|
Thursday, April 28, 2005 | 8:34 AM
SaRApaN PaGi
{iseng mode} Pagi2 ke kampus...sampe kantin celingak celinguk...sarapan apa ya?
Di kantin kampus hanya ada 2 food stall yg boleh di beli...Indian dan Muslim Food. Untuk sarapan, martabak dan prata Indian food ok juga ... tapi udah bosen... Kalau diingat2, kira2 sudah selama 2 bulan terakhir ini saya sarapannya prata terus, sampai2 yg jualan udah hafal. Setiap pagi cukup saya berdiri didepan stallnya tanpa bilang apa2...bapak india nya udah langsung bungkusin 1 plain prata tanpa kari, tapi pake gula...hehe. Pede banget deh bapaknya, untung aja saya emang mau beli prata.
Kalau muslim food, banyak juga pilihan untuk sarapan, ada bihun goreng, mie goreng, kwee tiau goreng, nasi lemak, sama jajanan2 kecil. Tapi lebih seringnya saya tidak tertarik dgn itu semua...mungkin krn terlalu berminyak.
Akhirnya, pagi ini berpikir untuk beli minum aja...dan spt biasa...jasmine tea (setelah bosan dgn milo, skrg saya ikut tergabung dalam rombongan penggemar jasmine tea bersama dgn 4D yang lain (Dini, Dita, Dea, D'intan) =D).
Eh pas berdiri di depan drink stall...tiba2 mata ini tertumpu pada tumpukan mangkok2 plastik berisi tahu putih2... Wah...itu...itu...apa ya namanya...penasaran...namanya apa ya? duh kok lupa... Setelah berusaha keras mengingat2....soya...soya...soya bean...(masih mengingat2...ada kata terakhir yg lupa)...soya bean curd, iya soya bean curd...waaaa udah lama ngga ketemu...dan akhirnya...sarapan pagi ini pun dgn soya bean curd =D...(walopun saya tidak suka soya bean -saja- tanpa -curd-).
 Soya Bean Curd is also known as "Tao Huay" to Singaporeans. It's the soft soya bean dessert soaked in a bowl of sugared water. The best bean curd can be so soft and gentle, it rolls right off your tongue with a slurp! YUMMY!
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, April 27, 2005 | 4:54 PM
Wafatnya Syeikh Albani
Sumber: Milist Assunnah (selengkapnya di http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/17660) Penulis: Abu Abdurrahman Muhammad Al Khatib
Pada hari ini Sabtu 2 oktober 1999 ribuan bahkan jutaan orang menangis, mereka menangis karena mendengar sebuah berita duka, yang merupakan musibah besar dengan wafatnya seorang Imam besar. -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berita duka ini sampai kepadaku seusai shalat ashar hari ini dari istri beliau rahimahullah. Dengan serta merta aku menuju rumah sakit tempat beliau dirawat. Disana aku jumpai istri dan putra beliau Abdul Lathif yang menemani beliau selama masa perawatan.
Setelah masuk kamar tiba-tiba kusaksikan dihadapanku jasad Syaikh rahimahullah yang telah ditutup dengan selembar kain, dibaringkan diatas sebuah tempat tidur. Air mataku mengalir tidak mampu menahan tangisan atas kepergiannya. Kubuka wajahnya yang bercahaya lalu kucium keningnya. Kami mengangkat jasadnya untuk dimuat disebuah mobil milik salah seorang teman, lalu membawanya ke rumah duka.
Ikut bersama kami di mobil jenazah, putra beliau Abdul Lathif. Ia sangat sedih dan banyak mengucurkan air mata. Kami menghibur dan menasihatinya untuk bersabar. Ia hanya memandang kami sedang kedua matanya meneteskan air mata yang banyak.
Abdul Lathif menceritakan kondisi ayahnya sehari sebelum wafat, ia berkata: Hingga kemarin dalam kondisi sakitnya yang semakin parah ayah masih sempat berkata: "Berikan kitab shahih sunan Abi Dawud!!"
Aku katakan: "Subhanallah (Maha suci Allah), semoga Allah swt membalas kebaikanmu ya Syaikh. Sungguh engkau telah hidup sepanjang usiamu, siang dan malam, engkau membela Sunnah Rasulullah hingga akhir hidupmu. Dalam kondisi tidak mampu menegakkan punggungmu, aku melihatmu menyuruh putra atau cucu-cucumu menulis, tanpa mengenal sakit dan tidak pula mengeluhkan kesakitanmu. Semua itu tiada lain kecuali anugerah dan keutamaan dari Allah swt yang diberikan kepadamu, maka Dia-lah yang maha pemberi karunia dan keutamaan".
...
Demikian sang Imam dan tokoh ini kembali kepada Rabbnya Tabaraka wata'ala dengan meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat, tergores di sela-sela ratusan karya tulisnya yang kemudian Allah mentakdirkannya diterima di seantero dunia bahkan sebagiannya telah diterjemahkan ke beragam bahasa di dunia ini. Demikian pula beliau telah meninggalkan sejumlah muridnya yang berjalan diatas manhaj salaf yang dianutnya selama hidup beliau. Semoga dengan pertolongan Allah swt merekapun akan berjalan diatasnya hingga datangnya ajal.
Labels: Ulama
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 26, 2005 | 5:59 PM
Tak Lagi "Bertemu-Untuk-Berpisah"
Alhamdulillah... Status: #offered admission# Insya Allah ngga lama lagi bisa melihat suami setiap hari =D
*jadi terpikir untuk pulang wonogiri lagi...hiyaaa*
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Monday, April 25, 2005 | 5:06 PM
Masalah Iraq, Palestina, ...
Diambil dari Rekaman Kajian Ust. Yazid Abdul Qadir Jawaz "Prinsip2 Dasar Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah" (tersedia rekamannya) (jawaban ini Insya Allah senada dgn apa yg disampaikan oleh Ust. Mubarok pada Daurah di Batam kemarin ketika ditanya mengenai isu bahwa Masjidil Aqsa sedang dalam ancaman bahaya)
Ust Jazid ditanya: Bagaimana tentang masalah Iraq, Palestina...?
Ust. menjawab: Ikhwan fiddien a'azzakumullah, bahwa ttg masalah ini yg menentukan adalah ulama, bukan saya, bukan ustadz, bukan da'i.
Disini saya perlu memberi suatu penjelasan bahwa ketika ada suatu nazilah (musibah) yg menimpa kaum muslimin, kita melihat dgn 2 hal.
1. Melihat dgn 'ainul qadar Bahwa semua yg terjadi dilangit dan dibumi dan apa yg menimpa pada diri kita, yg menimpa kpd kaum muslimin, semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahuwata'ala 50ribu thn sblm Allah menciptakan langit dan bumi. Itu sudah dicatat oleh Allah. "Tidak ada yg menimpa kamu dimuka bumi ini melainkan Allah sudah catat di Lauh Mahfud." (QS...) Jadi semua yg menimpa kaum Muslimin yg terjadi dimana saja; di Iraq, Palestina, Afganistan, maupun Chechnya semuanya berjalan dengan takdir Allah. Dan takdir Allah ini hikmahnya luar biasa banyaknya, ratusan..., yang kita blm tahu tentang hikmah itu.
2. Melihat dgn 'ainusy syara'
(a) Bahwa terjadinya adl berkaitan dgn asbab Sebab musibah yg menimpa kaum muslimin adalah dgn sebab2 berikut diantaranya: perbuatan dosa yg mereka lakukan atau adanya penguasa yg dholim atau adanya kesyirikan atau adanya ma'siat. "Dan apa saja musibah yg menimpa kalian itu adl sgn sebab tangan2 kalian dan Allah banyak memberikan maaf." (QS...)
(b) Melihat bahwa ketika tjd musibah/peperangan itu, siapa yg berhak untuk mengatakan, menjelaskan masalah ini? hrslah jelas...bukan setiap orang, bukan setiap da'i naik mimbar lalu mengatakan kita hrs jihad. Jihad itu bukan haq kita, bukan haq antum, tetapi adalah haqnya ulil amri. Dalam prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah, bahwa kita berjihad (dan kita haji) adl bersama ulil amri (terlepas dr apakah mereka org2 baik atau jahat). Jadi ttg jihad ini hrs ada ulil amri, bukan satu per satu dan bukan org per org. Ulil amri lah yg seharusnya berbicara masalah ini dan ulama lah yg seharusnya menjelaskan masalah ini. Jadi bukan tiap pribadi dan bukan setiap da'i berbicara masalah Iraq menurut pendapatnya, menurut koran, menurut majalah, menurut berita (dr Yahudi)...tidak benar seperti itu.
Jadi yg menentukan nazilah adalah ulama, maka ada istilah Fiiqunnawazil (fiqh ttg nazilah). Jadi antum hrs faham. Jika antum bertanya kpd saya (ustadz/da'i), maka saya tdk bisa jawab, hrslah kita tanyakan kpd para ulama. Jawaban ulama tsb lalu dibacakan kpd ummat, jadi tidak gampang menjelaskannya atau sekedar berpendapat.
Jika ditanyakan, lalu bagaimana sikap kita? apakah membantu kaum muslimin? ya tentu saja semua kaum muslimin kita bantu, jelas...kaum muslimin yg betul2 lemah dan butuh pertolongan seharusnya dibantu.
Ttp perlu antum ketahui, bahwa di Iraq itu Saddam sendiri adl penguasa yg dholim, dan partainya adl org2 yg tidak sholat dan tidak puasa. Bagaimana kita bisa mendoakan org yg spt itu? sholat saja tidak. Kemudian, pemerintahan Iraq adl sekuler dan 60% penduduk Iraq adalah syi'ah, hanya sedikit saja muslim yang sunni. Lalu jika ditanya, apakah boleh kita mendoakan mereka? boleh saja mendoakan, ttp tentang qunut nazilah...nanti dulu. Karena ulama berbeda pendapat dlm masalah ini. Kita lihat dahulu bagaimana penjelasan para ulama.
Syeikh Utsaimin berpendapat bahwa qunut nazilah adalah ulil amri yg menentukan. Jadi boleh kita doakan kaum muslimin, tetap mereka kita doakan, ttp tdk mesti dgn qunut nazilah.
Menurut DR. Sholeh bin Abdul Aziz Alu Syeikh (mentri agama saudi arabia sekarang, seorang yang dipuji kesholehannya oleh para ulama), mengatakan bahwa qunut nazilah itu ada pada jaman Rasulullah, ada di masjidnya Rasulullah, tidak dimasjid di kampung2 lain, artinya ulil amri lah yg menentukan qunut nazilah.
Wallahu'alam.
Labels: Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 19, 2005 | 9:16 AM
Kajian Islam Ilmiyyah
Iklan...iklan... Bagi ikhwan yang bisa hadir, insya Allah bisa diusahakan tempat dgn fasilitas seadanya untuk 4 orang. Bagi ikhwan/akhwat yg menginginkan rekamannya...silakan sms, insya Allah direkamkan (tentunya dgn ijin para Ustadz).
 Labels: Dauroh dan Kajian
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 8:38 AM
Tuntunan Sujud...
Dicuplikkan dari: http://www.assunnah.mine.nu Bab: Kajian tentang Wudhu dan Sholat 02 Oleh: Ust. Mubarok
Semoga bermanfaat dan menambah semangat unk memperbaiki dan menyempurnakan sujud kita...=)
Ust. Mubarak dlm kajiannya berkata (dicuplik dari bagian sujud saja): ...(setelah menjelaskan bagian2 sholat sebelum sujud)... Kemudian sujud... Sujud itu, dgn yg wajar2 saja. Jangan ada yang sujud seperti org push up, mau push up tahu??? Sampai gemetar...tgnnya gemetar... Karena apa? terlalu dibuka, dipanjangkan...dipanjangkan kakinya.
Lha ini ndhak ada tuntunannya. Bahkan bid'ah spt itu..., ya!! Intinya dlm sujud, hrs sujud diatas anggota yg 7. 2 telapak tangan, 2 lutut, kemudian jari-jari kaki dua2 nya, dan ini satu...dihitung (jidat dan hidung jadi 1). jadi...tujuh... "Aku diperintahkan oleh Allah untuk sholat diatas 7 anggota badan", ini kata Nabi 'Alaihisshalatuwasallam.
Jari2 tangannya dirapatkan waktu sujud itu, diletakkan tidak boleh melebihi telinganya... Jadi tidak dipanjangkan sampai melebihi kepalanya..., ya?!!?...tidak!!... Tapi sejajar dgn telinganya. ... Kemudian jari2 kaki ditegakkan, dirapatkan, tidak dipisahkan, kemudian ditekan jari2 kakinya. ... Kemudian hal2 yang penting dalam sujud: Antara tangan dgn badan bagian samping hrs terpisah, demikian pula saat ruku'. Kemudian antara paha dgn perutnya juga hrs terpisah, tapi terpisahnya tdk seperti org push up...ingat!!! terpisahnya tdk seperti org push up... Juga jgn spt orang kebelet...(dijepit). Jadi yg wajar2...yg sepantasnya...enaknya bagaimana anda itu...
...Wallahuta'ala 'Alam...Labels: Ibadah, Sholat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, April 14, 2005 | 4:06 PM
Seputar Haid dan Mengqadha Sholat
Sumber: Fatwa-Fatwa Tentang Wanita (penyusun: Amin bin Yahya Al-Wazan, penerbit: Darul Haq) Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan: (1) Apakah hukumnya jika seorang wanita mendapatkan haidh beberapa saat setelah masuknya waktu shalat, apakah wajib baginya untuk mengqadha shalat itu pada saat suci?
(2) Begitu juga jika seorang wanita mendapatkan kesuciannya beberapa saat sebelum habisnya waktu shalat, wajibkah ia melaksanakan shalat itu ?
Jawaban: (1) Jika seorang wanita mendapatkan haidh beberapa saat setelah masuknya waktu shalat dan ia belum melaksanakan shalat itu sebelum datangnya haid maka wajib baginya untuk mengqadha shalat itu jika ia telah suci.
Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam: "Barangsiapa yang dapat melakukan satu rakaat dari suatu shalat maka berarti ia telah mendapatkan shalat itu".
Dan jika seorang wanita telah memasuki waktu shalat sekedar satu rakaat, kemudian ia mendapatkan haidh sebelum melakukan shalat itu maka diharuskan baginya untuk mengqadha shalat itu jika ia telah suci.
(2) Jika ia mendapatkan kesuciannya dari haidh beberapa saat sebelum habisnya waktu shalat, maka wajib baginya untuk mengqadha shalat itu, walaupun ia mendapatkan kesuciannya beberapa saat sebelum terbitnya matahari sekadar waktu yang cukup untuk satu rakaat, maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat Shubuh.
Begitu pula jika ia mendapatkan kesuciannya beberapa saat sebelum terbenamnya matahari sekadar waktu yang cukup untuk satu rakaat maka wajib baginya untuk shalat Ashar.
Jika ia mendapatkan kesuciannnya sebelum pertengahan malam sekadar waktu yang cukup untuk satu rakaat maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat Isya.
Jika ia mendapatkan kesuciannya beberapa saat sesudah pertengahan malam maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat Isya dan diwajibkan baginya untuk melaksanakan shalat Shubuh jika telah datang waktu shalat Shubuh.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman". (An-Nisa': 103-104)
Yakni, shalat yang wajib itu ditentukan oleh waktu yang terbatas, yang mana tidak boleh baginya untuk melaksanakan shalat jika telah habis waktunya, juga tidak boleh melaksanakan shalat sebelum tiba waktunya.Labels: Ahkam, Fatwa Ulama, Ibadah, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 12, 2005 | 11:41 AM
Waktu Yang Paling Afdhal Untuk Melaksanakan Shalat
Sumber: milis assunnah (Disalin dari buku Majmu' Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Bab Ibadah, hal. 333-335, Pustaka Arafah)
Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Manakah waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat? Apakah shalat diawal waktu itu lebih afdhal?
Jawaban: Melaksanakan shalat sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh syar'i adalah lebih sempurna oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya: "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: Shalat tepat pada waktunya." [1]
Beliau tidak menjawab -shalat pada awal waktu- dikarenakan shalat lima waktu ada yg sunnah untuk didahulukan pelaksanaannya dan ada yg sunnah untuk diakhirkan. Misalnya shalat isya', sunnah untuk mengakhirkan pelaksanaannya sampai 1/3 malam.
Maka apabila seorang wanita bertanya mana yang lebih afdhal bagi saya, saya shalat isya' ketika adzan isya' atau mengakhirkan shalat isya' sampai 1/3 malam? Jawabannya: Yang lebih afdhal adl kalau dia mengakhirkan shalat isya' sampai 1/3 malam, karena pada suatu malam Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya' sehingga para shahabat berkata: 'Wahai Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur, lalu beliau keluar dan shalat bersama mereka kemudian bersabda: "Sesungguhnya inilah waktu yang paling tepat (untuk shalat isya') kalaulah tidak memberatkan umatku." [2]
Demikian pula dianjurkan bagi para laki-laki muslimin yaitu laki-laki yang mengalami kesulitan di saat bepergian. Mereka berkata: Kami akhirkan shalat atau kami dahulukan? Kita jawab: Yang lebih afdhal hendaknya mereka mengakhirkan.
Demikian pula kalau sekelompok orang mengadakan piknik dan waktu isya' telah tiba, maka yang lebih afdhal melaksanakan shalat isya' pada waktunya atau mengakhirkannya? Kita menjawab: Yang paling afdhal hendaklah mereka mengakhirkan shalat isya' kecuali kalau mengakhirkannya mendapat kesulitan. Shalat subuh, dhuhur, ashar, dan maghrib, hendaknya dikerjakan pada waktunya kecuali ada sebab-sebab tertentu.
Adapun shalat fardhu selain shalat isya' dilaksanakan pada waktunya lebih utama kecuali ada sebab-sebab tertentu untuk mengakhirkannya. Adapun sebab-sebab tertentu antara lain:
(1) Apabila cuaca terlalu panas maka yang paling afdhal mengakhirkan shalat dhuhur pada saat cuaca sudah lebih dingin, yaitu mendekati waktu shalat ashar; sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apabila cuaca sangat panas maka carilah waktu yang dingin untuk shalat, karena hawa panas itu berasal dari hembusan neraka jahannam." [3]
Adapun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat safar, Bilal berdiri untuk adzan maka Rasulullah bersabda: "Carilah waktu dingin." [4] Kemudian Bilal berdiri lagi untuk adzan, Rasulullah mengizinkannya.
(2) Seorang yang mendapatkan shalat berjama'ah diakhir waktu sedangkan diawal waktu tidak ada jama'ah, maka mengakhirkan shalat lebih afdhal.
Contohnya seperti seseorang yang telah tiba waktu shalat sedangkan ia berada di daratan, ia mengetahui akan sampai ke satu desa dan mendapatkan shalat berjama'ah diakhir waktu, maka manakah yang lebih afdhal ia mendirikan shalat ketika waktu shalat tiba atau mengakhirkannya sehingga ia shalat secara berjama'ah? Kita katakan: Sesungguhnya yang lebih afdhal mengakhirkan shalat sehingga mendapatkan shalat secara berjama'ah, yang kami maksudkan mengakhirkan disini demi hanya untuk mendapatkan shalat berjama'ah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------ [1] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqit, bab Fadhul Shalat Liwaktiha,dan Muslim. Kitabul Al-Iman, bab Launul Iman billahi Ta'ala afdahl Al-Amal. [2] Hadits Riwayat Muslim. Kitabul Masyajidi, bab Waktul isya' wa takhiruka. [3] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi dhuhrifi siddatil harri, dan Muslim, Kitabul Masajid, bab Istihbab Al-Ibrad didhuhuri. [4] Hadits Riwayat Bukhari, Kitabul Mawaqiti Shalat, bab Al-Ibrad bi dhuhurifi safar, dan Muslim. Kitabul Masajidi, bab Istihbab Al-Ibrad bi dhuhuri fisiddatil harri.Labels: Ibadah, Sholat
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 11:14 AM
Persiapan mempertebal muka...
Percakapan dgn seorang "mbak" yang mukanya juga perlu dipertebal dlm waktu dekat ini...
D: mbak-e...assalamu'alaikum.... M: iyah? wa'alaikumussalam. ono opo dhek? D: ora ono opo2....hehe... M: lha... D: Mbak-e kapan dibantai? M: insyaAllah kemis sesuk D: aku teko yo...tak support wes...hehehe M: wekekekkee... sembawang... D: ndhek ruang endi? M: meeting room D jam 2 siyang D: otreee deh... M: melihat "pembantaian" D: hehe tenang2... M: pembantaiku serem he.. D: ho oh tah? M: hahahaha... iya, tak tenang2ke... D: kpn latian dibantai? M: latian dibantai engko awan nang kantor, karo tim ku D: ok ok. sip2 M: pembantaianmu kapan dhek? D: aku 18 april. jam 2 siyang juga. M: lha.. minggu ngarep-e yo. sip sip... D: ho oh... M: terbuka untuk umum ? D: iya. terpaksa weekend ini ndhak dhines dulu. M: teko yoooo...mensupport... D: hehe...wah...nek iki pembantaian tenan mbak-e. ya...boleh2. M: disupporteri...biar pembantainya rada2 sungkan D: hahahahaa M: arep mbantai, kok akeh uwong, trus gak sido D: hehe, iyo semoga M: iyo... cuek ae paling yo, koyok nek melu american idol. masiyo digabruk2no, tetep cuek. iyooo... D: hehehehe M: mari kite same2 berlatih.. cuwek cuwek D: yo yo yo...hehehe. ya wes...ndang disiapin lagi...cueknya... M: siiippp... sami2.....
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, April 07, 2005 | 4:10 PM
Inilah tanda2 kekuasaan ALLAH bagi kaum yang berfikir...
Pernah melihat atom? Baru kemarin saya melihat atom2 Silicon secara langsung...menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) (perbesaran 1.2 juta kali).
Subhanallah...atom2 dgn diameter 5 Angstrom (1/10 milyar meter) tersebut tersusun dgn begitu rapi, tanpa cacat...Satu persatu duduk di posisi equilibrium mereka dgn jarak yang sama...sehingga berada di energy state yang paling rendah dan stabil...
Single crystal Silicon ...kunci utama pembuatan transistor...yang menjadi inti dari IC (integrated circuit)...yang akhirnya menjadi otak dari sebuah komputer...Subhanallah...
Dan ketika ditambahkan Oxygen kedalamnya...berubahlah strukturnya dari "single crystal" menjadi "tidak beraturan" atau "amorphous" sehingga menjadi transparan dan disebut SiO2...atau "glass".... Glass? kaca? iya, benar...kaca atau cermin yg kita pakai...itu SiO2...
Allahu Akbar...Maha besar bagi Sang Penciptanya... Segala Puji hanya milik Allah...Rabb semesta alam...
 My own very first TEM picture...
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati. Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." [Al-Ahqaf: 33].
"Dan Tidaklah Rabb yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui, Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah! ' maka terjadilah ia." [Yasin: 81-82].
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?" Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertaqwa?" Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dililndungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?" [Al Mu'minuun: 84-89]Labels: Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 05, 2005 | 12:15 PM
Batas akhir shalat isya
Sumber: Asy-syariah online.
Pertanyaan: sebenarnya batas akhir shalat Isya itu kapan, karena sering ana lihat teman ana shalat Isya sampai jam 03.00 pagi bahkan sudah mendekati fajar?
Jawab: (oleh Al Ustadz Luqman Baabduh) Para ulama berbeda pendapat tentang batasan akhir shalat Isya': Pendapat 1, batas akhir waktu shalat Isya adalah sampai dengan 1/4 malam yang pertama. Pendapat 2, batas akhir waktu shalat Isya adalah sampai dengan 1/3 malam yang pertama. Pendapat 3, batas akhir waktu shalat Isya adalah sampai dengan pertengahan malam. Pendapat 4, batas akhir waktu shalat Isya adalah sampai terbit fajar yang kedua.
Dari sekian pendapat ini, yang paling rajih (kuat) insya Allah adalah pendapat ketiga, yaitu pendapat yang menyatakan bahwa batas akhir waktu shalat Isya adalah hingga pertengahan malam. Hal ini didasarkan pada hadits Abdillah bin 'Amr bin Al 'Ash, yang diriwayatkan Al Imam Muslim, bahwa Rasulullah bersabda:"...dan akhir dari waktu shalat Isya adalah sampai dengan pertengahan malam." (HR. Muslim no.172)
Apa yang terkandung dalam hadits ini tidaklah bertentangan dengan hadits Ibnu 'Abbas, sebagaimana yang diriwayatkan At Tirmidzi dan Abi Daawud, bahwa Rasulullah bersabda: "Dan akhir dari waktu shalat Isya adalah setelah mencapai 1/3 malam (yang pertama)." (HR Abu Tirmidzi dan Abu Dawud)
Hal ini dikarenakan sepertiga malam yang pertama, masih merupakan bagian dari setengah malam yang disebutkan dalam hadits Abdillah bin 'Amr bin Al 'Ash, sebagaimana telah disebutkan oleh Al Imam As Syaukaani dalam kitabnya Ad Daroori Al Mudhiiah, jilid I hal. 175-176.
Adapun tentang pendapat yang menyatakan bahwa batasan akhir waktu shalat Isya sampai terbitnya fajar kedua, maka telah berkata Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari jilid II hal. 244: Aku tidak mendapatkan adanya satu hadits pun yang jelas dan shahih, yang menjelaskan bahwa waktu akhir shalat Isya adalah sampai terbitnya fajar kedua.
Begitu pula Al Imam Al Bukhari telah menyebutkan dalam shahihnya; Baab Waqtil 'Isyaa'i ilaa Nishfil Laili yaitu bab yang menjelaskan tentang waktu akhir shalat Isya, bahwasanya waktu akhir shalat Isya adalah sampai pertengahan malam. Untuk lebih lengkapnya mengenai bantahan atas pendapat yang menyatakan bahwa waktu Isya berlanjut hingga terbit fajar kedua, maka dapat dilihat dalam Kitab Tamaamul Minnah hal. 141-142 yang ditulis As Syaikh Al Albani. Wallahu a'lamu bisshawaab.Labels: Ibadah, Sholat
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 12:04 PM
Hakikat umur
(dari: Mawa'izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35) Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu."
"Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu."
"Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?"
"Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu."
Labels: Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Friday, April 01, 2005 | 12:00 PM
Ups and Down...
Terkadang jalan yang kita lalui bisa segersang ini... tandus, panas, kasar, terjal, dan terasa begitu panjang... Tapi diputaran berikutnya, bisa jadi kita sudah berada di jalan yang damai spt ini...hijau, sejuk, tenang, bahagia...
"Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya" [Ath-Thalaq: 3]
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|