Mau Saingan sama Bidadari Surga?

>> Friday, June 29, 2007

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutra halus dan tebal, (duduk) berhadap2an. Demikianlah... dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli." (Ad Dukhan: 51-54)

Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadist dari Ummu Salamah bahwa:

  • Beliau Radhiallahu'anha berkata, "Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari2 yang bermata jeli..."

    Rasulullah menjawab, "Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar."


  • Ummu Salamah berkata lagi, "Jelaskan ya Rasulullah tentang firmanNya: laksana mutiara yang tersimpan baik (Al Waqi'ah: 23)."

    Beliau menjawab, "Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia."


  • Ummu Salamah bertanya, "Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yang baik2 lagi cantik2 (Ar Rahman: 70)."

    Rasulullah menjawab, "Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita."


  • Ummu Salamah bertanya lagi, "Jelaskan padaku tentang firman Allah: Seakan2 mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik (Ash Shafat 49)."

    Beliau menjawab, "Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya atau yang biasa disebut putih telur."


  • Ummu Salamah bertanya lagi, "Ya Rasulullah jelaskan padaku tentang firman Allah: Penuh cinta lagi sebay aumurnya (Al Waqi'ah: 37)."

    Beliau menjawab, "Mereka adalah wanita2 yang meninggal di dunia dalam usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tau, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita2 gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya."


  • Ummu Salamah lalu bertanya lagi, "Manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"

    Beliau menjawab, "Wanita2 dunia lebih utama daripada bidadari2 seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."


  • Ummu Salamah bertanya lagi, "Mengapa wanita2 dunia lebih utama daripada bidadari?"

    Rasulullah menjawab, "Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, "Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut2 sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."


  • Ummu Salamah berkata, "Ya Rasulullah salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki2 lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun di surga. Siapakah diantara laki2 itu yang akan menjadi suaminya disurga?"

    Rasulullah menjawab, "Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata 'Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.' Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa 2 kebaikan, dunia dan akhirat."

(HR Thabrani, -belum nemu derajat keshohihannya-)

"Mas... kenapa kok cinta sama saya?"
"Karena dinda lebih indah dan lebih utama dari bidadari surga"

Saahhh. Jedug jedug, krompyang... langsung ada yang jatoh deh kalo jawabannya seperti ini (kok jatoh sih, harusnya kan nangis2 gitu... saking terharunya).

Read more...

Becoming a mother is Amazing

>> Monday, June 18, 2007

Dulu saya itu orang yang paling ngga tahan kalau lihat dan bau pupnya bayi, paling mual2 kalau liat ibu saya sedotin ingus sepupu saya yang masih bayi, paling ngga mau mencium apalagi mencicipi makanan bayi, bawaannya amis dan bikin mual.

Dulu ibu saya suka bilang, "Ah kamu... ntar juga bisa kalo udah punya anak sendiri." Hmmm kayanya engga deh... mungkin urusan yang gitu2 bakal saya suruh pengasuhnya aja yang kerjain.

Ternyata... percaya ngga... sekarang saya menikmati itu semua.

  • Ngurusin pup nya Khansa sante2 dan asik2 aja. Malah kadang pake dianalisa dulu untuk mengecek apakah pencernaan Khansa baik2 aja (ngga bermaksud jorok lho yaa).
  • Sedotin ingus Khansa kalo lagi flu berat seperti saat ini juga mau (secara Khansa belum bisa keluarin sendiri ingusnya). Dengan sukarela jadi tukang sedot ingus yang siap sedia setiap waktu. Ngga tega liat Khansa beler2 sampe ngga bisa bobok karena susah nafas.
  • Nyicipin bubur Khansa juga iya. Bahkan kadang saya musti maem buburnya di depan Khansa sambil bergaya serasa lagi maem sesuatu yang enaaak banget supaya Khansa tertarik dan mau makan.

Bagaimana dengan Becoming a father?
Skor sementara Bunda Khansa vs Ayah Khansa = 3-2. Bunda masih unggul dalam urusan sedot ingus =P

Read more...

Hukum Cincin Pernikahan

>> Thursday, June 14, 2007

Pas lagi jalan sama teman Malaysian non Muslim tiba2 ditanya,
T: "Are you really married?"
Me: "Of course, why?"
T: "I never see u wearing a wedding ring."
Me: "I wore it for several months only, then I took out when I knew that it is not permitted in my religion."
T: "Why?"

Why ha?

(Ini nih jawaban Ibnu 'Utsaimin - Fatawa Manarul Islam Ibnu 'Utsaimin 3/713)
Memakai cincin pernikahan untuk laki2 dan wanita termasuk perkara bid'ah bahkan bisa menjadi haram. Hal ini karena sebagian orang berkeyakinan bahwa cincin tersebut merupakan sebab langgengnya rasa cinta antara suami istri. Oleh karena itu ada sebagian orang menulis cincinnya dengan nama istrinya dan pada cincin istrinya ada nama suaminya supaya suami selalu ditemani nama istrinya dan sbaliknya. Seolah2 ada keyakinan bahwa hal itu merupakan sebab terbinanya rasa cinta padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab baik secara syar'i maupun menurut hukum sebab akibat. Dimana hubungan antara cincin dengan rasa cinta?

Berapa banyak suami istri yang tidak memakai cincin pernikahan namun rasa cinta dan kasih sayang mereka sangat kuat? Oleh karena itu memakai cincin dengan keyakinan yang tidak benar seperti itu termasuk kesyirikan. namun jika tanpa keyakinan seperti itu maka perbuatan tersebut sama halnya dengan meniru budaya orang2 kafir karena cincin seperti itu diadopsi dari kebiasaan kaum Nasrani. padahal kewajiban seorang mukmin adalah menjauhi segala sesuatu yang merusak agamanya.

(Ngga lah... saya ngga bener2 jelasin yang diatas itu ke teman saya tadi... bisa mumet2 dia nanti...)

Read more...

Hak Suami

>> Thursday, June 07, 2007

Disalin dari Fatawa Liz Zaujain Kepada Pasangan Suami Istri, bab Pendahuluan.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, "Seorang wanita datang kepada Rasulullah dan berkata, "Saya adalah Fulanah binti Fulan." "Ya, aku sudah mengenalmu, ada keperluan apa?" tanya Nabi. "Keperluanku berkaitan dengan sepupuku si Fulan, yang rajin beribadah," jawabnya. "Ya, aku juga telah mengenalnya!" sahut Nabi. Wanita tersebut berkata, "Dia bermaksud melamarku, maka beritahukanlah kepadaku apa hak suami terhadap istrinya! Jika hak tersebut merupakan sesuatu yang mampu kulakukan maka aku akan menikah dengannya!"

Nabi bersabda: "Sebagian dari hak suami adalah andai hidungnya berlumuran darah dan nanah lalu si istri menjilatinya dengan lidahnya maka istri belum menunaikan seluruh hak suami. Andai seorang manusia ada yang pantas untuk bersujud kepada sesama manusia, tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya pada saat sang suami datang menemuinya. Demikian itu karena besarnya keutamaan yang Allah berikan kepada seorang suami."

Wanita tadi berkata, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menikah seumur hidupku."

(Syeikh Albani berkata, "Derajat hadist ini shahih lighairihi," dalam kitab Shahih Targhib wa Tarhib 2/413)


Ya zauji...
Maafkan ku yang tak senantiasa mampu menjadi penyejukmu...
Tuntun aku selalu dengan lembutmu...

Read more...

Bagaimana Rasulullah Mendidik Anak2 Dalam Islam

>> Saturday, June 02, 2007

Disalin dari: Menanti Buah Hati dan Hadiah Untuk yang Dinanti (Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Pada suatu hari aku pernah berada dibelakang Nabi shalallahu'alaihi wa sallam lalu beliau bersabda, "Wahai anak! Sesungguhnya aku akan mengajarkan kepada engkau beberapa kalimat."

Dalam riwayat lain, "Sesungguhnya aku akan menceritakan kepada engkau hadits."

Dan didalam riwayat yang lain lagi, "Maukah aku ajarkan kepada engkau beberapa kalimat yang Allah akan memberi manfaat kepadamu dengannya?"

Maka aku menjawa, "Ya mau."

(Kemudian Nabi shalallahu'alaihi wa sallam besabda:)

  1. Peliharalah (perintah2 dan larangan2) Allah niscaya Allah akan memeliharamu
  2. Peliharalah (hak) Allah niscaya engkau dapati Allah di hadapanmu.
  3. Kenallah kepadaNya ketika engkau berada di dalam kesenangan, niscaya Dia akan mengenalmu ketika engkau berada di dalam kesusahan.
  4. Dan apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.
  5. Dan ketahuilah! Sesungguhnya umat itu kalau mereka berkumpul untuk memberikan sesuatu manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan manfaat sedikitpun juga kepadamu kecuali (manfaat) yang Allah telah tentukan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberikan sesuatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak bisa sedikitpun membahayakanmu kecuali (bahaya) yang Allah telah tentukan atasmu. (Karena) telah diangkat pena dan telah kering lembaran2 (yakni telah selesai ketentuan2 bagi hamba).
  6. Dan ketahuilah! Sesungguhnya bersabar atas apa yang tidak engkau sukai terdapat kebaikan yang banyak sekali.
  7. Dan sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran.
  8. Dan sesungguhnya kelapangan itu bersama kesusahan.
  9. Dan sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan.

(Hadist shohih riwayat Imam Tirmidzi, Ahmad, dan Thabrani di kitabnya Al Mu'jamul kabir dan lain2)

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP