|
Thursday, August 30, 2007 | 11:07 AM
Seputar Ramadhan
Labels: Ramadhan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Monday, August 27, 2007 | 3:56 PM
11 Bulan
Alhamdulillah Khansa sudah 11 bulan. Banyak kebisaan2 barunya yang membuat saya dan suami cukup amazed. Khansa sudah bisa berdiri, jongkok, berdiri sendiri dengan lancar. Kadang ngga pake jongkok tapi langsung menjatuhkan pantat ke lantai. Sudah bisa merambat, berdiri tanpa pegangan, dan kadang minta jalan dipegangin.
Khansa mulai hafal nama barang2 disekitarnya ditandai dengan responnya menunjuk2 barang yang kita sebut, misal: jam dinding, kipas angin, bola, pesawat terbang, dll.
Selain itu Khansa mulai bisa meniru gaya orang tuanya. Saya biasa bilang, "No no no no," sambil menggerak2kan jari telunjuk kalau Khansa mainnya mulai dekat2 bahaya (kabel2an, gelas2an, dll). Malam itu sebelum tidur seperti biasa Khansa muter2 dulu, main2, dan akhirnya mendekat2 ke kabel di bawah meja (kenapa sih kabel selalu menarik buat bayi? fuihh). Saya cuma liatin aja, tanpa bilang apa2 (karena sudah lelah). Eeehh tiba2 Khansa berdiri trus dia goyang2kan telunjuknya, seolah2 ngikutin gaya saya kalau sedang melarangnya. Duhh #@&^%*(0 (jadi maluw).
Contoh lain, sewaktu saya pegang HP, seperti biasa HP nya direbut sama Khansa. Tapi siang itu, setelah direbut, HPnya ngga dimain2kan seperti biasa, tapi diterohnya di dekat telinga, ngikutin gaya kita kalau lagi telpon (walau narohnya masih sambil susah payah, miring2 kadang nempel di pipi kadang di leher/kepala belakang).
Hmmm... Harus lebih hati2 lagi nih kita, orang tuanya, dalam bersikap. Terutama Bunda, ngga boleh marah2/senewen melulu Bun! Bisa2 dicontoh sama Khansa gaya marah2nya. Selain itu kita juga harus mulai ngajarin Khansa sedikit2 (yaaa belajar sambil bermain, bermainnya tetep 90% sih), karena memang masa2 ini adalah masa2 emas dalam perkembangan otak dan pribadinya.
Sehat2 terus ya nak, sholehah...Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Friday, August 24, 2007 | 3:59 PM
Oleh2 dari Batam
Akhir minggu kemarin saya bersama suami dan anak ke Batam untuk menjenguk sahabat yang baru saja melahirkan. Alhamdulillah perjalanan lancar, Khansa juga senang dan ngga rewel walau ngga mau makan (dan itu cukup membuat Bunda khawatir). Ternyata Khansa ngga mau makan makanan instant yang Bunda bawain, bagus sih maunya makanan fresh buatan rumah aja, tapi jadi bingung kalo pergi2. Alhamdulillah akhirnya nemu ketela rebus (pas udah mau pulang), Khansa mau makan ketela rebus walau sedikit.
Itu kali pertama Khansa naik ferry. Khansa terlihat enjoy, awalnya lihat2 laut lewat jendela, main2, selebihnya bobok.
Kangennya kami dengan makanan Indonesia juga cukup terobati, sempat makan mie ayam dan soto. Suami menyempatkan diri mampir ke Hang106FM, tempat kami dulu berta'lim. Kebetulan disana sedang acara lomba masak. Suami saya sempat diwawancarai on-air sebagai perwakilan dari Singapore (??? bingung).
Overall, the weekend was fun!
Begitu sampai Batam, kami langsung menuju hotel, mandi, istirahat sebentar, trus langsung ke rumah baby Aisyah, sudah kepingin ketemu sama Aisyah dan umminya. Aisyah masih mungil. Subhanallah, cantik menik-menik. Khansa senang lihat baby Aisyah. Dipegang2 tangan dan kakinya.
Rumah Aisyah sekarang sudah pakai hijab jadi enak kalau ada tamu, wanitanya ngga bingung2 sembunyi di mana... (Ayah, kapan rumah kita dipasangin hijab juga? Harus nego2 dulu nih sama owner supaya boleh pasang paku2an).
Semua perlengkapan Aisyah sama sekali tidak ada gambar makhluknya, walau hanya gambar boneka. (Subhanallah, kehati2an anti benar2 membuat ana cemburu Buk). Dulu sewaktu saya sedang hamil tua dan mulai mencari2 perlengkapan dan pakaian bayi, susah sekali mencari barang2 tsb yang tidak ada gambarnya. Hampir semua perlengkapan bayi ada gambar bonekanya, mulai dari perlak, selimut, baju, celana, popok, seprei, sarung bantal guling, dll. Biasanya ada gambar beruang imut berbagai pose entah itu hanya sebagai logo atau menjadi motifnya. Jadi waktu itu kita beli saja yang gambarnya paling sedikit, atau yang gambarnya ngga jelas2 banget.
Tapi yang membuat ana salut sama ummu Aisyah adalah kegigihannya keluar masuk mall, pasar, toko untuk mencari perlengkapan bayi yang benar2 tidak ada gambarnya, sama sekali. Sampai2 akhirnya pesan khusus ke penjualnya untuk dibikinkan popok bayi yang polos, menjahit seprei dan sarung bantal guling bayi sendiri dengan memilih kain yang polos, juga nutupin semua logo bergambar boneka di setiap baju Aisyah dengan ditempel kain polos. Semua perlengkapan tambahan seperti bedak, tissue, sabun, shampo yang di bungkusnya ada gambar baby nya, dicoretin semua sampai tidak terlihat wajahnya. Saya tidak menemukan satu pun yang luput dari coretan2. Subhanallah, rumah Aisyah benar2 bersih dari gambar.
Wara'! Itu kuncinya.
Kami jadi tersadarkan dan mulai instrospeksi diri dan bertanya2 apakah kami yang terlalu longgar dalam hal ini (dengan mendasarkan pada sebuah hadist bahwa dulu Aisyah punya boneka dan Rasulullah tidak melarang). Cari2 dan baca2 lagi fatwa2 ulama mengenai hal ini dan akhirnya nemu artikel di sini yang saya rasa cukup komplit untuk dijadikan rujukan.
Seperti yang disampaikan oleh Syeikh Bin Baz, "Berhati2 dan meninggalkannya (gambar2/boneka) insya Allah lebih selamat karena padanya ada perkara yang meragukan."
Hayuk mulai menyingkirkan barang2 Khansa yang ada gambar bonekanya... (Khansa main mobil2an aja ya nak, ngga usah boneka... )
Jazakumullahu khoir, antum menjadi inspirasi dan penyemangat buat naa. Uhibbukum fillah, mari saling mendoakan.Labels: Fatwa Ulama, Keluarga, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, August 14, 2007 | 10:56 AM
Berkhidmat Kepada Suami
Yang ada dibayangan/benak saya sebelum menikah, istri yang sholihah dan ideal adalah yang bisa berkhidmat kepada sang suami dan membantu pekerjaannya sebatas yang ia mampu.
Seperti yang telah dilakukan oleh wanita-wanita utama dan mulia dari kalangan shahabiyyah. Asma' bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu 'anhuma (istri dari Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu 'anhu) yang mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3 farsakh (~5- 6 km) (HR Bukhari no. 5224 dan Muslim no. 2182). Juga khidmatnya Fathimah bintu Rasulillah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum.
Saya membayangkan bahwa setelah menikah nanti saya tidak akan membiarkan suami melayani dirinya sendiri. Sayalah yang akan melayani semua keperluannya, mulai dari menyiapkan tempat tidur, makan dan minum, pakaian, dan kebutuhan suami lainnya. Semua akan saya dilakukan dengan penuh kerelaan dan kelapangan hati disertai niat ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena memang ini merupakan bentuk perbuatan ihsan seorang istri kepada suami, yang diharapkan darinya saya akan memperoleh kebaikan.
Freshly after marriage saya benar2 mencoba mempraktekkan dan menikmatinya, melayani suami dengan sepenuh hati. Memastikan rumah selalu kinclong, pakaian selalu bersih dan licin rapi di lemari, handuk dan pakaian kerja siap di meja setiap pagi, makanan juga siap terhidang, dll. Walaupun saya yakin semua itu masih jauh dari sempurna, setidaknya saya usahakan semampu saya.
Setelah setahun pernikahan... alhamdulillah hampir semua kebutuhan suami masih saya usahakan saya yang menyiapkan disela2 kesibukan ini itu anu inu...
Setelah 2 tahun pernikahan... semua masih under control.
Setelah memasuki tahun ke 3 pernikahan... masih bisa dibilang ok, kecuali pada saat2 mengandung (diawal masa kehamilan tidak boleh kerja yang capek2 dan diakhir masa kehamilan tidak sanggup kerja yang capek2).
Saat itu saya pikir nanti kalau sudah melahirkan, saya akan mampu lagi mengurusi semua keperluan suami seperti sebelum hamil. Semua...
Ternyata... untuk kembali pulih physically dan mentally setelah melahirkan itu butuh waktu yang tidak sebentar.
Ternyata... begitu pulih dari melahirkan kita sudah dihadapkan lagi dengan kesibukan mengurus anak yang tidak sedikit dan menyita perhatian.
Ternyata... anak semakin besar semakin butuh banyak perhatian.
Dan sampai saat ini, sampai anak saya sudah berumur 10 bulan, saya rasa saya belum bisa sepenuhnya mengurusi dan menyiapkan semua keperluan suami seperti dulu. Justru suami yang sekarang banyak membantu pekerjaan saya disamping menyiapkan keperluannya sendiri.
Kapan ya saya bisa sepenuhnya berkhidmat kepadanya seperti dulu lagi disamping juga sepenuhnya mengurus keperluan anak saya. Ya Allah, mudahkanlah urusan kami...
Afwan yaa zauji...Labels: Pernikahan, Umum, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, August 08, 2007 | 9:50 AM
Sharing Ibu-Ibu
Tips Sukses Menyuapi Anak
Duh... gaya amat si Bunda, pake nulis2 tips segala. Ini bukan berarti Bunda Khansa sudah sukses terus dalam suap menyuapi Khansa ya. Sekedar bagi2 pengalaman aja, semoga bermanfaat, paling tidak untuk saya sendiri supaya nanti2 kalau punya anak ke 2, ke 3, ke 4, ke 5, dst, Insya Allah, bisa dibaca2 lagi...
Berdasarkan pengalaman pribadi Bunda dengan Khansa, supaya Khansa mau makan, berikut ini kiat2 yang biasa Bunda terapkan:
- Pastikan anak dalam kondisi lapar sebelum kita mulai menyuapi. Ini akan membuat anak lebih semangat untuk makan.
- Buat supaya suasana hatinya gembira, misal: jangan langsung memberi anak makan setelah bangun tidur. Ajak anak bermain/becanda dulu sampai si anak menemukan keasikan. Bermain juga akan membuat anak capek sehingga merasa lapar.
- Usahakan untuk mempunyai jadwal makan yang tetap.
- Siapkan tempat yang nyaman untuk anak makan. Anak bisa didudukkan di highchair, babywalker, stroller atau bisa juga didudukkan begitu saja di lantai. Yang penting posisi anak duduk tegak dan nyaman. Kalau Khansa lebih suka duduk di babywalker supaya bisa jalan kesana kemarin dan tidak bosan.
- Supaya tidak bosan, variasikan tempatnya, misal makan pagi di ruang tamu, makan siang di ruang tengah, makan sore sambil jalan2, dsb. Kalau Khansa biasanya makan pagi di dekat pintu sambil mainan ban sepeda Ayah, makan siang di dekat pintu sambil mainan teralis, makan sore di dapur sambil mainan di depan kulkas yang terbuka. Pinter2 kitanya aja cari2 hal baru yang menarik.
- Siapkan berbagai mainan supaya anak merasa asik, sibuk, dan tidak bosan selama makan. Bunda biasanya menyiapkan 1 mangkok kosong dan 1 sendok untuk dimain2kan oleh Khansa. Pura2nya Khansa makan sendiri. Kalau sudah ada tanda2 bosan (biasanya setelah habis 1/2 porsi), Bunda biasa kasih Khansa botol air mineral kosong. Sementara itu dibalik punggung Bunda sudah siap juga barang2 lain seperti plastik atau kardus kecil bekas makanan, dll (apapun deh asal bisa membuat Khansa bertahan sibuk sampai makanannya habis).
- Setelah tempat dan mainannya siap, sekarang mengenai makanannya sendiri. Cicipi dulu makanannya sebelum disuapkan ke anak. Kalau kita bisa menerima rasanya, maka kemungkinan besar si anak juga akan bisa menerima rasanya. Bayi kan juga manusia, kecil2 sudah mengerti rasa lho. Jangan asal mau kasih makanan bergizi trus semua dicampur2 sampe ga jelas rasanya, kita pun eneg ngeliatnya. Jadi teringat keponakan saya yang dikasih nasi tim isi nasi, brokoli, wortel, bayam, jamur, telor, udang, salmon, dll. Kasian kan kalo terlalu amis. Supaya rasa makanan Khansa lebih bisa diterima lidah, Bunda biasa campurkan tahu dan tempe ke dalam nasi tim Khansa supaya gurih (tanpa garam). Kalau mau lebih enak bisa ditambahkan jagung manis. Rasanya enak lho, Bunda aja suka.
- Variasikan juga menunya. Mengenai variasi menu ini sudah banyak referensinya di buku, majalah, ataupun internet.
- Kalau semua sudah siap, ajak anak bersama2 untuk baca doa sebelum makan (meskipun anak belum mengerti). "Yuk dek, kita mamam, hmmm enyak ni mamamnya. Baca doa dulu yuuukk sholehah. Bismillah."
- Selama proses menyuapi, kesabaran sangat dibutuhkan. Bunda biasanya menargetkan paling tidak 30 menit untuk menyuapi Khansa. Ikuti saja kemauan si anak. Kalau belum mau buka mulut, jangan dipaksa. Ajak ngobrol sambil main, kalau sudah asik, coba lagi berikan suapan.
- Kadang2 strategi khusus sangat dibutuhkan. Nah ini masing2 ibu tentunya lebih tau celah2 atau kesukaan anaknya. Khansa kadang perlu dipancing pake baby cracker kesukaannya supaya mau buka mulut. Biasanya kalau sudah dipancing sekali, selanjutnya mau buka mulut sendiri. Ditengah2 makan kadang mulai lagi tutup mulut rapet, dipancing lagi deh... Jadi baby cracker ini lah senjata andalan Bunda kalau sudah mentok (secuil kecil saja sudah bisa bikin Khansa buka mulut).
- Berikan semangat selama proses makan. Kalau anak mau buka mulut dan makan, berikan pujian. "Waah pandai anak Bunda, top dehh."
- Berikan cukup jeda antara suapan yang satu dengan suapan berikutnya. Kalau kira2 anak haus ditengah2 makan, berikan sedikit air putih. Orang gede kan juga biasa seret ditengah2 makan. Jadi teringat keponakan saya yang satu lagi, ngga boleh minum sebelum makannya habis dan minumnya pun pake susu, ngga boleh air putih. Kebayang gimana seret nya. Tapi ada juga ibu2 yang prefer anaknya tidak minum air putih. Mengenai hal ini silakan saja sesuai dengan preference masing2.
- Kalau sudah selesai makan, berikan pujian lagi (meskipun anak tidak bisa menghabiskan makanannya). "Alhamdulillah, anak pandai sudah selesai makan. Pinter ya mamamnya. Yuk baca doa lagi, alhamdulillahilladzi ath'amani wa rozaqoni min ghoiri haulimminni wa laa quwwah. Topp (acungkan jempol dan senyum lebar)!!!"
- Berikan cukup waktu supaya makanannya benar2 turun ke lambung. Jaga supaya anak tetap dalam posisi tegak.
- Perlu diingat bahwa mood anak untuk makan bisa berubah-ubah. Sekali waktu bisa gampang sekali, tapi dilain waktu bisa benar2 menguji kesabaran. Itu sudah biasa, jadi sante saja menyikapinya. Kalau sedang bagus mood makannya, porsi atau frekuensi makannya bisa sedikit ditambah.
Silakan kalau ada yang mau nambahin... =) Semoga bermanfaat. Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|