|
Thursday, March 31, 2005 | 11:57 AM
Nasihat Menasihati...
Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari
Etika Memberi Nasihat
1. Hendaknya ikhlas di dalam memberikan nasihat, tidak mengharap apapun di balik nasihat tsb selain keridhaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Dan hendaknya nasihat tsb bukan untuk tujuan riya' atau mendapat perhatian orang atau popularitas atau menjatuhkan orang yang diberi nasihat.
2. Hendaknya nasihat dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut dan mudah hingga dapat berpengaruh kepada orang yang dinasihati dan mau menerimanya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik dan debatlah ia dengan cara yang lebih baik". (An-Nahl: 125).
3. Hendaknya orang yang dinasihati itu di saat sendirian, karena yang demikian itu lebih mudah ia terima. Karena siapa saja yang menasihati saudaranya di tengah2 orang banyak maka berarti ia telah mencemarkannya, dan barangsiapa yang menasihatinya secara sembunyi maka ia telah menghiasinya.
Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Berilah aku nasihat secara berduaan, dan jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak; karena nasihat di tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak suka mendengarnya".
4. Hendaknya pemberi nasihat mengerti betul dengan apa yang ia nasihatkan, hendaknya ia berhati-hati dalam menukil pembicaraan agar tidak dipungkiri, dan hendaklah ia memerintah berdasarkan ilmu; karena yang demikian itu lebih mudah untuk diterima.
5. Hendaknya orang yang memberi nasihat memperhatikan kondisi orang yang akan dinasihatinya. Maka hendaknya tidak menasihatinya di saat ia sedang kalut, atau di saat ia sedang bersama rekan-rekannya atau kerabatnya. Dan hendaklah pemberi nasihat mengetahui perasaan, kedudukan, pekerjaan, dan problem yang dihadapi orang yang akan dinasihati itu.
6. Hendaknya pemberi nasihat menjadi teladan bagi orang yang akan dinasihati, agar jangan tergolong orang yang bisa menyuruh orang lain berbuat kebaikan sedangkan ia lupa terhadap diri sendiri.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman tentang Nabi Syu'aib: "Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang" (Hud: 88).
7. Hendaknya pemberi nasihat sabar terhadap kemungkinan yang menimpanya.
Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma'ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan sabarlah terhadap apa yang menimpamu". (Luqman: 17). Luqman menyuruh anaknya untuk sabar terhadap kemungkinan yang terjadi karena ia memerintah orang lain mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Labels: Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, March 30, 2005 | 11:13 AM
Al-Insyirah
Bukankan Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami telah meringankan bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sungguh, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh2 (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmu lah hendaknya kamu berharapLabels: Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, March 24, 2005 | 12:00 PM
Calming down...
...living in a busy, noisy, but cozy lab...
---cooling down---
1st year report...submitted fyp students...released lab teaching for this sem...finished conference poster...printed chartered class...completed
its gonna be a nice long weekend =D ke Batam...yuk ke Batam...
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, March 16, 2005 | 7:02 PM
Iklan lagi...(Daurah rutin 3 blnan)
Alhamdulillah insya Allah akan di selenggarakan lagi daurah di Batam besok Sabtu dan Ahad. Insya Allah kajiannya bisa didengarkan dari singapore... di 106 FM...
Bisa kirim sms untuk langsung bertanya ke ustadz pada akhir kajian... di line telp: 0778 468 106, sms: 0852 6415 5346 berikut info lebih lanjutnya...semoga bermanfaat
 Labels: Dauroh dan Kajian
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 11:49 AM
Dan Para Setan pun ResaH
Gemuruh langkah2 setan terdengar mulai mendekat... dan semakin dekat, semakin jelas. Entah apa yg mereka jadikan alasan mengusir kami... Ninja...teroris...antisosial...meresahkan masyarakat...
Sadarkah kalian... Kami ini saudara seiman kalian... Darah kami haram atas kalian... Apakah kami lebih buruk dari sekelompok pelacur dan penjudi?
Tak ada semburat takut ataupun cemas pada wajah2 para ikhwah... MasyaAllah...terheran2lah aku dgn ketakutanku sendiri Dan sebuah bisikan menguatkan terdengar ditelinga... "Sabar ukhti, jangan khawatir...Allah bersama kita"
****** Jangan usik kami...
Biarkan kami berlari jauuuhh...bersama dengan dien kami...
Labels: Manhaj
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, March 10, 2005 | 11:08 AM
Lecturer assistant...jangan diremehkan :P
Pengalaman mengajar hari ini cukup ... (blm menemukan kata2 yg tepat).
_______Diceritakan sesuai kronologi kejadian... Dgn semangat mengajar (krn memikirkan gaji yg akan didapat :P), pagi2 saya sudah berada di lab... menyiapkan apa2 yg diperlukan... Experiments manual...sudah... Slides materi...sudah... Marker, pointer, ...semua sudah... Yak...siap meluncur ke tempat saya hrs ngajar...
Ketika menyusuri koridor B2...jreng... tiba2 pandangan saya tertumpu pada seorang laki2 dgn rambut acak2an, baju kusut alias lecek, celana hawai super pendek...menenteng beberapa lembar kertas dan pensil...berjalan menuju arah yg berlawanan dgn arah saya berjalan... ***dalam hati..."waduh...ni anak mungkin baru bgn tidur langsung ke kampus kali ya... ato jangan2 dia masih tidur? (kok?? la iya...wong bajunya masih spt baju tidur)" -masih didalam hati-..."pede banget yak..."***
Konsentrasi kembali terpusat pada emperiment yg akan saya jalankan...
Dan...akhirnya sampai juga di polymer lab... hampir semua students sudah duduk rapi dgn lab coat dan catatan mereka... Spt biasa, sblm experiment dimulai, saya cek dulu attendance list nya...apakah masih ada yg blm datang... dan ternyata ada 1 student yang masih blm datang. saya putuskan untuk menunggu sebentar... Ditunggu 5 menit...blm nongol juga... 10 menit...blm juga...anak2 yg lain pun sudah mulai resah...ribut sendiri2... Akhirnya saya putuskan untuk memulai experiment...
Setelah 5 menit briefing berlangsung.... Tiba2...srek...srek...srek...ada orang dgn penampilan asal2an dan langkah yang diseret2 pertanda males....masuk ke ruangan. (hiyaaa....itu kan anak yg tadi ketemu di koridor...) Waduh...mulai panik...stress...bingung... (gimana ngga stress...anak itu dgn pedenya duduk didepan saya dgn penampilan spt itu... celananya itu lho...huaaa)
Dalam hati... "wah ga bisa gini nih...ni anak hrs dikasih pelajaran..." -dimana harga diri saya sbg seorang guru...(wehehehe...)- Banyak pelanggaran yg bisa dituntut...pertama dan utama...dia tidak mengenakan proper attire kedua...dia telat dan tidak merasa bersalah...
Akhirnya dgn memantapkan hati (kaya mau nerima lamaran org aja)...saya pun memberanikan diri untuk menegurnya didepan kelas... "Excuse me, could you please go back home, change you pants, and come back before 9am!!! Otherwise I will not allow you to join my experiment" (tuing...baru kali ini saya marah didepan kelas...) wah ternyata bisa juga akhirnya kata2 itu terucap...dgn sedikit tekanan...wesss... dan tdk dipungkiri sebuah ego diri berperan juga dlm hal ini.
Hihihi...akhirnya, dia dgn malu dan sedikit takut keluar kelas cepat2... (ya iya...waktu itu sudah jam 8.45...ga kebayang kalau dia tinggal di hall 11 nan ujung ituh... harus larilah dia dgn kecepatan tinggi biar bisa balik lagi jam 9am...huehueheu)
20 menit kemudian... dgn ngos2an...baju yg masih lecek tapi dgn celana panjang...anak tadi pun memasuki kelas lagi... Dgn takut2 dia nanya apakah masih boleh ikut experiment krn dia telat 5 menit... Dan dgn -sok wibawa- saya pun membolehkannya hanya dgn sebuah anggukan... saahhh...
*Hehe...makanya jgn anggap enteng seorang guru, walaupun kecil, tapi kan saya guru...(apa coba) I have been fully authorized to take any decisions during my experiments... zinggggg... :D
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, March 08, 2005 | 9:10 AM
Ilmu dan Amal
dirangkum dari: Elfata Edisi I I/II/2002
Ilmu dan amal...keduanya hrs berjalan seimbang Inilah yang membedakan umat Islam dgn Yahudi dan Nasrani. Yahudi dikenal kaya ilmu tapi miskin amal...sedangkan Nasrani sebaliknya, hobinya beramal tanpa ilmu.
Golongan pertama diberi gelar "al maghdhuub" artinya dimurkai Allah... Golongan kedua disebut "adh dhalliin" artinya org2 yang sesat...
Bagaimana dgn Islam... yuk mari "meretas" jejak para salafusshaleh...(semoga bukan sekedar romantisme...) bagaimana mereka berilmu dan beramal...
Tawazun Para asslafus shalih (Rasulullah shalalluhu'alaii wasallam dan para shahabat) adl org2 yg paling tawazun (seimbang), baik dlm berilmu maupun beramal... amalan selalu menyertai ilmu yg mereka miliki.
Para shalafus shalih punya metode mempelajari Al Quran yang mengagumkan, ketika mereka telah mempelajari 10 ayat, mereka tdk beranjak ke ayat yg lain... mereka pahami betul2 maknanya lalu mengamalkannya... ya amalan tubuh, ya amalan hati... sehingga ayat2 yg mulia itu tdk hanya berhenti di tenggorokan, ttp mampu menembus ruang hati.
Ilmu mereka berbekas Bekas2 ilmu mereka nampak dlm kehidupan keseharian... Bibir mereka tak pernah kering, dzikrullah selalu menghiasi dan membasahinya... Lisan mereka begitu harum, tak ada perkataan kotor dan sia2. Itulah bukti kebenaran ilmu mereka, tak hanya menimbun ilmu dan jauh dari amal... Mereka berilmu sekaligus beramal. Amalan adl wujud konkret dari ilmu...itulah yg disebut Ilmun Nafi'un...(ilmu yg bermanfaat).
Hebatnya Ibadah mereka Generasi teladan biasa menunaikan kewajiban syariat dgn sungguh2...ikhlas dan sesuai syariat. Untuk sebuah kebaikan akhiratlah mereka saling berebut, bukan masalah harta. Saling berebut posisi salat di saf pertama, Datang ke masjid jauh sblm waktu shalat tiba, Itu semua demi mendapatkan keutamaan shalat jamaah dan saf pertama.
Mereka tak puas dgn amalan wajib... Amalan sunnah pun tak disia2kan. Qiyamul lail adlh aktifitas harian yg tak pernah luput. Mereka tak sebatas mengetahui bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Mereka meyakini dan membenarkan kabar Rasulullah tsb dlm wujud amalan shalat malam. Keheningan malam itu mengiringi doa2 mereka kpd Allah...
Ilmu tdk membuat takabur Kalau direnungkan...bisa jadi ilmu kita bertambah setiap hari...tapi sayang...lebih sering bekasnya tak terlacak dlm kehidupan sehari2. Khasyyatullah (rasa takut kpd Allah) tak kunjung hadir... Ilmu memang bertambah, tapi rasa takut kpd Allah seakan tak menyertai ilmu tadi. Padahal kata Imam Ahmad bin Hanbal: "Rasa takut itulah pokok dari ilmu."
Sadarkah kalau ilmu kita masih sangat sedikit dan terbatas...? Janganlah memasukkan diri kedalam kelompok pemilik ilmu sejengkal... Ada kata2 bijak: "Ilmu itu ada 3 jengkal. Barangsiapa yg masuk jengkal pertama, biasanya takabur. Yg msk jengkal kedua akan menjadi org tawadlu'. Dan barangsiapa yg msk jengkal ketiga akan mengetahui bahwa dirinya tidak tahu."
Pemilik ilmu jengkal pertama...sering merasa ilmunya adl segalanya... muncullah sikap meremehkan org lain, merasa dirinya paling berilmu...
Berhias dgn Keindahan Allah Tawadlu' dgn ilmu yg dimiliki... Jgn merasa lbh dari yg lainnya... Berhias dgn adab2 jiwa, menjaga diri, hilm (menahan marah), sabar, tenang, dan tunduk pada kebenaran.
Ada sebuah kisah dari seorang shahabat: Apabila keluar masjid, maka tangan kanannya menggenggam tangan kirinya. Ketika ditanya mengapa berbuat demikian...beliau menjawab "Aku takut bila tanganku berbuat kemunafikan." (maksudnya beliau takut tangannya berlenggang dgn kesombongan)... Intinya...ikhlas dalam beramal dan menjaga kerahasiaan amalannya.
Waktu tak pernah berjalan mundur. Detik demi detik terus melaju, mengiringi perjalanan umur manusia. Ajalpun bertambah dekat. Sedikit ilmu yg kita punya...lak layak disimpan...ditumpuk dirak buku... hingga berlapis debu tanpa diamalkan dlm kehidupan sehari2.
Ilmu tdk akan manfaat tanpa diiringi amal... Amalpun tiada berarti tanpa didasari dgn ilmu...
Labels: Manhaj, Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, March 02, 2005 | 5:32 PM
Ng-iklan
Alhamdulillah kajian rutin di batam sekarang dipindahkan ke Kantor Radio Hang FM yang ternyata dekat rumah. Bersamaan dgn itu, dibuka pula toko buku baru (yang insya Allah syar'i) di tempat yang sama...
dari hasil survey kilat... buku2 yang tersedia berasal dari beberapa penerbit: - Darul Falah - Darul Qalam - Darul Haq - At Tibyan - Pustaka At Tazkia - Pustaka Imam As Syafi'i - Pustaka Al Kautsar - Pustaka Arafah - Pustaka Azzam...dll dll
Ada juga majalah As Sunnah dan Nashirussunnah...buat yang suka pengkajian materi secara detail (*agak berat). Majalah Elfata...buat yang suka bacaan yg lbh ringan tapi ga kalah manfaat. Majalah Nikah dan Nabila...cocok buat yang sedang "menunggu" :D VCD rekaman kajian juga ada termasuk VCD daurah masyaikh (para murid syeikh Albany) yang baru2 ini diadakan di indonesia.
Kalau ada yang berminat nitip ikhwan, eh salah... nitip buku atau majalah, insya Allah bisa pesan lewat sms dengan onkos kurir 10% dari harga barang...(wehehehe...ga ding).
Labels: Dauroh dan Kajian
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 2:46 PM
Akankah disia2kan setiap malam ???
Di tulis sebagai rangkuman... insya Allah manfaat...
Sumber: "Tahajjud Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam" oleh: Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani [yang berkeinginan baca lebih lanjut silakan sms...recommended]
1. Pengertian Tahajjud Secara singkat, tahajjud artinya shalat malam sesudah tidur.
2. Hukum Shalat Tahajjud Hukumnya adl sunnah muakkad (dianjurkan dan ditekankan). Dalil2: Ketika Allah menyebutkan ciri2 hamba yan beriman dan bertakwa, Allah berfirman: "Dan org2 yang bersujud dan berdiri unk Tuhan mereka pd waktu malam." (Al Furqan: 64)
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada waktu sahur mereka minta ampun." (Adz dzariyat: 17-18)
"Lambung mereka jauh dari tempat tidur. Mereka berdoa kpd Tuhannya dgn penuh harap dan cemas dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kpd mereka. Seorang pun tdk mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yg disembunyikan unk mereka sbg balasan thdp amal yg dahulu mrk lakukan." (As Sajdah: 16-17)
"Dan org2 yang beristighfar pada waktu sahur." (Ali Imran: 17)
...masih banyak lagi...: Az Zumar: 9 Al Muzammil: 1-4 Al Isra': 79 Al Insan: 23-26 Qaf: 40 Ath Thur: 49
3. Keutamaan Tahajjud - Wujud rasa syukur Dari Aisyah radhiallahu'anha: "Sungguh Nabi shalallahu'alaihi wa sallam shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya. Aisyah berkata kpd beliau: 'Mengapa Engkau melakukan ini wahai Rasulullah, pdhl Allah telah mengampuni dosa2mu yg lalu dan yg akan dtg?' Beliau menjawab: 'Apa aku tdk ingin menjadi hamba yg sangat bersyukur?'." (HR Bukhari dan Muslim)
- Ganjarannya surga Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam dari Abdullah bin Sallam: "Wahai sekalian manusia sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah disaat manusia terlelap tidur pd saat malam niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan." (HR Bukhari dan Muslim)
- Allah memuji org yg suka shalat malam "Dan org2 yang bersujud dan berdiri unk Tuhan mereka pd waktu malam." (Al Furqan: 64)
- Allah menafikan persamaan antara mereka dgn org2 selain mereka "Apakah kalian wahai org2 musyrik yg lbh beruntung ataukah org2 yg dlm keadaan sujud dan berdiri penuh ketundukan pd waktu mlm hari krn mengkhawatirkan keselamatan akhirat dan mengharap rakmat Tuhannya? katakanlah: Apakah sama antara org yg mengetahui dan yg tdk mengetahui? Sesungguhnya hanya org2 yg berakal yg bisa mengambil pelajaran." (Az Zumar: 9)
- Merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa "Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam krn shalat malam itu merupakan kebiasaan org2 shales sblm kalian, ibadah yg mendekatkan diri kpd Tuhan kalian serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR At Tirmidzi, Al Hakim, dan Al Baihaqi)
- Merupakan shalat yg paling utama setelah shalat fardhu "Puasa plg utama setelah puasa Ramadlan adlh puasa di bulan Muharram, bulannya Allah. Sedangkan shalat yg paling utama setelah sholat wajib adl shalat malam." (HR Muslim)
Labels: Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, March 01, 2005 | 9:59 AM
Tinggalkan yang Tak Berguna
Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, beliau berkata: "Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sebagian tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna bagi dirinya." (HR Turmidzi, Malik, dan Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani) Kedudukan hadist: Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar "Hadist itu merupakan pondasi dari dasar2 akhlak yang sangat agung.
Kebaikan Islam: Apa yang dimaksud dgn kebaikan islam dlm hadist ini? Pendapat 1: Sebagian ulama menyatakan ihsanul islam (kebaikan islam) berarti menjalankan hal2 yang wajib dan berhenti/meninggalkan hal2 kemaksiatan. Pendapat 2: ihsanul islam berrati mencapai derajat ihsan (spt yang disebutkan dlm hadist Jibril)..."Anda beribadah kpd Allah seolah2 anda melihat Allah dan jika tidak maka anda merasa bahwa Allah melihat anda"
Diantara tandanya: Termasuk tanda kesempurnaan dan keistiqamahan seorang hamba, dia meninggalkan ucapan2 dan perbuatan2 yang tdk mendatangkan manfaat baginya. Allah berfirman: "Tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS: Qaf 18).
Dari Muadz Ibnu Jabal, bertanya kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah apakah kami dibalasi dgn apa yg kami ucapkan? Rasulullah menjawab: Celaka engkau, wajah2 manusia itu dibantingkan/disungkurkan didalam neraka (atau sabda beliau yg lain -hidung2 mereka-) hanya karena ucapan mereka."
An Nawawi rahimahullah menasehatkan dalam kitab beliau -Riyadus shalihin- bahwa seyogyanya seorang mukallaf menjaga lisannya dr segala bentuk ucapan kecuali yg mengandung kemaslahatan. Apabila percakapan itu sdh tdk mengandung kemaslahatan lagi maka yg sesuai sunnah adl menahan diri dari padanya. Karena pembicaraan yg awalnya mubah akan menyeretnya kpd ucapan2 haram dan dibenci.
Ucapan yg baik dan indah, atau berdiam diri menunjukkan kemulyaan kepribadian seorang muslim. Banyak bicara dan mengucapkan sesuatu yg tdk berguna hanya akan menodai kepribadian seorang muslm itu sendiri (juga mengikis kemulyaan didlm jiwa2 org lain).
meraji: Majalah Elfata vol 4. no10/2004Labels: Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|