Tuesday, June 24, 2008 | 12:37 PM

Hati-hati Saat Berbicara


diringkas dari majalah Nikah Vol 7, Mei 2008

Larangan2 dalam hal berbicara yang sebaiknya diajarkan kepada anak2 sejak dini:

1. Tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna
Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Termasuk kebaikan seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

2. Jangan membicarakan semua yang didengar
Dari Abu Hurairah, Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR Muslim)

3. Jangan memotong pembicaraan orang lain

4. Jangan saling membantah, walaupun ada dipihak yang benar dan jauhi perkataan dusta, meskipun bercanda
Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan dan saling membantah) sekalipun ia benar, dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda." (HR Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani)

5. Jauhi menggunjing/ghibah dan mengadu domba
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS Al Hujurat: 12)

6. Jauhi perkataan kasar, keras, ucapan yang menyakiti hati, dan jangan mencari2 kesalahan orang lain karena hal tersebut dapat mengundang kebencian dan permusuhan.

7. Jangan suka mengejek, mengolok-olok, dan memandang rendah orang yang berbicara.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Wahai orang2 yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok2 kaum yang lain karena boleh jadi mereka itu lebih baik dari yang mengolok2, dan jangan pula wanita2 mengolok2 wanita2 yang lain karena boleh jadi wanita2 yang diolok2an lebih baik dari yang mengolok2." (QS Al Hujurat: 11)

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Monday, June 23, 2008 | 10:30 PM

Kangen


Tiada kabar berita lebih dari 24 jam... istri mana sih yang tidak khawatir.
Kalau ditinggal jauh begini, baru deh terasa butuhnya, begono... hohoho.

Cepet kasih kabar sayang...

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Friday, June 20, 2008 | 3:16 PM

7 Kali Viewing Baru Dapet


  1. Unfurnish, harga oke, rumah bagus, jauh dari MRT
  2. Furnish, harga agak tinggi, dekat masjid, dekat LRT, lingkungan kurang bersih (bawah blok ada pasar dan hawker center), jauh dari playground
  3. Furnish, harga oke, rumah tua, sempit, kotor, lumayan dekat masjid
  4. Furnish, harga agak tinggi, rumah baru, furniture baru, dekat MRT, sempit
  5. Furnish, harga oke, rumah tua, sempit, bau sesajen, lumayan dekat masjid
  6. Furnish, harga oke, rumah bagus banget (terlalu bagus malah), deket banget sama kantor bunda, keburu diambil orang yang berani naikin harga
  7. Unfurnish, harga oke, rumah baru, luas banget, agak jauh dari MRT

Sempat adu argumentasi dengan suami selama proses pencarian rumah yang membuat prosesnya sangat melelahkan physically dan mentally.

Yaaa, laki-laki mamang lebih 'cincai' soal kondisi rumah... Tapi, biarkanlah wanita yang meng-handle urusan rumah2an =P. Toh kalau rumahnya rapi, bersih, dan nyaman kan kita juga yang seneng. Apalagi insya Allah anak sudah mau 2, jadi memastikan rumah bersih dan sehat adalah no 1 (kondisi dapur dan kamar mandi penting banget).

Rumah tua, cat suram, lembab, ventilasi tidak baik, lingkungan sekitar kotor, ngga ada tempat main anak2 ... adalah no no no, walaupun murah dan strategis.

Akhirnya kita putuskan untuk ambil rumah yang no 7. Alhamdulillah selesai juga urusannya.

nb: baru tau kalau sekarang bayar agennya berdasarkan lama kontrak (kontrak setahun-agent fee 1/2 bulan, kontrak 2 tahun-agent fee 1 bulan). Huhu, agennya ngga mau rugi nih...

Labels: ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Tuesday, June 17, 2008 | 3:45 PM

Berapa % Waktu Kita Untuk Anak?


Sejak menjadi ibu rumah tangga paruh waktu, pembagian waktu/perhatian kepada anak adalah sebuah tantangan. Perhatian disini bukan sekedar memastikan bahwa anak baik2 saja, tapi lebih kepada kehadiran kita sepenuhnya untuk si anak.

Tidak dipungkiri, kadang sepulang dari bekerja, physically kita hadir dihadapan anak, tapi jiwa/pikiran kita bisa saja tidak sepenuhnya hadir bersamanya, entah karena lelah atau yang lain.

Sejak Khansa bisa bicara dan banyak cerita, saya mulai merasakan tuntutannya untuk di dengar dan diperhatikan, SEPENUHNYA, ketika saya dirumah.

'Bunda, ngga boleh mandi.'
atau
'Bunda, main sama Khansa aja.'

Itu kalimat yang sering terdengar begitu saya sampai rumah. At least harus spend 15 menitan bersama Khansa dulu, baru deehh setelah itu Bunda diijinkan mandi. Pun selagi mandi, kadang sambil ditongkrongin di luar kamar mandi.

Begitu juga kalau malam2 saya ngobrol dengan suami, membicarakan masalah yang penting misalnya, Khansa akan make noise... (entah yang teriak2 lah, lempar2 mainan, sok minta ini itu atau yang lain), tanda dia minta perhatian PENUH.

Kadang jengkel, Khansa kenapa siihh... bentar dong nak. Ayah bunda kan capek juga, mana banyak urusan lagi...

Kalau sudah terlalu capek, secara tidak sadar kadang kita menunjukkan mimik muka ngga suka/sebal pada anak. Padahal si anak sedang semangat2nya minta dibacain cerita atau dengan hebohnya angkat2 mainan ngajakin main sama2. Akhirnya anak sedih dan kecewa. Kalau sudah begitu, duhh sedih rasanya. Nyesel.

Kalau dipikir2, hanya 3-4 jam kita bersama anak sepulang bekerja dan kira2 hanya 1 jam sebelum berangkat kerja. Jadi hanya 5 jam interaksi aktif bersama anak. Kasian sekali si anak kalau perhatian penuh tidak bisa didapat dari ayah bundanya dalam waktu yang hanya 5 jam ini.

Bukan salah si anak, sama sekali bukan. Perhatian kita, waktu kita, kasih sayang kita, kehadiran kita menemani mereka memang lah hak anak. Salah siapa memilih bekerja? bukannya bunda memang seharusnya di rumah bersama anak? nah lhoo...

Jadi... (reminder untuk kami sendiri)
Ayah Bunda harus terus belajar dalam hal ini. Sebisa mungkin begitu kita dirumah, waktu kita sepenuhnya untuk Khansa. Bukan untuk komputer atau yang lain yaaa, *ehem ehem*.

Labels: ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Monday, June 16, 2008 | 9:46 AM

Cing sian...


Siang2 sewaktu hujan, seperti biasa, Khansa manjat sofa, berdiri di dekat jendela dan memandangi hujan. Tiba2 Khansa bilang, 'Cing, sian... ujanan. Ninginan, pake jaket aja.'

Bunda: 'Kucing kan ga punya jaket.'
Jawabnya... 'Pake jaket Khansa aja.'

=P

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

| 9:01 AM

Sikat Gigi


Karena ibu Zhaf lagi membahas tentang gigi anak, Bunda jadi pengen nulis juga tentang perkembangan gigi Khansa.

Alhamdulillah sekarang gigi Khansa sudah ada 16, gigi seri 8 + geraham 4 + taring 4. Alhamdulillah juga, sejauh pengamatan Bunda, gigi Khansa sehat, ga ada coklat2/kuningnya. Walaupun ada kebiasaan Khansa yang agak2 bikin khawatir menyangkut kesehatan giginya, yaitu ngemilin es batu.

Khansa sukaaa sekali dengan yang namanya es batu. Sehari bisa habis 5-10 es batu kecil2, di makan gitu aja, klethuk, klethuk.

Kalau udah pengen es batu, duuuh ngerayunya itu lho. Tangan Bunda ditarik2 sambil senyum2 bilang, 'Bunda... batuuuu'

Kalau ngga dikasih... yaaa ujungnya 'Batuuuuu batuuuu batuuu, huaaa'

Jadi ya gitu, daripada rumah jadi heboh, paling Bunda kasih sekali waktu 1-2 biji.
B: 'Satu aja ya, kalau banyak2 nanti Khansa pilek.'
K: 'Dua aja Bunda.'
=P

Moga2 kebiasaan ini ga bikin gigi Khansa jadi rapuh.

Khansa termasuk yang susah disuruh gosok gigi... tapi itu dulu. Sepertinya itu karena Bunda salah pilihin sikat gigi. Sikat gigi Khansa yang dulu bentuk kepalanya bundar, agak melebar. Jadi kalau digosokin ke gigi anak kecil, gusinya akan kena dan itu bikin Khansa ngga suka.

Setelah Bunda ajak Khansa ke toko dan suruh dia pilih sendiri warna sikat giginya (tentu dengan jenis sikat gigi yang sudah Bunda tentukan). Khansa sukaaa sekali dengan sikat giginya yang baru. 'Sikat gigi Khansa ijo. Lucu manget,' katanya.

Malah beberapa hari setiap bangun tidur sempat ditanyain terus tuh sikat gigi,
'Sikat gigi Khansa mana?'

Alhamdulillah sekarang begitu Bunda suruh sikat gigi, Khansa langsung mau sikat gigi sendiri, 'Yang atas Bunda... yang bawah bunda... yang dalem jugak.'

Kalau udah selesai, Khansa akan bilang, 'Gigi Khansa bersih, gigi ammah ismi sakit... siaaan.' (sampe sekarang masih inget aja kalau ammahnya pernah sakit gigi waktu dicabut gigi gerahamnya =P)

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Thursday, June 05, 2008 | 2:10 PM

Kasih dong...


Bunda amati, sejak Khansa mulai mengerti 'mainan' dan mulai paham/sadar apa itu 'milik', Khansa suka ga mau kalau mainannya dipinjem temannya. Kalau lagi main sama teman dan mainannya dipegang temannya, langsung deh diminta. Tapi alhamdulillah, biasanya 'pelit' nya cuma sebentar, setelah itu mau main bareng.

Kadang kalo lagi main berdua sama Bunda, suka Bunda pancing2, 'Wah mainan Khansa bagus sekali. Nanti kalau temennya main, dipinjemin ya. Ajak main sama2.'

Jawabnya... 'Gak usah, gak mau, gak usah pinjem...' (sambil geleng2 kepala)

Rupanya mendidik, menanamkan nilai2 kepada anak itu tidak mudah. Ada banyak trik yang harus dipelajari. Termasuk menanamkan sifat 'suka memberi' atau 'dermawan', yang hal itu semata2 tidak akan tumbuh dengan sendirinya.

Memberikan contoh secara langsung atau dengan menceritakan kisah2 shahabat/shohabiyah kepada anak tentang kedermawanan mereka bisa menjadi salah satu cara. Semoga dengan menceritakan kisah2 yang benar ini, akan lebih membekas di hati Khansa.

Khansa sayang, kelak kalau Khansa sudah mulai mengerti, insya Allah akan Bunda bacakan kisah betapa dermawannya Abu Bakar, Utsman juga para sahabat lain yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah.

Ada juga ummul mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha yang sangat gemar bersedekah sampai-sampai lupa menyisakan sedikit pun hartanya untuk berbuka puasa. Juga Ummul Mukminin Zainab bintu Khuzaimah yang dijuluki Ummul Masakin, ibunda kaum miskin, karena senantiasa mengulurkan bantuan kepada orang-orang miskin. Begitu pula Ummul Mukminin Zainab bintu Jahsy yang paling banyak bersedekah di antara para istri Rasulullah. Asma' bintu Abu Bakr yang gemar membuat sesuatu kemudian hasilnya dia sedekahkan, dan masih banyak lagi.

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

| 10:12 AM

Beberapa Akhlak Menuju Keluarga Sakinah


Setiap orang muslim meyakini tentang kedudukan akhlak dalam kehidupan individu, berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Di sini, ada beberapa akhlak dan adab yang harus ada pada suami-istri, yakni berupa hak di antara keduanya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya." (Al-Baqarah: 228 )

  1. Keduanya memiliki sifat amanah.
    Jangan sekali-kali salah satu dari keduanya mengkhianati yang lain, karena mereka berdua tak ubahnya dua orang yang sedang berserikat, sehingga dibutuhkan amanah, menerima nasihat, jujur dan ikhlas di antara keduanya dalam segala kondisi.

  2. Memiliki kasih sayang di antara keduanya.
    Sang istri menyayangi suami dan begitu juga sebaliknya, sang suami menyayangi istrinya. Ini merupakan perwujudan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

    "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (Ar-Rum: 21)

  3. Menumbuhkan rasa saling percaya antara kedua belah pihak.
    Jangan sekali-kali terkotori dengan keraguan terhadap kejujuran, amanah, dan keikhlasannya.

  4. Lemah lembut, wajah yang selalu ceria, ucapan yang baik dan penuh penghargaan.

    Hal ini masuk dalam keumuman firman Allah Subhanahu wa ta'ala: "Bergaullah dengan mereka secara patut." (An-Nisa': 19)

    Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Inginkan dan lakukan kebaikan untuk kaum wanita." (Lihat Minhajul Muslim, 1/102).

Wallahu a'lam

di copas dari sini

Dua kepala dan dua hati itu akan sangat susah untuk disatukan, tapi mungkin untuk diselaraskan (ayah Khansa).

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments