana nak. Qadarullah, bunda pasrah. Dan kau pun tak ditemukan lagi didalam rahim bunda. Bersamaan dgn itu darah pun masih mengalir, bahkan lebih banyak.

Ada 2 kemungkinan yang dokter sampaikan kepada bunda dan ayah. Pertama bunda memang telah kehilanganmu dan kedua kau ada di luar rahim, di tuba falopi dan kehamilan bunda disebut ectopic pregnancy dan ini berbahaya, untukmu dan untuk bunda.

Astaghfirullah...

Hanya Allah yang Maha kuasa diatas segalanya.
semoga diakhirat kelak kau bisa menarik bunda dan ayah ke surga nak.

Read more...

Ibu

>> Wednesday, February 16, 2005

Alhamdulillah Ibu saya sehat, dalam keadaan baik dan segar. Masih hobi menjahit, merombak baju-baju lama. Masih jago memasak, masih tidak suka melihat anak2nya bangun siang, masih tidak suka melihat rumah berantakan, masih tidak suka melihat makanan bersisa, masih tetep ceria dan lucu.

Seperti biasa kalau semua sedang ngumpul, banyak waktu kita habiskan untuk mengobrol dan saling curhat. Ibu saya memang selalu bisa menempatkan diri sebagai teman bagi anak2nya.

Begitu dalamnya kasih sayang seorang ibu, semua yang dilakukan, dilakukannya untuk anak2nya. Jadi teringat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka'bah dan ke mana saja 'Si Ibu' menginginkan, orang tersebut bertanya kepada Abdullah bin Umar, "Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?" Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]

Dengan cinta untuk ibu, ku tau selalu ada namaku dalam lirih doa-doamu.

Read more...

Refreshed...

>> Tuesday, February 15, 2005

Alhamdulillah, seminggu di rumah bisa melegakan rasa yg selama ini tertahan. Rasa kangen, lelah, gundah, bosan, sedih, juga cemas.

Tidak banyak yang berubah di kota kecilku, masih segar seperti dulu. Jalan2 pagi ke gunung, pulangnya mampir makan pecel pake es teh. Atau ke waduk, pulangnya mampir makan nila goreng. Atau jalan2 ke pasar, pulangnya makan serabi. Hampir setiap hari ada jadwal jalan2 pagi dan sarapan =)

Jadwal utama liburan kali ini menemani suami berburu buku, alhamdulillah pas ada pameran buku2 islami di Solo. Rame, hampir setiap penerbit buku-buku Islam membuka stand disana.

Disana juga sempat melihat bang Nopriadi sedang mengisi acara bedah buku, tapi karena rame tidak sempat cari tau buku yang di bedah judulnya apa. Yang jelas terdengar kata2 kapitalis amerika dan sejenisnya. Sempat ketemu juga sama teman-teman suami, ada teman kampus dulu, teman kost, bahkan teman SMA, subhanallah.

Puas cari buku lalu silaturrahim ke rumah sahabat lama yang baru saja menikah. Subhanallah, rumah mungil calon dokter itu didominasi oleh rak2 buku besar yang tidak hanya diisi dengan buku2 kedokteran tapi juga komplit dengan buku2 fiqih, hadist, ahkam, tauhid dan lain2. Semoga semangatnya mencari ilmu yg haq bisa menjadi contoh.

Jadwal lainnya adalah ke mantan kampus suami, UGM. Menemui mantan dosen TA suami. Bapak dosen ini sudah lebih dari sekedar dosen bagi suami. Jangan salah, beliau selain ahli dibidang mesin dan industri juga sangar dalam hal ilmu agama. Terlihat dari koleksi buku2 di ruang kerja beliau di kampus. Kitab2 asli berbahasa arab tersusun rapi, berderet di rak bukunya. Juga nampak dari penampilannya yang bersahaja dgn berjenggot dan celana yang tdk isbal.

Harus belajar dari orang2 seperti sahabat saya dan dosen suami tersebut. Bagaimana mereka bisa membuat skala prioritas dalam mencari ilmu dan memanage waktu belajar. Ilmu ad-dien dan ilmu dunia bisa sama2 berjalan. Ilmu dunia sbg wasilah untuk mencari ma'isyah dibekali dgn ilmu dien yang kuat dan mantap sehingga semua yang dilakukan bisa manfaat didunia sebagai manusia dan bekal di akhirat sebagai hamba.

Naudzubillah min dzalik jika ilmu dunia malah menjadikan manusia sombong dan lalai. Berkata sebagian salaf, "Inti dari ilmu adalah takut kepada Allah". Berkata Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, "Cukuplah takut kepada Allah itu dikatakan sebagai ilmu dan cukuplah membangkang dari-Nya dikatakan sebagai kejahilan."

Berkata juga sebagian salaf : "Barangsiapa yang lebih mengenal Allah niscaya dia lebih takut kepada-Nya". Dan menunjukkan kebenaran makna ini, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:
"Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang lebih takut kepada Allah daripada kalian dan aku lebih bertakwa kepada-Nya daripada kalian". [Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim].

Sesungguhnya orang-orang yang takut dengan Rabb mereka yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.[Al-Mulk : 12]

Dan bagi orang-orang yang takut dengan Tuhannya disediakan dua surga. [Ar-Rahman : 46].

Read more...

What do u regard me as?

>> Friday, February 04, 2005

Episode protes

Kadang kita bisa begitu dekat
Sampai bisa berangkulan dalam air mata
Tapi kadang kita bisa begitu jauh
Sampai ku merasa tak punya tempat di hatimu
Adakah sesuatu diantara kita?
Mungkinkah aku menganggapmu sebagai sahabat sedang kau tidak demikian?


nb. buat yg ngerasa, sms aku ya...bilang you love me!
hehehe, ku tunggu

Read more...

Arhenius Equation

>> Thursday, February 03, 2005

Rate of reaction = A exp (-Ea/kT)
A is proportional to frequency
exp (-Ea/kT) is related to energy

Sekilas tidak ada yang istimewa dengan equation ini. Begitu juga pendapat saya sampai saat itu, salah satu profesor saya mengemukakan pendapatnya yang menarik tentang equation ini. Intinya: reaction rate is proportional to frequency (of collision) and temperature. Tentu saja secara logic memang benar bahwa reaction akan lebih cepat jika collision lebih banyak dan temperature lebih tinggi.

Yang menarik adalah, equation ini ternyata applicable tidak hanya dalam chemical reaction secara text book theory. Chemical reaction yg ada di theory2 itu bisa di-analogikan dgn "mariage" alias "pernikahan". "Reaksi pernikahan" ini juga dipengaruhi oleh 2 faktor diatas, frequency (of meeting the potential wife/husband) dan energy. Energy? energy disini bisa dianalogikan dgn umur kita.

Kalo si pria sering bgt ketemu sama si wanita, tapi mereka sama2 masih berumur 5 tahun, ya tidak mungkin dong mereka menikah. Bisa dibilang belum ada "energy" untuk menikah. Begitu juga kalo si pria dan wanita sudah cukup umur, sama2 sudah ada energy untuk menikah tetapi yang satu dikutub utara dan yg satu di kutub selatan dan tidak ada chance untuk bertemu. Kemungkinan terjadinya pernikahan juga kecil.

Analogi yang simple tapi menarik. Lumayan bisa jadi alat untuk mengingat Arhenius equation ini.

Read more...

Heading to Wonogiri

>> Wednesday, February 02, 2005

Alhamdulillah. Tiket sudah terbeli, Batam-Jkt-Solo 5 Feb 2005. Kerinduan yang sudah terpendam insya Allah akan segera terobati.

Kota kecil disebelah selatan Solo, yang jauh hebatnya dibanding singapore. Tidak ada gedung2 menjulang tinggi, tidak ada universitas yang megahnya melebihi mall, tdk ada MRT yang super canggih. Tapi selalu ada keramahan, keakraban, dan kedamaian yang selalu membuat rindu.

Soto dan ayam gorengnya Mbak Ning, Ayam gorengnya Mbah Karto, Bakso raksasa, Sate kambing gudang seng, Pecel Mbah grobag, Nasi goreng sor sem, Rujak gayeng...hmm...sudah terbayang2.

Pelukan hangat dan senyum lembut mami, kangen. Senyum cool nya papi, ngangenin juga. Canda ceria adek-adek, i really miss them.

Rencana pulang yang tadinya dijadwalkan bulan April, ternyata maju dengan beberapa pertimbangan. Semoga kepulangan kali ini benar2 bisa me-refresh kepenatan kita. Counting down, 2.5 hari lagi insya Allah.

Read more...

Turn around

>> Tuesday, February 01, 2005

P: come, lets talk in person
M:(heh? where are going to bring me?...bertanya2 tapi ngikut juga)

Then, at that quiet corner...

P: T has told me what is coming to your mind. Please let me know why you come to that point?
M: It's a bit difficult to explain as our mind set might be different.
P: Understand. But one thing for sure, I don't want you to make a wrong dicision for a wrong reason.

P: If the main problem is A, we can work on it. But if your main concern is B, that will be another different story. And I can't say much about it.

P: Dont worry, everybody experience what you are experiencing now. Be patient, you just need to wait for your "turn around" point to come. And hups, that will change your life. you'll realize it later.
...

Conclusion: there is no way to turn back, no way.
Sabar dan syukur...

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP