Fatwa - Taqobbalallohu Minna wa Minkum

>> Tuesday, September 25, 2007

dicopy-paste dari sini

Oleh : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Beliau –Rohimahulloh- ditanya :

Apakah tahni'ah (ucapan selamat) ketika 'ied dan sering diucapkan orang-orang:

عِيدُك مُبَارَكٌ (Ieduka Mubaarok, semoga 'ied-mu barokah),

dan yang semisalnya apakah ini ada asalnya dalam syari'at atau tidak? Jika ini ada asalnya dalam syari'at, apa yang diucapkan? Beri kami fatwa, semoga Alloh membalasmu.

Beliau menjawab :

Adapun tahni'ah ketika 'ied, sebagian orang mengucapkan kepada yang lain ketika bertemu setelah sholat 'ied :

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك

"Semoga Alloh menerima dari kami dan dari kalian, dan semoga Alloh menyempurnakannya atas kalian"

dan yang semisal itu, maka telah diriwayatkan dari sebagian shohabat bahwa mereka dahulu melakukannya, dan sebagian imam memberi rukhshoh dalam masalah ini, seperti Ahmad dan yang selainnya.

Akan tetapi Ahmad berkata: "Aku tidak memulai (mengucapkannya) kepada seorangpun, tapi jika ada seseorang memulai (mengucapkannya) kepadaku maka aku menjawabnya." Yang demikian karena menjawab tahiyyah (penghormatan) adalah wajib. Adapun memulai mengucapkan tahni'ah bukanlah kebiasaan yang diperintahkan dan bukan pula yang dilarang. Barang siapa melakukannya, ia memiliki contoh. Dan barang siapa tidak melakukannya, ia juga memiliki contoh.

Wallohu A'lam.

Read more...

Lagi Ngetrend Birthday Card

Di lab saya beberapa bulan terakhir ini lagi ngetrend yang namanya birthday card, padahal sebelumnya ngga ada yang mau bersusah payah (atau kurang kerjaan?) nyiapin kartu khusus dan mintain tanda tangan orang2 1 lab. Kartu ini berlaku untuk setiap orang yang ulang tahun di lab ini baik yang gaul maupun yang tidak gaul.

Selidik punya selidik ternyata kartu ini yang mengada(-ada)kan adalah GSWC (Graduate Student Welfare Club) nya sekolahan saya. Pantesan aja, tiap orang yang ultah pasti dapat kartunya.

Pagi ini lagi2 saya di sodori sebuah kartu ultah dan diminta untuk menuliskan ucapan juga pesan2 bagi yang ultah. Biasanya saya selalu berhasil skip, ngga ikutan ngisi, tapi pagi ini ditungguin sama yang tugas mintain tanda tangan. Hmm kalo saya ngga mau ngisi pasti bakal ditanya kenapa. Dan karena saya lagi males menjelaskan bla bli blu juga yakin orang yang dijelaskan ngga bakal ngerti, ya udah saya isi aja,

Woi R***, best wishes ya.
-damay-

Setelah dipikir2, ada beberapa option lain yang bisa dituliskan tanpa harus mengucapkan "Happy Birthday":

  • All the best!
  • Be more mature
  • When is your treat?
  • Work harder, graduate fast!
  • etc... etc...

Ya apapun lah, bisa dicari2, yang penting tidak men-state Happy Birthday atau Met Ultah yang itu adalah salah satu bentuk legitimasi terhadap perayaan ulang tahun.

Ngomongin soal ultah, Khansa sebentar lagi akan genap 1 tahun menurut kalender masehi walau sebenarnya sudah lewat 1 tahun menurut kalender hijriyah. Saya sudah mulai mendeteksi tanda2 akan ada yang ngucapin ultah dan ngasih kado special buat Khansa dari keluarga besar saya dan suami. Udah mulai ada yang nanya2 Khansa mo minta apa? Khansa hampir 1 tahun ya, mo dirayain dimana dan gimana?

Big No No for Bunda.

Ngga ada ultah2an ya, kalo mo ngasih doa dan kado sering2 aja, jangan nunggu ultah atuh. Kalo mo ngadain pesta kejutan untuk ngerayain ultah Khansa, duh... makasih. Tapi ngga usah deh, sini mentahannya buat Bunda aja.

Read more...

Adab Bertemu Saudara Sesama Muslim

>> Monday, September 24, 2007

Seorang muslimah yang taat kepada Allah Ta'ala seharusnya meyakini bahwa saudara seagamanya mempunyai hak2 dan etika2 yang harus diterapkan terhadapnya, sehingga ia akan melaksanakan adab2/etika2 tersebut dengan keyakinan bahwa itu termasuk ibadah kepada Allah. Apalagi dengan saudaranya yang lebih tua dan sudah kenal baik.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan. (Bulughul Mahram Min Adilatil Ahkam, Kitab Adab dan Kesopanan, hadist ke 7)

Sekedar mengingatkan... Ucapkan salam jika bertemu saudara sesama Muslim, jangan lupa jabat juga tangannya! Lebih bagus lagi kalau sambil tersenyum mesra. Sayang sekali kalau sampai lupa adab ini, bukankah ini perintah Allah? Dan tidakkah kita mau menjadi hamba2 yang diampuni?

Allah Ta'ala berfirman: "Apabila kamu diberi salam dengan ucapan salam maka balaslah salam itu, dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (QS An Nisa' 86)

Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda: "Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu keduanya berjabat tangan melainkan keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah." (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Ya Allah jauhkanlah kami dari sifat berprasangka.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing atas sebahagian yang lain." (QS Al Hujuraat: 12)


-yang lagi kangen disalamin dan dijabat tangannya

Read more...

Shalatlah di Awal Waktu

>> Monday, September 10, 2007

  1. Allah telah memuji orang2 yang menjaga waktu-waktu shalat.
    Allah berfirman: "Dan orang2 yang memelihara shalatnya." (QS Al Ma'aarij: 34)

    Ibnul Mundzir meriwayatkan perkataan Ibnu Mas'ud berkenaan dengan ayat di atas: "Yaitu shalat di awal waktunya."

  2. Shalat di awal waktu adalah amalan yang paling utama di sisi Allah.
    Imam Al Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan sebuah hadist dari Abdullah Ibnu Mas'ud, ia berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab: "Shalat di awal waktunya."."

  3. Allah Ta'ala telah memberikan ancaman atas orang2 yang melalaikan waktu2 shalat dengan ancaman yang sangat keras.
    Allah berfirman: "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui ghayya (kesesatan)." (QS Maryam: 59)

    Ibnu Jarir menukil dalam tafsirnya dari sejumlah ulama salaf berkenaan dengan ayat di atas: "Makna menyia-nyiakan shalat bukanlah dengan meninggalkannya sama sekali, akan tetapi mereka mengakhirkan dari waktunya."

    Dan berkenaan dengan firman Allah: "Mereka akan menemui ghayya," Ibnu Mas'ud berkata: "Ghayya yaitu sungai yang berada di dalam Naar Jahannam yang sangat buruk rasanya dan dalam jurangnya."

    Ibnu Amru mengatakan: "Yaitu sebuah lembah dalam Naar Jahannam."

    Allah berfirman: "Fawailul lilmusholliin. Alladzii na hum 'an sholaatihim saa huun. Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat, (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya." (QS Al Maa'uun: 45)

    Al Wail artinya adzab yang sangat keras, ada yang mengatakan sebuah lembah dalam Naar , kalaulah gunung di dunia dimasukkan ke dalamnya niscaya akan meleleh karena panasnya yang menyengat.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mush'ab bin Sa'ad bin Abi Waqqash, ia berkata: "Aku bertanya kepada ayahku, bagaimana pendapatmu tentang firman Allah, "Orang2 yang lalai dari shalatnya?" Apakah maksudnya sesuatu yang terlintas dalam hati kita di dalam shalat? Ia mengatakan: "Tidak, akan tetapi mengakhirkannya dari waktunya."

    Dalam riwayat Abu Ya'laa disebutkan, Mush'ab berkata: "Siapakah diantara kita yang tidak lalai? Siapakah diantara kita yang tidak terlintas sesuatu dalam dirinya?" Maka beliau menjawab: "Bukan itu maksudnya, namun yang dimaksud adalah menyia-nyiakan waktu dengan bermain2 hingga terluputlah dari waktu shalat."

Disalin dari buku
Judul: Keagungan Shalat Subuh
Penulis: Syaikh Nida Abu Ahmad
Penerbit: Pustaka At-Tibyan

Tambahan @ 3 Ramadhan 1428H:

Menanggapi komentar Irfan:
Jazakallahu khoir atas koreksinya. Setelah buka2 archive ternyata ana pernah menyalin tentang waktu yang afdhol untuk melaksanakan sholat dari milis assunnah, silakan link ke sini

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP