|
Monday, September 26, 2005 | 2:57 PM
Masjid dengan makam
Saya baru saja mendapat informasi mengenai masjid2 di Singapore yang ada makamnya dari seorang akhwat di sini. Alhamdulillah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi ikhwah sekalian yang bermukim di Singapore.
Berikut kutipan message nya: " Please be aware that masjid Sultan, Wak Tanjong, Habib Noor, and Ba'alwi have grave inside. Haram to solat in them. Astaghfirullah. Please be careful if solat at local masjid, especially the old ones and those from wakaf land. Wallahu'alam."
Mengenai larangan solat di masjid yang ada kuburnya, silakan lihat di sini: 1. http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=682&bagian=0 2. http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=643&bagian=0Labels: Tauhid
posted by Ummu Khansa-Syifa
Sunday, September 25, 2005 | 6:51 AM
Wahabi adalah Wahabi...
Abu Syakir 12-SEP-2005
Aku pernah menasihatkan, rujukan kita adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku katakan, hadist hendaklah dipastikan sahih dari Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku coba amalkan ibadahku mengikuti cara Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku coba amalkan solat mengikuti cara Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku nasihatkan bahwa amalan itu dan ini bukan dari Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku katakan banyak guru-guru sekarang ini tidak mengajar dengan kaedah yang benar Lalu aku dipanggil Wahabi Aku bertanya pada seorang guru, apakah dalil itu sahih untuk aku ikuti Lalu aku dipanggil Wahabi Aku katakan agama ini tidak harus semuanya mengikut as-Syafi'i Lalu aku dipanggil Wahabi Aku katakan, khurafat, syirik dan bid'ah adalah dilarang oleh Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi Aku katakan amalan khusus Nisfu Sya'ban bukan ajaran Nabi Lalu aku dipanggil Wahabi
Aku pun jadi bertanya, siapakah sebenarnya Wahabi? Kata mereka Wahabi adalah Wahabi Aku bertanya lagi, siapakah sebenarnya Wahabi? Kata mereka Wahabi adalah Wahabi Aku semakin bingung siapa itu Wahabi
Namun ... Jika benar Wahabi adalah yang hendak mengikuti sunnah Nabi... Biarlah aku dipanggil Wahabi Jika benar Wahabi yang melarang khurafat, syirik dan bid'ah dari diikuti... Biarlah aku dipanggil Wahabi Jika Wahabi hanya beramal dengan amalan yang sahih dari Nabi... Biarlah aku dipanggil Wahabi Aku ingin mendapat keridhaan dari Ilahi Biarlah aku dipanggil Wahabi Semoga di akhirat bersama Nabi aku berdiri Biarkan aku dipanggil Wahabi Aku hanya inginkan syafaat Nabi untuk syurga yang kekal abadi Biarlah aku terus dipanggil Wahabi
(jadi ingat postingan Abu Althaf "Sinau Ngger!!!", ayo ...sinau ...sinau ngger...}
Labels: Manhaj
posted by Ummu Khansa-Syifa
Sunday, September 18, 2005 | 10:09 AM
The Pious Wife & The Righteous Husband
Nice poems (MasyaAllah) shared by my (new) sister out there in Teck Whye who is in the manhaj of as-salaf-us-salih alhamdulillah...
Thanks to Ameenah bintu Shari...(You're rite, they're inspiring poems that make me ponder about my role as a wife...=)) Hopefully these can benefit others as well. The poems are taken from salafitalk.net
~The Pious Wife~ by Abu Jameelah
Marriage to her is one half of the deen, The benefit Allah has put in her is yet to be seen. She wears her hijab for her Lord, to please and obey, She turns to Allah for salaah at least five times each day. She prays in the night and makes sure to awake you, And sprinkles you with water if sleep should overtake you. She protects her chastity with firmness because she does not desire, To displease Allah and end up in the tormenting fire. She asks the people who know when matters need to be rectified, She is not blinded by self righteousness and foolish pride. She is humble and kind to her husband as Allah has commanded, Never leaving him alone, isolated, nor stranded. She only responds, for Allah's Sake in the manner which is best, Not resisting her husband when he makes a reciprocal request. She takes care of herself and never ceases to try, To beautify herself and her character so to please his eye. She is a pleasure Allah has given to us in this life, Be thankful to Allaah alone for His blessing, The Pious Wife.
~The Righteous Husband~ by Abu Jameelah
He is a protector and like a lion when the need should arise, Abusiveness and oppresion is not that upon which his manhood relies. His words are kind, gentle, and soft upon her ear, Yet clearly spoken and loud enough for her heart to hear. He comes home to his wife with contentment and anticipation, Being very attentive to her needs, endowing upon her total elation. He fears his Lord, The Most Merciful and Sublime, By being mindful and aware of how he provides her the time, To have peace and relaxation of her soul, her body, and her mind. He is the friend and companion the one whom she will always admire, Protecting not only himself but also her from the fire. He is the one who's hard to find all throughout the land, The favor and blessing from her Lord, The Righteous Husband. Labels: Nasihat
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, September 14, 2005 | 5:26 PM
"Rasanya? Seneng bgt...", katanya
Sms-an sama D** jam 5.30 sore ini
Me: Ibu D** udah diSpore kah? gimana rasanya jadi istri orang? hehe D**: Belom, masi di bandara Jakarta...Insya Allah ketemu lagi segera yah. Rasanya? seneng bgt =)
I am happy for you D**... Buat saudari2ku yang lain...teriring doa untukmu semua...insya Allah segera menyusul ya ibuk2...sabar =)
Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, September 13, 2005 | 3:33 PM
Di Arab Dilarang, Cium Tangan Kiai Di Indonesia Jalan Terus
13 September 2005 Detikcom Jakarta-Arab Saudi memang beda dengan Indonesia. tapi Indonesia dengan mayoritas Muslim...(-cut-)
Raja Arab Saudi, Raja Abdullah telah melarang semua warganya untuk cium tangan terhadap siapapun termasuk dirinya dan keluarga kerajaan. Raja Abdullah menganjurkan cium tangan hanya diakukan kepada orang tua. Larangan ini dilakukan Raja Abdullah dengan alasan hal itu melanggar ajaran Islam dan menyebabkan seseorang tunduk kepada selain Allah.
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Salah seorang... more details
Labels: Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Sunday, September 04, 2005 | 12:48 AM
30 Hari Menjelang Ramadlan...Insya Allah
Rasanya baru kemarin kita menemui bulan Ramadlan 1425H, tidak terasa sudah hampir setahun berlalu...Ramadlan 1426H didepan mata insya Allah.
Gentle reminder... Ramadlan: 05 Oct - 2 Nov 2005 Sudah siapkah kita?
A Must-read-book:
Terjemahan dari kitab "Shifatu Shaumin Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam fii Ramadlan" Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilali & Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid (Ringkasannya available di www.almanhaj.or.id bab: puasa)
Resensi singkat: ... Ramadlan adalah bulan yang Allah subhanahu wa ta'ala muliakan dari bulan2 lainnya, banyak keutamaan yang Dia berikan kepada siapa yang mau beribadah kepadaNya.
Namun tidak sedikit kaum Muslimin yang keliru dalam menyambut bulan ini. Mereka mempunyai pendapat, sikap, dan perbuatan yang menyalahi sunnah Nabi Shlallahu'alaihi wasallam tentang amalan2 yang ada didalamnya seperti puasa, shalat tarawih, do'a, membaca Al Qur'an, zakat fitrah, i'tikaf, dsb.
Oleh karena itu, untuk meluruskan beberapa kekeliruan yang terjadi dikalangan kaum muslimin, Alhamdulillah dengan izinNya, risalah khusus yang membahas ttg puasa bulan Ramadlan telah terbit. Adapun landasan rujukannya adalah sesuai dengan Al Quran, As Sunnah dan amalan2 para shahabat yang merupakan generasi teraik. Semoga risalah ini bemanfaat bagi kaum muslimin.Labels: Ibadah, Ramadhan, Renungan, Resensi
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, September 01, 2005 | 10:24 PM
Si kuncup mulai mengembang
Melati kini tumbuh mandiri Setelah di dekap mentari Di suapi pelukan sutra Di susui bintikan mutiara Melati pun menyambut realiti
Apa kabar, melati sekarang tetapkan wangimu tertahan putihmu terjaga indahmu terpelihara...
 {special buat dedek yg (ngakunya) sekarang udah gede}Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|