Nasihat Menasihati...

>> Thursday, March 31, 2005

Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari

Etika Memberi Nasihat

1. Hendaknya ikhlas di dalam memberikan nasihat, tidak mengharap apapun di balik nasihat tsb selain keridhaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Dan hendaknya nasihat tsb bukan untuk tujuan riya' atau mendapat perhatian orang atau popularitas atau menjatuhkan orang yang diberi nasihat.

2. Hendaknya nasihat dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut dan mudah hingga dapat berpengaruh kepada orang yang dinasihati dan mau menerimanya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik dan debatlah ia dengan cara yang lebih baik". (An-Nahl: 125).

3. Hendaknya orang yang dinasihati itu di saat sendirian, karena yang demikian itu lebih mudah ia terima. Karena siapa saja yang menasihati saudaranya di tengah2 orang banyak maka berarti ia telah mencemarkannya, dan barangsiapa yang menasihatinya secara sembunyi maka ia telah menghiasinya.

Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Berilah aku nasihat secara berduaan, dan jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak; karena nasihat di tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak suka mendengarnya".

4. Hendaknya pemberi nasihat mengerti betul dengan apa yang ia nasihatkan, hendaknya ia berhati-hati dalam menukil pembicaraan agar tidak dipungkiri, dan hendaklah ia memerintah berdasarkan ilmu; karena yang demikian itu lebih mudah untuk diterima.

5. Hendaknya orang yang memberi nasihat memperhatikan kondisi orang yang akan dinasihatinya. Maka hendaknya tidak menasihatinya di saat ia sedang kalut, atau di saat ia sedang bersama rekan-rekannya atau kerabatnya. Dan hendaklah pemberi nasihat mengetahui perasaan, kedudukan, pekerjaan, dan problem yang dihadapi orang yang akan dinasihati itu.

6. Hendaknya pemberi nasihat menjadi teladan bagi orang yang akan dinasihati, agar jangan tergolong orang yang bisa menyuruh orang lain berbuat kebaikan sedangkan ia lupa terhadap diri sendiri.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman tentang Nabi Syu'aib: "Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang" (Hud: 88).

7. Hendaknya pemberi nasihat sabar terhadap kemungkinan yang menimpanya.
Luqman berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma'ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan sabarlah terhadap apa yang menimpamu". (Luqman: 17).

Luqman menyuruh anaknya untuk sabar terhadap kemungkinan yang terjadi karena ia memerintah orang lain mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Read more...

Al-Insyirah

>> Wednesday, March 30, 2005

Bukankan Kami telah melapangkan dadamu?
Dan Kami telah meringankan bebanmu,
Yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sungguh, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh2 (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmu lah hendaknya kamu berharap

Read more...

Calming down...

>> Thursday, March 24, 2005

1st year report, submitted
FYP students, released
Lab teaching for this semester, finished
Conference poster, printed
Chartered class, completed

Its gonna be a nice long weekend =D
ke Batam, yuk ke Batam...

Read more...

Iklan lagi...(Daurah rutin 3 bulanan)

>> Wednesday, March 16, 2005

Alhamdulillah insya Allah akan di selenggarakan lagi daurah di Batam besok Sabtu dan Ahad. Insya Allah kajiannya bisa didengarkan dari singapore, di 106 FM.

Bisa kirim sms untuk langsung bertanya ke ustadz pada akhir kajian di line telp: 0778 468 106, sms: 0852 6415 5346.

Read more...

Dan Para Setan pun ResaH

Gemuruh langkah2 setan terdengar mulai mendekat...
dan semakin dekat, semakin jelas.
Entah apa yg mereka jadikan alasan mengusir kami...
Ninja...teroris...antisosial...meresahkan masyarakat...

Sadarkah kalian...
Kami ini saudara seiman kalian...
Darah kami haram atas kalian...
Apakah kami lebih buruk dari sekelompok pelacur dan penjudi?

Tak ada semburat takut ataupun cemas pada wajah2 para ikhwah...
MasyaAllah...terheran2lah aku dgn ketakutanku sendiri
Dan sebuah bisikan menguatkan terdengar ditelinga...
"Sabar ukhti, jangan khawatir...Allah bersama kita"

******
Jangan usik kami. Biarkan kami berlari jauh, bersama dengan dien kami.

Read more...

Lecturer assistant...jangan diremehkan :P

>> Thursday, March 10, 2005

Diceritakan sesuai kronologi kejadian...

Dengan semangat mengajar, pagi2 saya sudah berada di lab, menyiapkan apa2 yg diperlukan, experiments manual, slides materi, marker, pointer, semua sudah. Yak, siap meluncur ke tempat saya harus mengajar.

Ketika menyusuri koridor B2, jreng...tiba2 pandangan saya tertumpu pada seorang laki2 dengan rambut acak2an, baju kusut alias lecek, celana hawai super pendek, menenteng beberapa lembar kertas dan pensil. Dia berjalan menuju arah yg berlawanan dengan arah saya berjalan.

Konsentrasi kembali terpusat pada emperiment yg akan saya jalankan. Akhirnya sampai juga di polymer lab. Hampir semua mahasiswa sudah duduk rapi dengan lab coat dan catatan mereka. Spt biasa, sblm experiment dimulai, saya cek dulu attendance list nya, apakah masih ada yg blm datang. Dan ternyata ada 1 mahasiswa yang masih belum datang. Maka saya putuskan untuk menunggu sebentar.

Setelah 10 menit tidak datang juga, akhirnya saya putuskan untuk memulai experiment.

Setelah 5 menit briefing berlangsung. Tiba2...srek...srek...srek... ada orang dengan penampilan asal2an dan langkah yang diseret2 pertanda malas, masuk ke ruangan. (hiyaaa, itu kan anak yg tadi ketemu di koridor)

Waduh...mulai panik, sedikit stress dan bingung (gimana ngga stress, anak itu dgn pedenya duduk didepan saya dgn penampilan spt itu. Celananya itu lho...huaaa)

Akhirnya dgn memantapkan hati, saya pun memberanikan diri untuk menegurnya didepan kelas. "Excuse me, could you please go back home, change you pants, and come back before 9 am! Otherwise I will not allow you to join my experiment"

Hihihi akhirnya, dia dengan malu dan sedikit takut keluar kelas cepat2. (ya iya...waktu itu sudah jam 8.45. Ga kebayang kalau dia tinggal di hall 11 nan ujung ituh, harus larilah dia dgn kecepatan tinggi biar bisa balik lagi jam 9am =P)

20 menit kemudian...
Dengan ngos2an, baju yg masih lecek plus celana panjang, anak tadi pun memasuki kelas lagi. takut-takut dia bertanya apakah masih boleh ikut experiment krn dia terlambat 5 menit. Dan saya pun membolehkannya hanya dengan sebuah anggukan. Saahhh...

*Makanya jgn anggap enteng seorang guru, walaupun kecil, tapi kan saya guru (apa coba) I have been fully authorized to take any decisions during my experiments. dzingg... :D

Read more...

Ilmu dan Amal

>> Tuesday, March 08, 2005

Dirangkum dari: Elfata Edisi I I/II/2002

Ilmu dan amal, keduanya hrs berjalan seimbang. Inilah yang membedakan umat Islam dgn Yahudi dan Nasrani. Yahudi dikenal kaya ilmu tapi miskin amal...sedangkan Nasrani sebaliknya, hobinya beramal tanpa ilmu.

Golongan pertama diberi gelar "al maghdhuub" artinya dimurkai Allah. Golongan kedua disebut "adh dhalliin" artinya org2 yang sesat.

Bagaimana dgn Islam? Mari kita "meretas" jejak para salafus shaleh, bagaimana mereka berilmu dan beramal.

Tawazun
Para asslafus shalih (Rasulullah shalalluhu'alaii wasallam dan para shahabat) adl org2 yg paling tawazun (seimbang), baik dlm berilmu maupun beramal. Amalan selalu menyertai ilmu yg mereka miliki.

Para shalafus shalih punya metode mempelajari Al Quran yang mengagumkan, ketika mereka telah mempelajari 10 ayat, mereka tdk beranjak ke ayat yg lain. Mereka pahami betul2 maknanya lalu mengamalkannya. Ya amalan tubuh, ya amalan hati. Sehingga ayat2 yg mulia itu tdk hanya berhenti di tenggorokan, ttp mampu menembus ruang hati.

Ilmu mereka berbekas
Bekas2 ilmu mereka nampak dlm kehidupan keseharian. Bibir mereka tak pernah kering, dzikrullah selalu menghiasi dan membasahinya. Lisan mereka begitu harum, tak ada perkataan kotor dan sia2. Itulah bukti kebenaran ilmu mereka, tak hanya menimbun ilmu dan jauh dari amal. Mereka berilmu sekaligus beramal. Amalan adalah wujud konkret dari ilmu. Itulah yg disebut Ilmun Nafi'un (ilmu yg bermanfaat).

Hebatnya Ibadah mereka
Generasi teladan biasa menunaikan kewajiban syariat dgn sungguh2, ikhlas dan sesuai syariat. Untuk sebuah kebaikan akhiratlah mereka saling berebut, bukan masalah harta. Saling berebut posisi salat di saf pertama, datang ke masjid jauh sblm waktu shalat tiba. Itu semua demi mendapatkan keutamaan shalat jamaah dan saf pertama.

Mereka tak puas dgn amalan wajib
Amalan sunnah pun tak disia2kan. Qiyamul lail adlh aktifitas harian yg tak pernah luput. Mereka tak sebatas mengetahui bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Mereka meyakini dan membenarkan kabar Rasulullah tsb dlm wujud amalan shalat malam. Keheningan malam itu mengiringi doa2 mereka kpd Allah.

Ilmu tdk membuat takabur
Kalau direnungkan, bisa jadi ilmu kita bertambah setiap hari, tapi sayang, lebih sering bekasnya tak terlacak dlm kehidupan sehari2. Khasyyatullah (rasa takut kpd Allah) tak kunjung hadir. Ilmu memang bertambah, tapi rasa takut kepada Allah seakan tak menyertai ilmu tadi. Padahal kata Imam Ahmad bin Hanbal: "Rasa takut itulah pokok dari ilmu."

Sadarkah kalau ilmu kita masih sangat sedikit dan terbatas? Janganlah memasukkan diri kedalam kelompok pemilik ilmu sejengkal. Ada kata2 bijak: "Ilmu itu ada 3 jengkal. Barangsiapa yg masuk jengkal pertama, biasanya takabur. Yang msk jengkal kedua akan menjadi orang tawadlu'. Dan barangsiapa yang masuk jengkal ketiga akan mengetahui bahwa dirinya tidak tahu."

Pemilik ilmu jengkal pertama sering merasa ilmunya adalah segalanya, muncullah sikap meremehkan org lain, merasa dirinya paling berilmu.

Berhias dgn Keindahan Allah, tawadlu' dgn ilmu yg dimiliki. Jangan merasa lbh dari yg lainnya. Berhias dgn adab2 jiwa, menjaga diri, hilm (menahan marah), sabar, tenang, dan tunduk pada kebenaran.

Ada sebuah kisah dari seorang shahabat: Apabila keluar masjid, maka tangan kanannya menggenggam tangan kirinya. Ketika ditanya mengapa berbuat demikian, beliau menjawab "Aku takut bila tanganku berbuat kemunafikan." (maksudnya beliau takut tangannya berlenggang dgn kesombongan). Intinya, ikhlas dalam beramal dan menjaga kerahasiaan amalannya.

Waktu tak pernah berjalan mundur. Detik demi detik terus melaju, mengiringi perjalanan umur manusia. Ajalpun bertambah dekat. Sedikit ilmu yg kita punya lak layak disimpan, ditumpuk dirak buku hingga berlapis debu tanpa diamalkan dlm kehidupan sehari2. Ilmu tdk akan manfaat tanpa diiringi amal. Amalpun tiada berarti tanpa didasari dgn ilmu.

Read more...

Ng-iklan

>> Wednesday, March 02, 2005

Alhamdulillah kajian rutin di batam sekarang dipindahkan ke Kantor Radio Hang FM yang ternyata dekat rumah. Bersamaan dgn itu, dibuka pula toko buku baru (yang insya Allah syar'i) di tempat yang sama.

Dari hasil survey sekilas, buku2 yang tersedia berasal dari beberapa penerbit:
- Darul Falah
- Darul Qalam
- Darul Haq
- At Tibyan
- Pustaka At Tazkia
- Pustaka Imam As Syafi'i
- Pustaka Al Kautsar
- Pustaka Arafah
- Pustaka Azzam...dll dll

Ada juga majalah As Sunnah dan Nashirussunnah buat yang suka pengkajian materi secara detail (*agak berat). Majalah Elfata, buat yang suka bacaan yg lebih ringan tapi ga kalah manfaat. Majalah Nikah dan Nabila...cocok buat yang sedang "menunggu" :D VCD rekaman kajian juga ada termasuk VCD daurah masyaikh (para murid syeikh Albany) yang baru2 ini diadakan di indonesia.

Kalau ada yang berminat nitip buku atau majalah, insya Allah bisa pesan lewat sms =)

Read more...

Akankah disia-siakan setiap malam?

Dirangkum dari buku: "Tahajjud Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam"
oleh: Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al Qahthani

1. Pengertian Tahajjud
Secara singkat, tahajjud artinya shalat malam sesudah tidur.

2. Hukum Shalat Tahajjud
Hukumnya adl sunnah muakkad (dianjurkan dan ditekankan). Dalil2: Ketika Allah menyebutkan ciri2 hamba yan beriman dan bertakwa, Allah berfirman: "Dan org2 yang bersujud dan berdiri unk Tuhan mereka pd waktu malam." (Al Furqan: 64)

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada waktu sahur mereka minta ampun." (Adz dzariyat: 17-18)

"Lambung mereka jauh dari tempat tidur. Mereka berdoa kpd Tuhannya dgn penuh harap dan cemas dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kpd mereka. Seorang pun tdk mengetahui kesenangan yang menyejukkan pandangan mata yg disembunyikan unk mereka sbg balasan thdp amal yg dahulu mrk lakukan." (As Sajdah: 16-17)

"Dan org2 yang beristighfar pada waktu sahur." (Ali Imran: 17)

Az Zumar: 9
Al Muzammil: 1-4
Al Isra': 79
Al Insan: 23-26
Qaf: 40
Ath Thur: 49

3. Keutamaan Tahajjud

- Wujud rasa syukur
Dari Aisyah radhiallahu'anha:
"Sungguh Nabi shalallahu'alaihi wa sallam shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya. Aisyah berkata kpd beliau: 'Mengapa Engkau melakukan ini wahai Rasulullah, pdhl Allah telah mengampuni dosa2mu yg lalu dan yg akan dtg?' Beliau menjawab: 'Apa aku tdk ingin menjadi hamba yg sangat bersyukur?'." (HR Bukhari dan Muslim)

- Ganjarannya surga
Hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam dari Abdullah bin Sallam: "Wahai sekalian manusia sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah kekerabatan, dan shalatlah disaat manusia terlelap tidur pd saat malam niscaya kau masuk surga, kampung keselamatan." (HR Bukhari dan Muslim)

- Allah memuji org yg suka shalat malam
"Dan org2 yang bersujud dan berdiri unk Tuhan mereka pd waktu malam." (Al Furqan: 64)

- Allah menafikan persamaan antara mereka dgn org2 selain mereka
"Apakah kalian wahai org2 musyrik yg lbh beruntung ataukah org2 yg dlm keadaan sujud dan berdiri penuh ketundukan pd waktu mlm hari krn mengkhawatirkan keselamatan akhirat dan mengharap rakmat Tuhannya? katakanlah: Apakah sama antara org yg mengetahui dan yg tdk mengetahui? Sesungguhnya hanya org2 yg berakal yg bisa mengambil pelajaran." (Az Zumar: 9)

- Merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa
"Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam krn shalat malam itu merupakan kebiasaan org2 shales sblm kalian, ibadah yg mendekatkan diri kpd Tuhan kalian serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR At Tirmidzi, Al Hakim, dan Al Baihaqi)

- Merupakan shalat yg paling utama setelah shalat fardhu
"Puasa plg utama setelah puasa Ramadlan adlh puasa di bulan Muharram, bulannya Allah. Sedangkan shalat yg paling utama setelah sholat wajib adl shalat malam." (HR Muslim)

Read more...

Tinggalkan yang Tak Berguna

>> Tuesday, March 01, 2005

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, beliau berkata: "Rasulullah
shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sebagian tanda baiknya keislaman seseorang
adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna bagi dirinya." (HR Turmidzi,
Malik, dan Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Kedudukan hadist:
Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar "Hadist itu merupakan pondasi dari dasar2 akhlak yang sangat agung.

Kebaikan Islam:
Apa yang dimaksud dgn kebaikan islam dlm hadist ini?

Pendapat 1: Sebagian ulama menyatakan ihsanul islam (kebaikan islam) berarti menjalankan hal2 yang wajib dan berhenti/meninggalkan hal2 kemaksiatan.

Pendapat 2: ihsanul islam berrati mencapai derajat ihsan (spt yang disebutkan dlm hadist Jibril)..."Anda beribadah kpd Allah seolah2 anda melihat Allah dan jika tidak maka anda merasa bahwa Allah melihat anda"

Diantara tandanya:
Termasuk tanda kesempurnaan dan keistiqamahan seorang hamba, dia meninggalkan ucapan2 dan perbuatan2 yang tdk mendatangkan manfaat baginya. Allah berfirman: "Tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS: Qaf 18).

Dari Muadz Ibnu Jabal, bertanya kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah apakah kami dibalasi dgn apa yg kami ucapkan? Rasulullah menjawab: Celaka engkau, wajah2 manusia itu dibantingkan/disungkurkan didalam neraka (atau sabda beliau yg lain -hidung2 mereka-) hanya karena ucapan mereka."

An Nawawi rahimahullah menasehatkan dalam kitab beliau -Riyadus shalihin- bahwa seyogyanya seorang mukallaf menjaga lisannya dr segala bentuk ucapan kecuali yg mengandung kemaslahatan. Apabila percakapan itu sdh tdk mengandung kemaslahatan lagi maka yg sesuai sunnah adl menahan diri dari padanya. Karena pembicaraan yg awalnya mubah akan menyeretnya kpd ucapan2 haram dan dibenci.

Ucapan yg baik dan indah, atau berdiam diri menunjukkan kemulyaan kepribadian seorang muslim. Banyak bicara dan mengucapkan sesuatu yg tdk berguna hanya akan menodai kepribadian seorang muslm itu sendiri (juga mengikis kemulyaan didlm jiwa2 org lain).

Maraji': Majalah Elfata vol 4. no10/2004

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP