|
Monday, July 30, 2007 | 8:51 AM
Carilah Hatimu di 3 Tempat
Ketika membaca Al-Qur'an, di majelis-majelis dzikir, di waktu-waktu khalwat. Jika kamu tidak mendapatkannya di tiga tempat tersebut, mintalah kepada Allah agar Dia memberimu hati karena sesungguhnya engkau tidak memiliki hati. (lbnul Qoyyim Al Jauziyah)
dikutip dari siniLabels: Nasihat, Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, July 19, 2007 | 6:55 PM
Ikhlas
Termasuk dari contoh kekuatan nasihat dan ikhlas pada sejarah Salaf, apa yang terjadi pada Ali radhiyallahu anhu dalam perang tanding sebelum dimulainya peperangan, beliau mengalahkan lawannya dan menjatuhkannya ke tanah, ketika beliau hendak memukulnya dan membunuhnya dengan pedang, orang itu meludahi muka beliau, maka beliau pun tidak jadi membunuhnya, lantas ditanya mengapa anda tidak membunuhnya.
Jawab beliau: Tadinya saya ingin membunuhnya karena Allah, tapi orang itu meludahi saya, sehingga saya pun marah, saya takut jika saya membunuhnya karena kepentingan pribadi (bukan karena Allah).
Lihatlah bagaimana salaf menahan diri, ini adalah taufik dari Allah yang tidak akan didapatkan kecuali dengan muroqobah (merasa diawasi oleh) Allah sehingga bisa menahan diri dengan baik. Ini semua berasal dari kekuatan ikhlas karena Allah. Ketika Allah tahu kejujuran niat dan keikhlasannya, Allah pun melindunginya dari segala sesuatu.
Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah turun pada hamba-Nya untuk memutuskan, dan seluruh manusia berlutut, orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang membaca Al-Quran, orang yang beperang di jalan Allah, dan orang yang mempunyai banyak harta.
Allah berfirman kepada pembaca Al-Quran: bukankah Aku telah ajarkan padamu apa yang Aku turunkan pada Rasul-Ku? jawab orang itu: benar ya Robbi, firman-Nya: apa yang kamu amalkan? orang itu menjawab: saya membacanya siang malam, firman-Nya: bohong!! Kata malaikat: kamu bohong!! firman-Nya: kamu membacanya karena ingin disebut qori, dan telah dikatakan padamu.
Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta, Allah berfirman padanya: bukankah Aku telah meluaskan rizkimu sehingga kamu tidak butuh pada seorangpun? jawabnya: benar ya Robbi, firman-Nya: Lantas apa yang kamu amalkan dengan pemberianku itu?, jawabnya: dulu saya menyambung silaturahmi dan bersedekah, firman-Nya: kamu bohong!! kata malaikat: kamu bohong!! firman-Nya: kamu berinfaq karena ingin disebut dermawan dan telah dikatakan padamu.
Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah, Allah berfirman padanya: Apa yang kamu perangi? Jawabnya: Saya diperintahkan untuk berjihad di jalan-Mu, saya pun berperang hingga terbunuh, firman-Nya: kamu bohong!! kata malaikat: kamu bohong!! firman-Nya: kamu berperang karena ingin disebut pemberani dan telah dikatakan padamu.
Berkata Abu Hurairah radhiyallahuanhu: Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memukul lututnya seraya bersabda: tiga orang ini adalah makhluk yang neraka disulut pertama kali untuk mereka.Labels: Nasihat, Renungan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, July 10, 2007 | 8:42 AM
Cita-cita yang Agung
Atas request Intan, nih dek apa yang sempat tercatat... O iya, ini belum dimuroja'ah oleh siapapun. (Zauji, kalau ada yang salah tolong koreksi ya)
Rangkuman Kajian Sabtu Malam, 7 Juli 07, Eunos Ust. Abu Zubair (Pekan Baru, Riau)
Marilah kita ambil contoh dari shohabat2 Rasulullah dan para Ulama yang cita-citanya membumbung tinggi ke langit dan jauh dari rendahnya bumi…
1. Abu Hurairah
Abu Hurairah adalah shahabat Rasulullah yang mulia yang paling banyak meriwayatkan hadist (lebih dari 6000 hadist). Begitu banyak ibadah Abu Hurairah, dari Utsman An Nahdi, ia berkata, “Aku pernah bertamu kepada Abu Hurairah selama tujuh hari. Dan menjadi kebiasaan Abu Hurairah, istri, dan pembantunya untuk saling bergantian menjadikan malam 3 bagian. Seorang dari mereka shalat kemudian membangunkan yang lainnya…”
Abu Hurairah sendiri menjelaskan kegiatan setiap malamnya, “Aku membagi malam menjadi 3 bagian. Sepertiganya kugunakan untuk tidur, sepertiganya untuk shalat, dan sepertiga lainnya aku pergunakan untuk mengulang2 hadist Nabi.”
Tatkala menjelang ajalnya, Abu Hurairah menangis di atas tempat tidurnya. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Abu Hurairah?” Dia menjawab, ”Aku sesunggunya tidak menangisi dunia kalian ini. Namun aku menangis karena jauhnya perjalanan, sedangkan perbekalanku sedikit. Aku sekarang berada dalam tangga yang curam, antara surga dan neraka. Aku tidak tahu berjalan ke arah mana dari keduanya.” Kemudian dia berwasiat, “Jika aku meninggal, janganlah kalian meratapiku sebab Rasulullah tidak pernah meratapi kematian.”
Lalu Marwan masuk menjenguknya sebelum saat2 kematian dan berkata, “Mudah2an Allah memberimu kesembuhan wahai Abu Hurairah,” Akan tetapi Abu Hurairah menghadap ke arah lain dan tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Marwan. Dia menoleh untuk bermunajat kepada Allah dengan penuh keyakinan. Dia telah mengisi kehidupannya dengan berbagai amal kebaikan, yang menanti rahmat Allah seraya berdoa, “Ya Allah sesungguhnya aku sangat gembira bertemu denganMu, maka bersenanglah untuk bertemu denganku.”
2. Rabi'ah bin Ka’ab Al Aslami
Dia berkata, "Aku pernah bermalam di rumah Rasulullah. Disana aku yang membawakan air wudhu dan keperluan2 beliau yang lain. Tiba2 Rasulullah berkata, “Mintalah sesuatu kepadaku!" Lalu aku berkata, “Aku minta agar bisa menjadi temanmu di surga.” "Adakah yang lain?," tanya beliau. "Itu saja," jawabku. Lalu Rasulullah berkata, “Bantulah aku dengan cara engkau sering bersujud.” (HR Muslin no 489)
3. Ibnul Jauzi
“Umur ini sangat berharga, waktu yang sudah terlewati tidak akan bisa kembali lagi, janganlah kalian rela menukarnya kecuali dengan surga.”
4. Umar bin Abdul Aziz
Sebelum menjadi kholifah, beliau berkata kepada istrinya, “Jiwaku sangat menginginkan kepemimpinan.” Akhirnya Allah wujudkan keinginannya menjadi kholifah. Dan setelah menjadi pemimpin, beliau berkata lagi kepada istrinya, “Jiwaku sangat menginginkan surga.”
Ketika beliau akan wafat, beliau mengucapkan ayat, “Itulah kampung akherat yang Kami berikan untuk orang2 yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi…" (Al Qashash 78)
Subhanallah, lihatlah bagaimana tingginya cita2 mereka, yaitu surga! Cita2 yang tinggi yang disertai dengan amal dan tidak sekedar semangat yang menyala2 di lisan saja. Cukuplah perkataan Abu Hurairah menjadi renungan bagi kita, “…aku menangis karena jauhnya perjalanan, sedangkan perbekalanku sedikit.” Jika Abu Hurairah yang ahli ibadah saja berkata demikian, lalu bagaimana dengan kita yang ibadahnya masih begini-begini saja (so so, kata orang singapur). Sholat sunnah kadang2 saja, lebih sering kalah sama kantuk dan hangatnya selimut. Mengaji jarang, lebih2 menghafal Al Quran… jauuh… Apalagi shoum sunnah, hampir ngga pernah. Astaghfirullah… Apakah masih sanggup berleha2? Tidak inginkah menjadi orang2 yang dicintai oleh Allah? Bukankah hamba yang melaksanakan ibadah yang fardlu kemudian menyempurnakannya dengan yang sunnah akan dicintai oleh Allah? Dan lalu apa yang diminta akan dikabulkan dan jika meminta perlindungan akan dilindungi oleh Allah?
Ayo semangat wujudkan cita2 kita dengan amal! Jangan hanya berhenti di ujung lidah saja! Barang siapa yang menjadikan akherat sebagai cita2nya, Allah akan jadikan kekayaan di dalam hatinya (qonaah). - Tentukan tujuan hidup kita, pahami untuk apa kita hidup yaitu untuk beribadah (Adz Dzariyat 56)
- Ikuti jalan Rasulullah, shahabat, tabi’in, dan para ulama sesudah mereka
- Rintangan akan dihadapi dalam perjalanannya, yakinlah dengan ijin Allah kita akan bisa melewatinya (iyya ka na’budu wa iyya ka nasta’inu, hanya kepadaMu ya Allah kami memohon, dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan)
- Cukupkan perbekalan yaitu dengan ilmu syar’i (Quran dan sunnah shohihah)
- Bertemanlah dengan orang2 yang sholih yang mampu menjaga keistiqomahan kita
- Banyak membaca ayat2 dan hadist2 tentang akherat, surga, dan neraka.
- Banyak membaca siroh, kisah2, dan biografi para ulama
- Tingkatkan ILMU dan AMAL kita!
Terimalah kebenaran sekalipun itu datang dari orang yang paling engkau benci, dan tolaklah kebatilan sekalipun itu datang dari orang yang paling engkau cintai. Labels: Hadist, Ibadah, Nasihat, Renungan, Ulama
posted by Ummu Khansa-Syifa
Monday, July 09, 2007 | 4:00 PM
Doa dan Harapan
Lantunan Surah Al-Fatihah terdengar dari bibir Khansa kecil. Lisan kanak-kanaknya berusaha untuk fasih mengucapkan huruf demi huruf. Disusul surah-surah pendek setelah itu. Tak ada dendangan yang meluncur dari bibirnya, hanyalah surah demi surah Al-Qur'an yang mulia yang menjadi lantunan di kesehariannya.
Subhanallah! Betapa besar dan suka cita hati Ayah Bunda nanti melihat Khansa tumbuh bersama Kitabullah (doakan semoga kami mampu mendidiknya), yang diharapkan akan menjadi pembimbingnya kelak jika telah dewasa. Yang akan menyelamatkannya dari gelapnya kebodohan dan butanya kesesatan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللهِ نُوْرٌ وَكِتَابٌ مٌبِيْنٌ يَهْدِيْ بِهِ اللهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيْهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
"Telah datang padamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itu Allah memberi petunjuk pada siapa pun yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan keselamatan dan Allah keluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya yang terang dengan seizin-Nya, dan Dia memberi petunjuk pada mereka ke jalan yang lurus." (Al-Maidah: 15-16)
blog anak muslimLabels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, July 05, 2007 | 12:18 PM
Kualitas
Pengennya setiap-saat setiap-waktu bisa terus bersama si nona mungil, apalagi si nona sekarang sudah mulai mengerti kalau ditinggal. Hmm, anak umur 9 bulan ternyata sudah bisa cemberut melihat Bundanya pergi.
Menurut teori memang masa2 sekarang ini Khansa sudah mulai mengenal dirinya sebagai individu yang lepas dari Bundanya. Dan mulai tahu bahwa Bunda bisa meninggalkannya. Tapi mungkin belum tau kalau Bunda insya Allah akan selalu kembali untuknya. Bunda ngga mau pergi diam2 walaupun Khansa biasanya cemberut dan kadang nangis kalau lihat Bunda pergi. Menurut Bunda, pergi diam2 ngga akan membuat Khansa belajar tegar dan bisa jadi malah merasa dibohong. So... hard as it can be, Bunda will say goodbye and go while Khansa is watching.
Hiks... sedih musti ninggalin Khansa tiap pagi, tapi apa daya kondisi masih belum se ideal yang diingini. Bersabar dan bedoa semoga cepet selesai urusannya... doakan ya...
Kalau ngga bisa mengejar kuantitas, kejar kualitas aja Bun!
-yang sedang berusaha meningkatkan kualitas interaksi dengan KhansaLabels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Monday, July 02, 2007 | 9:39 AM
Anak adalah Ujian
Khansa rewel semalaman, ngringik2 ngga mau bobok. Maunya digendong terus, digendong pun masih sambil ngringik2. Kalo ditaroh dikasur apalagi... langsung huaaaa huaaaa, suaranya melengking memecah keheningan malam (hallah).
Malam itu udah jam 12, Ayah Bunda baru mau bobok setelah ngobrol2. Pas lagi ngantuk2nya, ehhh Khansanya malah bangun dan rewel. Khansa lalu Ayah gendong... trus gantian Bunda, Ayah lagi, Bunda lagi... waduhhh sampai jam 1 malam masih rewel juga. Padahal biasanya kalau Khansa bangun malam paling2 cuma 15 menit, paling banter 30 menit trus bobok lagi.
Kenapa ini anak Bunda... Dikasih minum ga mau juga. "Kecapekan kali," kata Ayah. Ok, dipijit2 badannya, eh malah makin kenceng nangisnya. "Ato mungkin hidungnya buntet, mau pilek," kata Ayah lagi. Ok, dikasih obat tetes hidung, Khansa pun meronta2 dan makin heboh nangisnya. Dibacakan ayat Al-Quran masih ngga bisa bobok dan tetep rewel. Bingung... sempat kesal juga Bunda dan Ayah (astaghfirullah, maafkan ya nak).
Akhirnya jam 01.30 Khansa didudukkan Ayah di ruang tamu tempat biasa Khansa main. Trus dikasih kertas dan diajak main, ehhh brenti nangisnya, senyum2 seneng, tangisnya berubah jadi ocehan, papapa, mamamam, babababa, sambil kertanya ditepuk2, diangkat2 (matanya sembab, idungnya merah, tapi senyum2, seolah mau bilang "Adek cuma mau main Bunda..." hiks jadi merasa bersalah karena tadi sempat kesal). Akhirnya mainan deh... pakai merangkak kesana kemari... jam 01.30 malam gituw lhowh...
Jam 2 teng Khansa pun ngantuk sendiri, tangannya diucek2in ke mata. Setelah itu dibobokan Ayah di kasur dan ngga nangis, alhamdulillah. Bunda pun segera kasih mimik. Mimiknya habis banyaaak pisan, capek nangis kali ya... Puas mimik, akhirnya bobok terlelap sampai pagi.
Lesson learnt: Anak adalah ujian (sabar) untuk orang tua. Kadang rewel, kadang sakit... ngga seneng terus dong. Gimana sih Bunda, masak maunya Khansa nurut2, anteng2, ceria2 terus... kadang kan bisa rewel dan ngambek juga. "Aku kan masih bayi," gitu kali ya kata Khansa. AyBun musti belajar untuk tambah sabar nih...
Kata Ayah, "Anak sakit itu ujian untuk orang tua, tapi kalau anak menyakiti orang tua... nahhh itu... na'udzubillah, jangan sampai. Pas sama yang disampaikan Ust. Murod hari Sabtu kemarin."
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” [Ali Imran : 14]
Yang menarik, Khansa mau diem setelah diajak main. Hmm, apa musti begitu ya, anak kecil kalo udah kebangun dan bener2 sadar, ya mainan dulu, kalo udah capek baru bobok lagi. Cycle nya musti dibuat seperti kebiasaannya, bangun-main-mimik-bobok. Lucu juga...Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|