Ngga Perlu ke Orchard...

>> Monday, December 17, 2007

Di Singapore sedang gencar2nya iklan "the season of joy" alias "christmas". Sebenarnya saya sendiri bingung, orang Singapore banyak yang tidak beragama nasrani, tapi mereka ikutan heboh merayakan natal. Hmm, mungkin ini yang namanya latah...

Hiasan pohon natal dan pernak pernik natal lainnya sudah mulai bermunculan sejak awal November di berbagai tempat, mulai dari mall, supermarket, kantor2, bahkan di lab saya pun ikut2an (apa pula ini). Malah ada christmas party lengkap dengan tukar menukar kado segala.

Kata iklan radio yang sempat saya dengar waktu naik taxi, Orchard road sudah disulap menjadi christmas wonderland... yang pastinya penuh dengan lampu2 yang katanya membuat suasana natal terasa syahdu (yaelah).

Sekedar mengingatkan... bagi saudara2ku yang ada disini terutama, ngga usah ikut2an tertarik dan penasaran pengen ke Orchard ya (sebenarnya ngga natal pun juga ngga perlu ke Orchard kalo memang tidak ada keperluan mendesak, seperti makan ayam penyet misalnya, hehe). Tidak usahlah ikut ambil bagian dalam perayaan mereka. Karena hal itu berarti ikut men-syi'ar kan hari raya mereka dan ini artinya menolong mereka dalam kebatilan. Selain juga berarti menyerupai musuh2 Allah.

Diriwayatkan dengan shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang menyerupai satu kaum berarti termasuk golongan mereka."

Allah juga berfirman: "Bertolong-tolonganlah dalam kebaikan dan ketakwaan dan janganlah bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan; bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Maha Keras siksanya." (QS.Al-Maidah: 2)

Syaikh Ibnu Taimiyah berkata bahwa ikut merayakan hari-hari besar mereka tidak diperbolehkan karena dua alasan:

  1. Karena hal tersebut berarti mengikuti Ahli Kitab, yang tidak ada dalam ajaran kita dan tidak ada dalam kebiasaan salaf. Mengikutinya berarti mengandung kerusakan dan meninggalkannya terdapat maslahat menyelisihi mereka.
  2. Karena hal itu adalah bid'ah yang diada-adakan. Alasan ini jelas menunjukkan bahwa sangat dibenci hukumnya menyerupai mereka dalam hal itu. Tidak halal bagi kaum muslimin ber-tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam hal-hal yang khusus bagi hari raya mereka; seperti makanan, pakaian, mandi, menyalakan lilin, meliburkan kebiasaan seperti bekerja dan beribadah atau pun yang lain-nya.

Hal ini juga applicable untuk perayaan tahun baru, chinese new year, dan perayaan2 mereka yang lain. Jadi tahun baru nanti juga ngga usah bela2in ke Marina bay untuk lihat kembang api sampai pulang pagi yah... =)

Read more...

UHT

>> Saturday, December 15, 2007

Khansa sekarang sudah 14 bulan usianya. Sejak masuk usia 1 tahun Bunda mulai perkenalkan susu UHT sesuai dengan rekomendasi para ibu di berbagai milis dan forum.

Per minggu ini Khansa sudah 90% minum susu UHT dan hanya 10% nya susu bubuk. Alhamdulillah ternyata tidak susah memperkenalkan susu UHT ke Khansa. Awalnya dicampur susu bubuk 80% - 20% (bubuk-UHT), lalu perlahan-lahan dibanyakin susu UHT nya, dan akhirnya sekarang 10% - 90%. Justru kalau sekarang dibanyakin susu bubuknya Khansa ngga mau, mungkin jadi terlalu manis rasanya.

Sedikit ttg susu UHT dari mbak Wiki: Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (Temp < 135 degree Celcius selama 1-2 detik). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Sedangkan pemanasan dengan waktu singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Silakan googling aja... untuk info lebih banyak.

Jadi sekarang Ayah dan anak susunya sama, full cream UHT milk, cuma saya aja yang bukan penggemar susu.

Susu UHT lebih fresh, lebih banyak kandungan susu yang tidak hilang selama prosesnya. Apalagi Khansa sekarang sudah makan makanan padat jadi kebutuhan vitamin, mineral, protein, dan kandungan penting lainnya sudah bisa tercukupi dari makanannya insya Allah.

Yang jelas 'switching from formula to UHT milk' lebih sehat juga buat kantong Ayah =D

Read more...

Ya Allah Kuatkan dan Sabarkan Saudariku

>> Friday, December 14, 2007

dicopy-paste dari blog Ummu Rafifah

by Ummu rafifah

Pagi itu, aku, suami dan si kecil berniat jalan-jalan, sekedar membuang kejenuhan selama sepekan ini, tiba-tiba seorang ikhwan mengabarkan pada suami bahwa rumah Abu Afthaf terbakar habis. Masya Allah, Inalillahi wa innailaihi roji'uun.

Sedih dan pilu rasanya mendengar kabar itu. Baru dua pekan lalu aku berbincang dengan ummahat hebat itu. Tak banyak yang kuketahui dari Ummu Aftaf selain keteguhan hati dan tangguhnya ia. Seorang ibu dengan 7 orang anak, 2 diantaranya bersekolah di pesantren salafiyyah di Jawa, empat yang lebih kecil di pesantren salafiyyah Pekan Baru, dan hanya seorang, Afthaf, yang berumur 4 tahunan tinggal bersamanya di Solok, sebuah daerah bagian dari Sumatera Barat.

Tak ada yang istimewa dari rumah itu. Hanya bangunan kecil terbuat dari susunan kayu usang, bahkan catnya telah pudar atau bahkan sudah lama tak dicat lagi. Penghasilan beliau selama ini dari kedai mungil di sisi kiri rumahnya bagian depan. Sedang sisi kanan rumahnya adalah ruang tidur seadanya. Hanya buku-buku dan majalah Islami yang sangat berharga di situ, tempat ummu mengisi kekosongan waktunya dan kehausannya akan ilmu.

Ummu adalah orang yang sederhana, hidupnya ia dedikasikan untuk Islam, hingga ia rela membanting tulang demi menyekolahkan keenam anaknya di pesantern berbasis manhaj salafiyyah. Aku masih ingat, obrolan dua pekan lalu yang menyisakan bening di kelopak mataku. Ketika dia bercerita tentang kedua anaknya yang baru pulang dari Jawa selama libur pesantren. "Uni kasih jilbab untuk anak Uni yang perempuan, Ri." Dia malah nanya jilbab uni ada berapa. Uni bilang ada 2. Terus dia bilang, jilbab ummi kan cuma 2, ini jilbabnya untuk dipakai ummi saja. Ana ndak usah. Uni bilang, ummi kan nanti bisa beli lagi. Uni juga kasih Jubah Uni yang masih lumayan bagus, tinggal ditambah sedikit kain supaya panjang, anak Uni lebih tinggi dari Uni. Alhamdulillah dia mau."

Atau saat dia bercerita tentang anak lelakinya yang juga sekolah di Jawa, yang pintar, bahkan bisa dapat peringkat ke 7. Dengan bahagia anaknya bercerita tentang prestasinya dan keinginannya untuk bisa kuliah gratis ke Madinah. Uni menanggapi dengan tulus dan senyum, "Yah, Ummi hanya bisa mendoakan, karena Ummi kan nggak punya apa-apa, hanya punya do'a untuk anak Ummi..." kulihat mata Uni berkaca-kaca...

Bahkan untuk kembali ke Jawa setelah masa libur habis, ummu Afthaf juga tidak punya simpanan, Alhamdulillah ustadz2 kedua anaknya mengirimkan ongkos pesawat kembali ke Jawa. Dulu, keenam anak ini juga pernah mendapat bantuan dana untuk pendidikan mereka dari ikhwan di Jepang melalui suami ana. Tapi Qadarullah sekarang terputus.

Ya Allah... sabarkanlah dan kuatkanlah saudariku menghadapi ujian Mu, bagian dari takdir Mu...

Dan kepada ukhti fillah yang diberi Allah kemudahan materi maupun kehidupannya,
yang ingin beramal dan meringankan beban saudari kita ini, bukalah pintu hati ukhty untuk sekedar berbagi kasih, uluran tangan ukhty, bantuan materi ukhty, berapapun itu akan sangat menolongnya sekedar untuk membangun kembali puing-puing rumah atau kedai tempatnya mengkais rezki.

Sampai saat ini, aku pun belum tau pasti bagaimana kondisi beliau. Rumahnya cukup jauh dari padang. Dan kebanyakan akhwat serta ummahat berdomisili di Padang. Entah siapa kini di sisinya yang sekedar mengelus bahu dan memeluknya untuk sabar... Berita terakhir, kini beliau dan keluarga menumpang di rumah orangtuanya yang belum sepenuhnya menerima beliau dan keluarga yang mengikuti manhaj salaf.

Ukhty fillah dapat menghubungi nomor ini 085274877534 untuk konfirmasi. Demi Allah, cukup lah Allah yang menjadi saksi bahwa apa yang ana tulis ini benar adanya tanpa niat mengambil keuntungan sedikit pun, setitik pun. Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi ikhwah yang berdomisili di Pekan Baru atau padang yang Ukhty kenal atau langsung ke Ustadz Elvy Syam untuk klarifikasi.

Ya Allah... tolonglah Saudari kami... Amiiin

Read more...

Jangan Potong Kuku dan Rambut Dulu yaaa

>> Thursday, December 13, 2007

HUKUM MEMOTONG RAMBUT ATAU KUKU PADA SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJJAH BAGI ORANG YANG AKAN MENYEMBELIH KURBAN

Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Ada seseorang yang akan menyembelih hewan kurban hanya untuk dirinya saja. Atau hendak berkurban untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Bagaimana hukum memotong rambut dan kuku baginya pada hari-hari di antara sepuluh hari pertama Dzulhijjah? Apa hukumnya bagi perempuan yang rambutnya rontok ketika di sisir? Dan bagaimana pula hukumnya kalau niat akan berkurban itu baru dilakukan sesudah beberapa hari dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sedangkan sebelum berniat ia sudah memotong rambut dan kukunya?

Sejauh mana derajat pelanggaran kalau ia memotong rambut atau kukunya dengan sengaja sesudah ia berniat berkurban untuk dirinya atau kedua orang tuanya atau untuk kedua orang tua dan dirinya? Apakah hal ini berpengaruh terhadap kesahan kurban?

Jawaban:
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda.

"Artinya: Apabila sepuluh hari pertama (Dzulhijjah) telah masuk dan seseorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulitnya sedikitpun." [Riwayat Muslim]

Ini adalah nash yang menegaskan bahwa yang tidak boleh mengambil rambut dan kuku adalah orang yang hendak berkurban, terserah apakah kurban itu atas nama dirinya atau kedua orang tuanya atau atas nama dirinya dan kedua orang tuanya. Sebab dialah yang membeli dan membayar harganya. Adapun kedua orang tua, anak-anak dan istrinya, mereka tidak dilarang memotong rambut atau kuku mereka, sekalipun mereka diikutkan dalam kurban itu bersamanya, atau sekalipun ia yang secara sukarela membelikan hewan kurban dari uangnya sendiri untuk mereka. Adapun tentang menyisir rambut, maka perempuan boleh melakukannya sekalipun rambutnya berjatuhan karenanya, demikian pula tidak mengapa kalau laki-laki menyisir rambut atau jenggotnya lalu berjatuhan karenanya.

Barangsiapa yang telah berniat pada pertengahan sepuluh hari pertama untuk berkurban, maka ia tidak boleh mengambil atau memotong rambut dan kuku pada hari-hari berikutnya, dan tidak dosa apa yang terjadi sebelum berniat. Demikian pula, ia tidak boleh mengurungkan niatnya berkurban sekalipun telah memotong rambut dan kukunya secara sengaja. Dan juga jangan tidak berkurban karena alasan tidak bisa menahan diri untuk tidak memotong rambut atau kuku yang sudah menjadi kebiasan setiap hari atau setiap minggu atau setiap dua minggu sekail. Namun jika mampu menahan diri untuk tidak memotong rambut atu kuku, maka ia wajib tidak memotongnya dan haram baginya memotongnya, sebab posisi dia pada saat itu mirip dengan orang yang menggiring hewan kurban (ke Mekkah di dalam beribadah haji). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

"Artinya : Janganlah kamu mencukur (rambut) kepalamu sebelum hewan kurban sampai pada tempat penyembelihannya." [Al-Baqarah : 196]

Walahu 'alam

[Fatawa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, tanggal 8/12/1421H dan beliau tanda tangani]

Read more...

Fire [drill]

>> Thursday, December 06, 2007

Sekolahan saya memang lagi giat ngurusin hal-hal yang berhubungan dengan safety. Tempo hari ada briefing on sewage and drainage. Kali ini latihan kabakaran alias fire drill.

Menjadi bagian dari fire drill seperti ini sudah beberapa kali saya alami. Pertama kali waktu magang di Micron, lalu di IMRE, sempet ikut juga waktu mampir di AMD. Tapi baru kali ini fire drill sampai mendatangkan fire fighter! Kaget aja, tiba-tiba ada bunyi nguing nguing, lalu ada lampu menyala-nyala, dari kejauhan terlihat sebuah mobil pemadam kebakaran lengkap dengan personelnya. Hiyaah... kirain sudah selesai fire drill nya setelah si koordinator mengumumkan dengan bangganya, "We have clock a timing of 3 mins 57 secs for the drill, the best timing over the years!" Dan semua bertepuk tangan.

Niat amat ya, sampai mendatangkan anggota SCDF (Singapore Civil Defence Force) segala. Bahkan ada demo fire kecil-kecilan, ada seorang victim yang ceritanya terperangkap di salah satu lab. Kita sih asik-asik aja, serasa nonton film action.

Melihat petugas pemadam kebakaran dengan helm orange, rompi kuning, dan menggendong fire extingusher, ingatan saya jadi melayang... teringat sebuah pengalaman yang lucu agak malu-maluin.

Kejadiannya sekitar Mei tahun lalu sewaktu saya dan suami tinggal di Dresden. Kebetulan tempat tinggal kita disana modelnya studio, maksudnya ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, dapur jadi satu, hehe. Demi keamanan, di setiap kamar di gedung yang kami tinggali dipasang sebuah smoke detector. Waktu tanda tangan kontrak dengan si pengurus gedung sudah diwanti-wanti kalau kamar ini sebenarnya adalah kamar untuk handicap, smoke detectornya sangat sensitif, jadi kalau masak jangan banyak asapnya ya, karena itu akan langsung meng-activate smoke detectornya. Ok.

Siang itu saya dan suami sedang goreng-goreng ikan. Mungkin karena minyaknya kepanasan, sewaktu ikannya masuk ke wajan, tiba-tiba bunyi sreeeng kenceng, minyaknya muncrat kemana-mana, sekeliling wajan berasap, dan ngga lama seisi ruangan jadi penuh asap (ngga nyangka juga kalau produksi asap nya bisa sebanyak itu, mungkin karena kita pakai hot plate, bukan kompor api). Suami saya langsung buka pintu dan jendela sambil kipas-kipasin si smoke detector, takut kalau sampai ter-activated.

Namun rupanya kita kurang cepat bergerak, si smoke detector sudah mendeteksi adanya asap dan dia pun berkedip-kedip. Ngga lama setelah itu alarm utama gedung berbunyi kencang sekali. "Waduh, gimana ini? Apa musti lapor siapa gitu ya? ato ntar alarm bisa mati sendiri?" Suami saya agak panik. Saya juga ikut panik, panik mikirin ikannya yang gosong... "Nanti mati sendiri kali mas kalo asapnya udah ilang, sante aja." balas saya.

Suami saya sibuk bolak balik keluar rumah, ngga enak juga kalau sampe ada tetangga yang terganggu dengan bunyi alarmnya. Tiba-tiba, "Dinda masuk kamar mandi, cepet, bawa ikannya!" kata suami saya. Saya bengong aja... "Cepetan masuk, ada pemadam kebakaran! Banyak banget orangnya! O... oww, they are coming towards our room."

Welehhhh, 10 menit saya ngumpet di kamar mandi sambil bawa sepiring ikan yang gosong. Sayup-sayup saya dengar di luar suami saya sedang menjelaskan ke beberapa orang petugas pemadam kebakaran bahwa barusan itu cuma false alarm. Suami jelasin pakai bahasa Inggris, si bapaknya ngomong pakai bahasa Jerman. Ga nyambung, tapi untung sama-sama ngerti. "Ok... tuliskan nama dan no identitas kamu disini," gitu kira-kira si petugasnya bilang ke suami sambil menyodorkan selembar formulir sebelum akhirnya pamit pergi.

Fuihhh... alhamdulillah... kita ngga sampe di tahan (segitu khawatirnya).

Seharian itu kita deg-deg an aja bawaannya. Sampai akhirnya ngabur dan baru pulang malam-malam. Hari-hari setelah itu sampai hari terakhir di Dresden, kita masih tidak tenang dan bertanya-tanya, bakal kena denda ngga ya? Berapa ya dendanya (dengar-dengar bisa sampai ratusan euro)?

Alhamdulillah, akhirnya kita pulang ke Singapore tanpa kena denda. Ngga kena denda sih, tapi lumayan malu, setelah seorang teman yang tau kejadian ini menceritakannya di milis FORMID (Forum Masyarakat Indonesia di Dresden). Katanya, baru kali ini kejadian seperti ini menimpa seorang Indonesia di Dresden =P

Read more...

Every Baby is Unique

>> Sunday, December 02, 2007

"Anakku sudah 10 kg bulan ini, anak kamu berapa beratnya sekarang?"
"Anakku sudah bisa berjalan kemarin, anak kamu sudah bisa jalan belum?"
"Anakku sudah 10 giginya, anak kamu berapa giginya?"

Kalau untuk sekedar bertanya atau tukar menukar informasi boleh2 saja sih asal jangan trus membanding2kan. Karena perkembangan masing2 anak bisa berbeda-beda walaupun usianya berdekatan atau bahkan sama.

Ingat ibu2, every baby is unique! =) Jadi PD aja kalau misal anak kita kemampuan gerak motoriknya belum sejago anak tetangga kita yang seumuran. Atau anak kita tidak segemuk anak teman kita, dll. Yang penting perkembangannya baik, normal, dan sehat. Ya kan?

Read more...

Menyusui

A: "Wah buk, anaknya gemuk ya..."
B: "Iya, alhamdulillah.
A: "Susu formula memang bikin anak gemuk ya..."
B: "Nnggg..."

Bagi sebagian Ibu pernyataan "Wah anaknya gemuk ya" bisa jadi membanggakan karena itu menandakan si ibu berhasil mengasuh/membesarkan anaknya dengan baik, dilihat dari segi makanan dan kesehatan. Anak gemuk biasanya identik dengan anak sehat walaupun tidak semua gemuk itu sehat.

Tapi kalimat kedua dari Ibu A "Susu formula memang bikin anak gemuk ya" langsung me-nullify asumsi Ibu B akan keberhasilannya membuat anaknya gemuk (dan sehat). Usahanya memastikan anaknya cukup asupan gizi ternyata kalah sama label susu formula. Kecil hati... yaa mungkin begini lah nasib ibu dengan anak peminum susu formula. Begitu kali pikir si Ibu B.

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa seorang Ibu tidak menyusui anaknya, tapi kalau saya ringkas bisa jadi hanya 2 alasannya. Pertama: karena memang tidak mau menyusui, kedua: sebenarnya mau menyusui tapi karena satu dan lain hal ia gagal menyusui [gagal disini artinya ia sudah berusaha dan mencoba]. Nah untuk Ibu2 yang masuk golongan kedua, percakapan simple seperti diatas bisa menjadi cukup sensitif.

Berbahagia dan bersyukur lah ibu2 yang bisa memberikan ASI kepada anak2nya. Karena sungguh itu anugrah luar biasa dari Allah bagi ibu2 tersebut yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh sebagian ibu. Dimana ibu2 itu bisa memberikan yang terbaik yang tidak bisa tergantikan oleh yang lain yaitu ASI. Tidak hanya dilihat dari zat yang terkandung di dalamnya, tapi juga dari efek psikologis, eratnya hubungan antara ibu dan anak yang disusui.

Tapi jangan juga mengecilkan ibu2 yang tidak mampu menyusui. Tahulah bahwa gagal menyusui itu menyakitkan rasanya, sedih luar biasa. Mungkin hal ini lah yang tidak pernah terbayangkan oleh ibu2 yang lancar2 saja proses menyusuinya. Apa sih susahnya menyusui?

Ada wanita yang subhanallah memang dikaruniai Allah ASI yang banyak dan kemudahan menyusui. Misal: ASI nya langsung keluar setelah melahirkan atau bahkan sebelum melahirkan, dukungan yang kuat dari orang2 sekitar termasuk dokter dan RS tempat melahirkan, dll. Tapi ada juga wanita yang ASInya sedikit dan tidak lancar. Walaupun menurut info hanya 1 dari 1000 wanita yang ASI nya tidak mencukupi.

Keinginan kuat seorang ibu untuk menyusui namun tidak juga kunjung berhasil bisa membuat depresi lho, stress, ujungnya malah membuat ia benar2 gagal menyusui, ASI nya tidak keluar sama sekali. Karena efek psikologis dan ketenangan sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan menyusui. Calm and confident, katanya. Tapi yaa... praktek kadang tidak semudah teorinya.

Percayalah, setiap ibu pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Jadi mari kita hargai usaha setiap ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak2nya, dengan caranya masing2, karena yang ideal itu terkadang belum tentu bisa diterapkan bagi semua orang.

-Bunda yang nelangsa jika melihat ibu lain menyusui anaknya
belajar dari sebuah kegagalan

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP