|
Monday, April 28, 2008 | 1:38 PM
Ga Mau Kerja
3 mingguan terakhir ini benar2 minggu2 yang sangat membahagiakan bagi saya sebagai seorang ibu... bisa nempeeel terus sama Khansa.
Semakin mendekati tanggal itu, rasanya semakin gundah... sedih... Nanti kalau Bunda kerja, siapa yang mandikan Khansa pagi2? siapa yang nemenin Khansa main masak2an? siapa yang suapin Khansa? siapa yang bacain cerita untuk Khansa? siapa yang diajak main kejar2an sama Khansa? siapa yang siapkan susu Khansa? siapa yang elus2 Khansa dan nemenin Khansa tidur siang?
Rasanya ngga rela kalau semua itu harus digantikan oleh orang lain...
Maafkan Bunda sayang... maafkan...Labels: Umum, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 12:59 PM
Janji Allah
"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada di sangka-sangka." (QS. Ath-Thalaaq: 2-3)Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Saturday, April 26, 2008 | 10:09 PM
Menangis Karena Takut kepada Allah
Dikutip dari buku "Menangis, Terapi Syar'i Meluluhkan Kerasnya Hati" oleh syeikh Shalih bin Shuwalih al Hasawi.
Tangisan ada bermacam2. Ada tangis bahagia, seperti kisah Abu Bakar radliallahu'anhu katika hijrah saat ia berkata kepada Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam, "Apakah anda mau saya temani wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Ya," Aisyah radliallahu'anha berkata, "Lantas Abu Bakar menangis bahagia, dan aku tak pernah menyangka ada seseorang yang menangis bahagia sebelum hari itu."
Ada juga tangisan kesedihan atas hilangnya orang yang disayangi atau kerabat atau bencana yang melanda kaum mulimin. Tangisan ini merupakan bentuk kasih sayang yang Allahsusupkan di setiap hati hamba2Nya seperti sabda Rasulullah tatkala air matanya bercucuran karena kepergian anak laki2 beliau yang bernama Ibrahim, dan ia ditanya oleh Adurrahman bin Auf, "Apakah anda juga menangis wahai Rasulullah?" beliau menjawab, "Wahai Ibnu Auf, itu adalah tangisan kasih sayang."
Namun jenis tangisan yang paling mulia dan agung adalah air mata yang mengalir dari rasa takut kepada Allah. Dan kita memohon kepada Allah agar kita menjadi orang2 yang senantiasa karena takut kepada Allah.
Dari abu Hurairah radliallahu'anhu, ia berkata bahwa Rasululah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari yang tiada naungan kecuali naungannya..." dan di dalamnya disebutkan, "... Dan seseorang yang mengingat Allah sendirian (dalam sepi) kemudian air matanya bercucuran..." (Muttafaqun alaih)
Dari Ibnu Abbas radliallahu'anhuma, ia berkata bahwa Rasululah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Dua mata yang tidak akan terjilat api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga2 ditengah malam di jalan Allah." (HR Tirmidzi, hadist hasan)
Dari Uqbah bin Amir radliallahu'anhu, aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?" Rasululah sholallahu'alaihi wa sallam menjawab, "Jagalah lisanmu, menetaplah di rumahmu, dan tangisilah dosa2mu." (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani)
Wahai diri... sudah berapa lama engkau tidak menangisi dosa-dosamu?Labels: Hadist, Taskiyatun nufus
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, April 23, 2008 | 3:26 PM
Yuk Pulang
Tinggal di negara kafir merupakan bahaya besar terhadap agama, akhlak, moral dan adab seorang muslim. Ada banyak penyimpangan dari orang-orang yang tinggal di negri kafir, mereka kembali dalam keadaan fasik, bahkan ada yang murtad, keluar dari agamanya dan menjadi kufur terhadap Islam, na'udzu billah.
Bagaimana dengan tinggal di Singapur?
Suatu waktu ada seorang ukthi bilang, 'Iya, saya tau kalau sebaiknya kita berhijrah ke negri Muslim, tapi... saya tidak melihat ada yang salah dengan tinggal di Singapur. Toh, saya masih bisa menunjukkan ke-islam-an saya dan masih bisa leluasa beribadah. Apalagi Singapur jauh lebih aman daripada Indonesia, juga dengan segala fasilitas2 nya yang sangat memudahkan. Jadi saya tidak melihat adanya mudhorot untuk tetap tinggal di sini dalam waktu lama.'
Saya sendiri juga sempat punya pikiran seperti itu. Yaa kalo dipikir2, apa sih salahnya tetap tinggal di sini... apalagi sekarang makin banyak majelis2 ilmu di adakan di Singapur, ngaji bukan halangan lagi.
Bagaimana dengan masalah godaan mata? iya sih, hal ini memang menjadi godaan besar tinggal di Singapur, terlebih untuk kaum pria, secara orang2 di sini suka sekali berpakaian tapi telanjang. Tapi kan ini tergantung kitanya, kalau kita bisa menjaga mata, insya Allah selamat lah... toh di Indonesia juga godaan seperti ini semakin marak.
Lalu bagaimana dengan masalah ikhtilath... hmm iya, memang tidak bisa dihindari di Singapur. Tapi kalau dipikir2, ikhtilath dengan non muhrim yang bukan muslim kok rasanya lebih sedikit ya godaannya karena perasaan kita netral, seperti netralnya 'ikhwan' terhadap 'cewe' (bukan 'akhwat'), bukan tipe kita gitu...
Dan berbagai pembenaran2 yang lain...
Rasanya fatwa ulama mengenai syarat2 tinggal di negri kafir malah dijadikan legalisasi untuk menunda2 berhijrah. Astaghfirullah...
Alhamdulillah... ada seorang ukhti lain yang mengingatkan bahwa bisa saja segala kemudahan yang kita dapat di Singapur ini justru akan melalaikan kita. Membuat hati menjadi semakin jauh dari lembut karena biasa termanjakan oleh fasilitas, seolah hidup ini mudah. Dan kemudahan tidak lah ekuivalen dengan kebaikan... belum tentu yang mudah itu baik.
Suami juga mengingatkan bahwa keadaan bangsa yang tidak semapan di sini justru akan menjadi tantangan yang jika diniatkan ibadah akan berpahala. Selain itu harus juga diingat bahwa ada perintah2 syariat penting yang tidak bisa dikerjakan di Singapur. Seperti perintah wajib untuk sholat berjamaah. Di Indonesia mah... subhanallah, bisa dengar adzan setiap masuk waktu sholat, bisa dengan mudah sholat berjamaah di masjid, dll.
Betapa hati ini rindu ingin berada ditengah2 para ikhwah setiap kali mendengarkan dauroh live lewat radio. Rasa kebersamaan, rasa damai ditengah2 saudara sesama muslim, lecutan2 pemberi semangat, itu yang tidak bisa didapat di sini, kata suami.
Belum lagi masalah riba, masalah insurance, dan syubhat2 lain yang tidak bisa dielakkan jika kita tetap tinggal di Singapur.
(Oh iya ya benar juga, batin saya. Selama ini pandangan saya sempit, saya cuma melihat dari diri saya sendiri...)
Tekad ingin cepat pulang semakin bulat dengan mempertimbangkan pendidikan anak2 nanti. Si Ayah mencita-citakan Khansa dan adik2 bisa sekolah di sekolah bermanhaj yang lurus, biar lengkap pendidikan aqidah, akhlaq, bhs arab, hafalan quran, hadist, juga pendidikan umumnya... amin.
Dalam sebuah hadits shahih dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam disebutkan, bahwa barangsiapa mencintai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka: "Seseorang itu bersama orang yang dicintainya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Yuk Mas, cepet pulang...Labels: Ahkam, Renungan, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 22, 2008 | 12:56 PM
Bothok Ikan
Lagi2 si baby mengirimkan sinyal2 mau sesuatu. Kali ini agak susah, 'bothok bun...' (benar2 putra jawa sejati... makanannya yang jawi jawi melulu)
Bahan: kelapa parut dan ikan yang dibuang duri dan kepalanya
Bumbu: bawang merah, bawang putih, cabe, gula jawa sedikit, garam, daun jeruk, lengkuas sedikit. Semua bumbu di ulek halus lalu dicampur ke kelapa parut dan ikan. Aduk sampai rata, tambahkan air sedikit. Bungkus dengan daun pisang, beri daun salam, lalu kukus sampai matang. Siap disantap dengan nasi anget...
Simple sih, tapi perjuangan cari kelapa parutnya itu... kalo kita tinggal di dekat pasar basah, mudah aja mendapatkan kelapa parut karena biasanya ada yang jual kelapa parutan yang segar. Tapi males banget kalo musti ke pasar boon lay dulu. Untungnya sheng siong jual kelapa, yaaa walaupun kelapanya utuh, lengkap dengan batok nya dan belum di parut.
Setelah merayu2 si ayah... akhirnya mau bukain kelapanya... alhamdulillah. Karena peralatan yang seadanya, si batok kelapa dibuka dengan cara dibanting gitu aja ke lantai... =PLabels: Resep
posted by Ummu Khansa-Syifa
Saturday, April 19, 2008 | 1:53 PM
Tahu Isi
Mudah dan enak...
Cara membuat isi: bawang putih, merica, garam, gula sedikit diulek lalu ditumis. Masukkan sayuran, tumis sampai layu, sisihkan.
Cara membuat kulit: bawang putih, bawang merah, garam, merica, kunyit sedikit (supaya kuning) diulek lalu masukkan ke tepung terigu yang sudah diencerkan.
Masukkan sayuran ke dalam tahu yang sudah dipotong2 segitiga, lumuri dengan tepung, goreng. jadi deh...
Sabtu2 suami cuma kerja setengah hari, pulang kerja biasanya capek dan lapar... moga2 lelah dan laparnya bisa terhapus dengan sepotong tahu isi =DLabels: Resep
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 10:39 AM
Membawa Anak2 ke Majelis Ilmu
Di kutip dari kajian ba'da subuh HangFM oleh Ust Abu Haidar pagi ini.
Kebetulan ada seorang ibu yang bertanya, apakah boleh membawa anak2 yang masih kecil ke majelis2 ilmu (karena dikhawatirkan anak2 tersebut akan mengganggu)?
Ini juga sebenarnya yang sering menjadi concern saya kalau mau datang kajian... kalo Khansa dibawa pasti sibut, lari2, akhirnya saya tidak bisa konsentrasi, jama'ah juga bisa terganggu...
Jawaban dari ustadz adalah boleh...
Hal ini dengan mendasarkan pada hadist Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam
- Suatu ketika Rasulullah sedang memimpin sholat jamaah. Tidak seperti biasa, kali ini sujudnya panjang sekali. Para sahabat yang berada di belakangnya mulai resah, terfikir oleh mereka pasti ada sesuatu yang menimpa Rasulullah. Ketika sholat usai, mereka bertanya tentang perkara tersebut. Rasulullah menjelaskan bahwa ketika sedang bersujud, tiba-tiba Hasan dan Husain cucunya naik ke atas punggungnya. Nabi tidak segera berdiri hingga cucunya turun sendiri. Nabi khawatir bila dipaksakan berdiri cucunya akan terjatuh ke lantai.
- Dari Anas radliallahu'anhu, suatu ketika Rasulullah sedang mengimami sholat kemudian terdengar oleh beliau tangisan seorang anak kecil. Kemudian beliau mempercepat sholatnya dengan membaca surat yang pendek karena khawatir sang ibu dari anak ini akan terganggu sholatnya.
2 hadist di atas menunjukkan bahwa pada jaman Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam, diperbolehkan membawa anak2 ke masjid dalam rangka sholat. Jadi, jika sholat saja dibolehkan membawa anak2, maka selain sholat, juga dibolehkan membawa anak2. Membawa anak2 ke masjid atau majelis ilmu juga dimaksudkan untuk mendidik anak2 tentang amalan2 yang dilakukan orang tuanya. Orang tua hendaknya bersabar atas sikap anak2 tersebut. Ada baiknya orang tua mewanti2 anaknya untuk tidak ribut atau mengganggu selama kajian berlangsung, dsb... atau ada baiknya juga jika dibuat tim khusus yang menangani anak2 selama kajian berlangsung, mungkin anak2 kecil bisa dikumpulkan lalu di bacakan kisah2 nabi atau shohabat atau diajarkan doa2, dan lain sebagainya. Sehingga manfaat bisa didapat baik untuk orang tuanya juga untuk anak2nya. Wallahua'lam. Labels: Keluarga, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 9:14 AM
Imunisasi, Siapa Ga Takut?
Beberapa waktu lalu saya medapat info dari seorang sahabat mengenai ketidak jelasan hukum imunisasi. Sejak saat itu, saya menghentikan program imunisasi Khansa yang masih kurang polio dosis 5 dan 6, DPT dosis 4 dan 5, campak, HIB dosisi 4, dan MMR.
Setelah browsing sana sini mengenai hal ini, ternyata ada penggunaan unsur babi dalam pembuatan vaksin (enzim tripsin yang merupakan turunan dari pancreas babi dipakai sebagai katalisator). Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa yang isinya membolehkan vaksin dengan alasan adanya aspek darurat (wabah), tapi masih saja ada rasa tidak sreg atau ragu2...
Masalah imunisasi adalah masalah kontemporer yang belum ada dijaman Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, namun para ulama kontemporer telah melakukan beberapa riset diantaranya dari Al Lajnah Daa'imah fatwa no 13212.
Kaidah dalam berobat dan mencegah suatu penyakit antara lain:
- Larangan Rasulullah untuk berobat dengan yang haram, "Berobatlah dan jangan berobat dengan yang haram."
- Dari Ummu Salamah رضي الله عنها bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat penyembuhmu dalam apa yang diharamkan kepadamu." (Riwayat Baihaqi dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)
Syeikh Utsaimin ketika ditanya mengenai kedaruratan menggunakan obat yang haram, beliau menjawab: - Harus jelas dipastikan kedaruratannya, tidak bisa hilang kecuali dengannya
- Harus jelas dipastikan bahwa obat tersebut bisa menghilangkan kedaruratannya
Jadi kalau boleh ditanyakan lagi... - Apa benar2 sudah darurat kondisi sekarang sehingga membolehkan penggunaan barang haram?
- Apakah sudah pasti vaksin itu bisa menghilangkan darurat tersebut?
- Tidakkah kita takut akan dampak sosial dan moral serta akhlaq akibat penggunaan obat2 haram tersebut?
Adalah lebih aman jika kita tidak mendekati yang haram. Tetapi permasalahannya adalah… baru2 ini saya mendapat info dari teman yang lain bahwa salah satu syarat pendaftaran sekolah anak di Singapore adalah harus memberikan sertifikat kelengkapan imunisasi. Bahkan untuk sekolah pra-TK. Waduh... sampai segitunya kah...
Ya Allah mudahkanlah urusan kami... (pengen cepet pulang) Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Friday, April 18, 2008 | 4:03 PM
Friday Tea time...
Terakhir kali bisa ngupi2 dan ngemil2 gratis di MSE

Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Thursday, April 17, 2008 | 1:22 PM
Brambang Asem
'Bun, mau brambang asem dong' begitu lah kira2 sinyal yang saya tangkap dari si dedek di perut.
Buat orang Solo dan sekitarnya dan yang suka cabe, mustinya tau makanan ini. Bahan utamanya sih menurut ibu saya, sejatinya adalah daun ketela, tapi karena daun ini udah jarang ditemukan, biasanya diganti dengan kangkung.
Kebetulan di sheng siong ada daun ketela ini... jadi bisa deh bikin brambang asem yang sejati.
Bahan: 1 ikat daun ketela di rebus Bumbu sambal: bawang merah, cabe, gula jawa, garam, asam jawa. Diulek semua, ditambah air, trus direbus sampai mendidih.
Siapkan daun ketela yang sudah matang, siram dengan kuah sambal... siap disantap. Gampang, cepet, dan bikin merem melek, nyamleng! Kurang satu nih, mustinya ditemenin tempe gembus ato tempe mendoan ato kerupuk.
Menikmati brambang asem sambil ingatan melayang ke jaman SMA dulu dimana saya sering jajan brambang asem di dekat kos di belakang sekolah, masih ada ga ya penjual brambang asemnya...Labels: Resep
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 15, 2008 | 4:28 PM
Khansa belajar Iqro
Jaman saya kecil dulu, saya belajar baca huruf hijaiyah pakai juz 'amma. Mungkin sekarang metode iqro' lebih banyak dipakai karena memang lebih mudah dan lebih sistematis.
Si Ayah pun berinisiatif beli buku iqro', supaya Khansa bisa mulai belajar baca huruf hijaiyah... yaaa sedikit2 lah. Selama ini Khansa mah gaya2 aja, sok2 baca buku, ceritanya ngaji... bunyinya, a'uu a'uu a'uu (a'uu melulu ga ada ujungnya =P, maksudnya a'uudzubillahiminassyaitoonirrajiim).
Akhirnya terbelilah 1 set buku iqro'. Begitu dikasih ke Khansa, Khansa malah tertarik lihat foto "bapak pake peci" yang ada di belakang buku iqro nya... huhuhu.
B: "Ikutin Bunda dek, a ba, a ba a, ba a ba..." K: "A ba, a ba, aaaaaa... bapak, peci, ayah, peci." (bukunya ditutup dan lihat si "bapak pake peci" lagi)
Bunda... cepat beli sampul buku ya!Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 4:02 PM
Suamiku... bacakan aku ilmu
Disela2 saya sedang ngurusin Khansa yang lagi mau minum susu, suami saya yang sedang tidur2an sambil baca buku kemudian membacakan sebuah hadist berikut:
"Jika aku memerintah kalian dengan suatu perintah, jalankanlah semampu kalian. Jika aku melarang kalian dengan suatu larangan, jauhilah." (HR Bukhari)
Masih kata suami saya yang membacakan rangkuman syarah hadistnya... Jadi, kalo larangan itu harus dijauhi seluruhnya, karena larangan itu sebenarnya sedikit jumlahnya dan menjauhi itu lebih mudah daripada melaksanakan. Tetapi kalau perintah, kerjakanlah semampunya, karena kemampuan tiap orang berbeda2. Subhanallah...
Oooo begitu... kata saya dalam hati (perasaan udah pernah denger... tapi yaaaa gitu deh, yang masuk dan yang keluar cuma beda tipis, harus diingatkan berkali2)Labels: Hadist
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 3:51 PM
Qoonitah
di co-pas dari blog situ tuh... Sebuat reminder yang telak (walaupun punya vcd kajiannya dan udah pernah dengerin... tetap saja perlu diingatkan berkali2)
Jazakillahukhoir ukhti...
------------------------------------- Masih inget sama ayat masyhur di bawah ini?
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ
"Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (An-Nisaa: 34)
Dan salah satu ciri muslimah sholihah adalah muslimah yang qoonitah. Apa itu qoonitah? Yaitu yang selalu berada dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, atau dalam kalimat singkatnya, selalu istiqomah. Kelihatan mudah ya, padahal prakteknya jauuh dari mudah, terlebih di zaman sekarang.
Saat kebanyakan wanita menyibukkan dirinya untuk membicarakan fashion, mode baju dan mode rambut terkini, dan bersaing dalam masalah keduniaan mereka, maka si qoonitah tidak tergoda untuk nimbrung.
Saat para ibu membicarakan model HP dan TV ter-gress, maka si qoonitah memilih untuk berbicara tentang rencana jangka panjangnya dalam mendidik putra-putrinya, kapan diajarkan tentang di mana Allah, kapan diajarkan doa-doa makan dan tidur, kapan alif ba ta, dan sebagainya.
Si qoonitah lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dalam menamatkan kitab Riyadhus Sholihin dan Adabul Mufradnya, atau mengkaji terjemah Bulughul Marom.
Si qoonitah lebih suka waktunya habis untuk tilawah Qur'an, mentadabburi dan menghafalkannya, dan juga mengamalkan dzikir pagi dan petang.
Si qoonitah, yg dua tahun, lima tahun dan bahkan sepuluh tahun dari sekarang, ia masih akan tetap bermanhaj salaf, yang agenda hariannya tidak berubah dari sebelum-sebelumnya, dzikrulLah, tilawah, murojaah, tollabul ‘ilmi, menjadi ibu dan istri yang baik…
Ia… yang selalu mengisi hari-harinya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Gimana ya caranya biar bisa kaya gitu? Catat tips ini ya akhowaat.. 'Jika ada orang yang mengajakmu berlomba-lomba dalam amalan dunia, ajak ia untuk berlomba-lomba dalam amalan akhirat.'
*So girls, in which state are we now? Huhuhuw….., mudah-mudahan kita semua dimudahkan untuk menjadi muslimah yang qoonitah ya..
Inspired by : Kajian Wanita Muslimah, Ust. Armen rahimahullah Labels: Keluarga, Renungan, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
Wednesday, April 09, 2008 | 4:26 PM
Hanya 2 pilihan
After searching through several cubicles... the choices are down to these 2: 1. good manager, busy job 2. not so good manager, not so busy job
mo pilih mana? saya pilih yang:
lebih sedikit ikhtilath artinya lebih sedikit berinteraksi dengan orang artinya tidak banyak turun ke fab artinya duduk2 aja di meja bisa sholat dengan leluasa bisa pulang on time bebas dari pekerjaan kantor begitu keluar kantor tidak ada lembur bond capet selesai
career path? self development? interest/preference? promotion? bonus?
all these are out of the consideration.
Ya Allah... janganlah Kau jadikan indah dunia ini di mata kami...
Jadi teringat sebuah hadist, dari al-Mustaurid bin Syaddad: "Aku berjalan bersama-sama Rasulullah dan para sahabatnya melalui suatu bangkai seekor biri-biri, lalu Rasulullah bersabda: 'Apakah kamu berpendapat bahwa biri-biri itu telah menjadi hina dan tidak berharga lagi bagi tuannya?' Lalu para sahabat menjawab: Di antara bukti kehinaannya ialah mereka telah membuangnya wahai Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda: 'Sesungguhnya dunia ini lebih hina daripada kehinaan bangkai biri-biri ini pada tuannya'." (HR Tirmizi).Labels: pekerjaan, Umum, Wanita
posted by Ummu Khansa-Syifa
Tuesday, April 08, 2008 | 4:27 PM
Sayur (Tempe) Lombok Ijo
Hmm, tiba2 Bunda teringat dengan sayur ini, yang selalu jadi target pencarian keluarga Ayah dikala masuk desa...
Mo bikin surprise untuk Ayah, bunda sms yangmi dan yangti minta resep sayur ini. Dan tadaaa... jadilah... dimakan sama nasi anget dan krupuk udang, mak nyuus deh...
Bahan: Tempe
Bumbu: bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, lengkuas, daun salam, daun jeruk, gula jawa, garam
Cara: semua bahan di iris tipis2, termasuk tempenya. Panaskan minyak, masukkan bumbu2, ditumis sampai layu. Masukkan santan, daun salam, daun jeruk, lengkuas dan tempe. tambahkan gula jawa dan garam secukupnya. Biarkan sampai mendidih dengan tetap diaduk2. Jadi deh...
Gampang kan...
Not for those who are resistive to chilli... asli puedess...Labels: Resep
posted by Ummu Khansa-Syifa
Monday, April 07, 2008 | 6:12 PM
Jenggot
(masih cerita ttg Khansa)
Malam2, ada teman Ayah yang sedang bertandang. Khansa dan Bunda di kamar. Karena sudah bosan main di kamar, Khansa bilang, "Bunda, Khansa kuwal (baca: keluar)."
"Kuwal, kuwal, kuwal." (sambil gedor2 pintu)
Akhirnya Khansa keluar. Ayah bilang, "Yok, sini main sama Amy." Reaksi Khansa pertama kali adalah nunjuk si amy sambil bilang "Jenggot." trus tunjuk Ayahnya sambil bilang, "Mama (baca: sama)."
Semalaman kata2 yang diucapkan ga jauh2 dari "jenggot"
K: "Bunda, jenggot?" B: "Engga, bunda ga ada jenggot, bunda perempuan." K: "Ayah, jenggot?" A: "Iya ayah laki2, pakai jenggot." K: "Khansa jenggot?" B: "Engga, Khansa perempuan ga ada jenggot." K: "Bunda, puwal (baca: perempuan), Khansa puwal." K: "Amy, jenggot?" B: "Iya... amy pake jenggot." K: "Ammah, jenggot?" B: "Engga, ammah perempuan."
Lumayan, malam itu kita belajar tentang laki-laki, perempuan, dan jenggot =)Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 6:00 PM
Hijo
Siang itu, saya sedang duduk2 santai sama Khansa. Tiba2 Khansa mengeluarkan sesuatu dari kantong baju saya, lalu dia bilang, "Karet hijo."
Kaget deh saya... karena memang yang dipegangnya itu karet berwarna hijau. Seingat saya, saya belum pernah ngajarin dia macam2 warna.
Saya tanya, "Apa dek?" Khansa jawab lagi, "Karet hijo."
Hmm, belajar dari mana nih Khansa... Selidik punya selidik, ternyata setiap ditanya benda ini warnanya apa? jawabnya selalu hijo... kursi hijo, baju hijo, buku hijo, balon hijo.
Aih aih... ternyata Khansa memang baru suka nyebut kata "hijo". Jadi pas banget waktu itu karetnya memang warna hijau.
Kirain dapet ilmu laduni kamu nak... =PLabels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
Friday, April 04, 2008 | 6:07 PM
Ga Pengen Ninggalin Khansa
"Bunda tindak, Khansa ikut."
Kalimat ini yang sekarang biasa diucapkan Khansa jika melihat Bundanya ganti baju tanda mau pergi. Duhh nak, teriris2 rasanya hati Bunda... andai Bunda bisa di rumah terus sama Khansa.
Maafkan Bunda sayang...
tindak = pergi (bhs jawa)Labels: Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 5:24 PM
Kehamilan kedua
Kehamilan kedua saya agak berbeda dengan apa yang saya alami di kehamilan sebelumnya. "Hamil serasa tidak hamil". Sampai2 kadang saya khawatir dan bertanya2, saya beneran lagi hamil ngga sih.
Alhamdulillah, kunjungan ke gyne kemarin melegakan sekali, saya beneran hamil kok =P. Si dedek yang masih mungil (~6 cm) terlihat sehat dan perkembangannya baik. Anggota badannya sudah mulai terlihat, tidak seperti check up bulan lalu dimana si janin masih bulat aja. Di kehamilan 12 minggu ini, dokter mengecek kemungkinan kelainan down sindrom (na'udzubillah min dzalik) pada janin dengan memeriksa ukuran leher janin. Alhamdulillah dedek baik2 saja insya Allah tidak ada kelainan. Si dedek sempat menunjukkan atraksi salto diperut saya. Terlihat jelas di layar USG, kepalanya muter dari yang tadinya di kiri sampe ke kanan. Aihh... adek, mau saingan sama mbak Khansa ya?
Dulu waktu hamil pertama, saya sempat mengalami saat2 dimana mood benar2 sensitif dan melankolis. Di awal, di tengah, juga di akhir masa2 hamil bahkan setelah Khansa lahir. Lebih2 di akhir usia kehamilan dimana rasanya saya tidak menarik lagi. Bagaimana tidak, selain perut yang bengkak, leher, kaki, tangan dan pipi juga ikut bengkak. Ditambah ada perubahan pigmen dan struktur kulit dimana2. Belum lagi badan rasanya berat dan sangat mudah berkeringat. Di deketin suami dikit langsung berubah jadi singa betina... ouuwww... jangan deket2 please... gerah! Suami jadi tukang kipas tiap malem karena kalo pake kipas angin bisa berhujung pada kembung di pagi hari (jadi geli ingat masa2 ini).
Yaaa namanya juga 'yang pertama', mungkin saat itu ada sedikit rasa ketidak-siapan menjadi seorang ibu.
Alhamdulillah, hamil yang sekarang rasanya lebih santai. Tidak ada lagi kerisauan tentang tubuh yang nanti jadi tidak menarik dll. Suami rasanya makin sayang (inget bapak-bapak, tunjukkan rasa sayang anda pada istri, lebih2 saat istri sedang hamil, hal ini akan sangat membantu). Asal suami dan anak bahagia... what can you ask for more...
(benerin perutnya ntar aja ya, kalo anaknya udah 5 ato 6 ato 7)Labels: Kehamilan dan Perkembangan Anak, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
| 5:08 PM
Berapa Lama Usia Pernikahan
Recently ada yang bilang, "How far a wife gets separated from the husband while they are walking together has a linear correlation with how long they have been married."
Hmm...
Mungkin juga sih, karena biasanya tahun2 pertama pernikahan, suami istri biasa jalan berdekatan (dan bergandengan). Begitu anak pertama lahir, kalo jalan bareng sudah tidak bisa gandengan tangan (yaaa kalo mau maksa bisa sih, satu tangan gendong anak, satu tangan gandeng istri). Kalo anak sudah bisa jalan, si anak akan berdiri diantara ayah ibunya. Dan begitu selanjutnya sampe anaknya 2, 3, 4, dst. Lama2 suami berjalan jauh di depan istrinya.
Tapi saya percaya "how far a wife gets separated from the husband while walking together has no direct correlation with how good their relationship is"
Jadi kepikiran, kalo ada stroller yang tandem bisa buat 3-4 anak, asik kali ya. Anaknya taroh aja di stroller, ayah ibunya masih bisa dhempet-dhempetan deh...
(postingan yang kurang penting =P)Labels: Keluarga, Pernikahan, Umum
posted by Ummu Khansa-Syifa
|
About
Ummu Khansa-Syifa
Singapore
YM: martina_damayanti
Abu Khansa-Syifa

Recent Post
Silaturrahim
Categories
Links
Archives
|