|
Monday, October 08, 2007 | 11:15 AM
Mau Jadi Apa Nanti?
A: Mbak, kalo sudah lulus mo kerja apa? B: Hmm, ngga tau. Kalo urusan kontrak sudah selesai pengennya sih jadi ibu RT (rumah tangga).
"Lhaaa, ngga sayang ya udah sekolah tinggi2. Jadi ngga kerja?"
"Wanita itu harus mandiri juga, ngga boleh tergantung sama suami. Nanti kurang dihargai sama suami lho kalo cuma dirumah aja."
"Wanita karir kan keren, bajunya selalu rapi. Lha kalo ibu RT, identiknya sama daster dan sendal jepit." (hmm masak sih? ini ibu RT yang kebetulan nyambi jualan daster dan sandal jepit kali yaa)
Rasulullah bersabda: "Dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR Bukhori 1/304, Muslim 3/1459)
"Dan hak para istri atas kalian (suami) agar kalian memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma'ruf." (HR Muslim 1218)
Kalo dipikir2 dan direnung2kan... Bukankah akan lebih rugi kalo sudah sekolah 19 tahun dan masih ngga tau bagaimana yang seharusnya?
Dan mungkin memang harus sekolah dulu 19 tahun lamanya sebagai jalan sampainya kebenaran itu ke kita.
Alangkah bahagianya, kalau saya nanti bisa selalu menemani anak2 di rumah, mengantarnya ke sekolah, menjadi orang pertama yang mendengarkan cerita2nya, menyaksikan setiap tahap perkembangannya.
Alangkah senangnya, kalau makanan yang masuk ke tubuh anak2 dan suami saya adalah buatan tangan saya sendiri.
Alangkah bangganya, kalau pakaian yang dipakai anak2 dan suami saya adalah hasil karya saya sendiri.
Jadi, HIDUP ibu RT!!!
-doakan saya bisa jadi ibu RT ya- Labels: Keluarga, Umum, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
Friday, October 05, 2007 | 10:40 AM
Lailatul Qodar
dicopy paste dari EBook Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan (Maktabah Abu Salma)
Oleh Syaikh Abdullah Al Jarullah
Allah Ta 'ala berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. "(Al-Qadr: 1-5)
Allah memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan.
Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi." (Ad-Dukhaan: 3)
Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta 'ala:
"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al- Qur'an." (Al-Baqarah: 185)
Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata: "Allah menurunkan Al-Qur'anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul'Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun."
Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta 'ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah:
"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (Ad-Dukhaan: 4)
Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur'anul Karim: "Dan tahukah kama apakah Lailatul Qadar itu?" ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429)
Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: "Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan." Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do'a sama dengan beribadah selama seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar. Dan seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan.
Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril 'alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya:
"Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar" (Al- Qadar: 5)
Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang beriman. Dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut.
Beliau bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih)
Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dar i sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)
Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan. Adapun qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan tahajud, shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat kepada Allah Ta 'ala.
Aisyah radhiallahu 'anha berkata, aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?" Beliau menjawab, katakanlah: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai Pengampunan maka ampunilah aku. " (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hadits hasan shahih)
Pelajaran dari surat Al-Qadr:
- Keutamaan Al-Qur'anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada saat Lailatul Qadar.
- Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
- Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.
Jika Anda telah mengetahui keutamaan-keutamaan malam yang agung ini, dan ia terbatas pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka seyogyanya Anda bersemangat dan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari malam-malam tersebut, dengan shalat, dzikir, do'a, taubat dan istighfar. Mudah-mudahan dengan demikian Anda mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga Anda berbahagia dengan kebahagiaan yang kekal yang tiada penderitaan lagi setelahnya. Di malam-malam tersebut, hendaknya Anda berdo'a dengan do'a-do'a bagi kebaikan dunia-akhirat, di antaranya : - "Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, dan perbaikilah untukku akhiratku yang kepadanya aku kembali, dan jadikanlah kehidupan (ini) menambah untukku dalam setiap kebaikan, dan kematian menghentikanku dari setiap kejahatan. Ya Allah bebaskanlah aku dari (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah untukku rizki yang halal, dan palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)"
- "Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari siksa Neraka. Wahai Dzat Yang Hidup lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
- "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon hal-hal yang menyebabkan (turunnya) rahmat-Mu, ketetapan ampunan- Mu, keteguhan dalam kebenaran dan mendapatkan segala kebaijikan, selamat dari segala dosa, kemenangan dengan (mendapat) Surga serta selamat dari Neraka. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurusi makhluk- Nya, Wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
- "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebajikan, kesudahan (hidup) dengannya serta segala yang menghimpunnya, secara lahir-batin, di awal maupun di akhirnya, secara terang- terangan maupun rahasia. YaAllah, kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku di hadapanmu kelak di akhirat. Wahai Dzat Yang Mahahidup, yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
- "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, 'afaaf (pemeliharaan dari segala yang tidak baik) serta kecukupan."
- "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai pengampunan maka ampunilah aku. "
- "Ya Allah, aku mengharap rahmat-Mu maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata, dan perbaikilah keadaanku seluruhnya, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau."
- "Ya Allah, jadikanlah kebaikan sebagai akhir dari semua urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat."
- "Ya Tuhan kami, terimalah (permohonan) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Hidup, yang memiliki keagungan dan kemuliaan. "
"Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya." Labels: Ibadah, Ramadhan
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, October 04, 2007 | 4:13 PM
Jagoan
Saya sedang keluar lift lantai 8 tiba2 dikejutkan oleh suara Ira yang lagi berdiri di depan rumah sambil tereak2 panggil saya suruh cepet jalannya, "Mbak! dedek mbak!… dedek! cepet!" (sambil tunjuk2 ke dalam jendela).
Waduh, saya langsung deg2an Ya Allah, kenapa Khansa? Khansa kenapa? sambil cepet2 lari.
Begitu sampai depan rumah, saya lihat Khansa lagi sendirian di dalam rumah dengan posisi manjat sandaran sofa (horor banget, kalo jatoh gimana coba), mukanya ditempelin ke kaca jendela, rambutnya klimis keringetan. Yaelah kasian amat anakku. Ternyata… Khansa terkunci di dalam rumah!
Jadi ceritanya rumah kita itu memang special, pintu depan ngga bisa dibuka dari luar, hanya bisa dibuka dari dalam. Didesign begitu mungkin untuk security kali ya. Siang itu Khansa lagi main sama Ira di kamar. Karena Khansa anteng dan asik main sendiri, Ira memutuskan untuk keluar sebentar, angkatin jemuran yang udah kering. Eeehhh tiba2 ada suara pintu depan tertutup dengan pelan tapi pasti "ceklek". Hiyah, ternyata didorong sama Khansa dari dalam.
Lhooo… ehh… lhoo… dek… ??? Ira katanya sempat panik gedor2 pintu eh malah bikin Khansa nangis, ikutan bingung sendirian di dalam. Kebetulan siang itu jendela depannya juga dikunci dari dalam, jadi tangan Ira ngga bisa masuk untuk buka pintunya. Yaaa jadilah Khansa officially terkunci sendirian di dalam rumah.
Kasian… sampe 30 menitan. Alhamdulillah Khansa ngga kenapa2 di dalam. Pengalaman ya nak, latian jadi jagoan, pemberani.
Ngapain aja Khansa di dalam ya? Kata Mb Ira:
"Dedek nangis sebentar mbak, awalnya gedor2 pintu, trus dieem aja malah main di pojokan belakang pintu. Setelah bosan, liat ke jendela, cari2 aku. Trus aku ajak main. Dedek manjat sofa sendiri. Bahkan bisa naik sampai ke sandaran sofa, pegangan pinggiran jendela. Dedek tarik2 vitras sama korden, ngajakin main ci luk ba sampe tali vitrasnya copot. Kalo ada pesawat lewat dedek tepuk tangan, ngga pegangan. Sampe deg2an aku, beneran takut dedek jatoh. Kasian dedek walau mukanya sih ceria2 aja."Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|