Bekal Kajian

>> Tuesday, November 25, 2008

Susu, biskuit, diapers, dan tissue basah... sekarang jadi bekal Ayah pergi ta'lim selain buku catatan dan referensi. Karena beberapa pekan terakhir ini Ayah selalu bawa mbak Khansa pergi kajian Sabtu malam ba'da Maghrib di Darul Makmur.

Berdua saja...
bisa lho, top deh Yah... ;)

-yang tadinya meragukan kemampuan Ayah menghandle si mbak-

Read more...

Berqurban pun Mesti Hati-hati

>> Wednesday, November 19, 2008

Dicopy-paste dari blog Ummu Vanessa

Qurban adalah ibadah yang semua muslimin tahu. Ia adalah perwujudan ibadah dan persembahan hanya kepada Allah semata. Ini pun merupakan implementasi ikrar "inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil 'alamiin" (Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidupku, dan matiku kupersembahkan hanya kepada Allah Penguasa Alam Semesta).

Seyogyanya, qurban semestinya dilakukan sendiri-sendiri. Siapa yang akan berqurban, maka ia menyembelih sendiri hewan qurban tersebut. Contohlah Nabiyullah Ibrahim alaihis salam, beliau menyembelih sendiri kibas qurbannya. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pun menyembelih sendiri hewan qurban beliau. Demikian juga para sahabat Nabi, mereka menyembelih sendiri hewan qurban-hewan qurban mereka. Tidak ada riwayat hadits tentang Nabi dan para sahabat (laki-laki) mereka disembelihkan hewan qurbannya oleh orang lain.

Disembelihkan

Walaupun berqurban itu seyogyanya, seseorang menyembelih sendiri. Namun diperbolehkan seseorang menitipkan kepada orang lain untuk menyembelihkan qurban mereka. Hal ini berdasarkan perilaku Rasulullah yang menyembelih seekor kambing dan menyebutkan bahwa qurban tersebut adalah dari beliau, keluarga beliau, dan dari muslimin yang tidak mampu berqurban. Artinya apa? Artinya, qurban seekor kambing mencukupi untuk seorang Ayah beserta istri dan anak-anaknya; juga sah seorang istri dan anak-anaknya dihukumi telah ber-qurban walaupun hanya "nebeng/ikut" dalam perqurbanan satu kambing bersama suami.

Sah dan Tidak

Satu kambing hanya sah untuk qurban satu orang beserta keluarganya, dan satu ekor sapi untuk tujuh orang beserta keluarga mereka. Hal ini berdasarkan hadits Jabir. Ia mengatakan: "Kami berqurban bersama Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang." (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)

Adapun satu ekor kambing, maka hanya sah untuk satu orang beserta keluarganya (anak dan istrinya).

Dalam era kekinian, maraknya lembaga-lembaga zakat dan masjid-masjid membantu para pequrban dalam melaksanakan qurban mereka adalah sesuatu yang patut disyukuri. Mereka telah memberikan jasa besar dalam tersebarnya ibadah qurban mereka plus syiar Islam.

Namun, pun kita mesti waspada dan hati-hati. Waspada bagi para pequrban dan hati-hati bagi para pengelola lembaga zakat dan pengurus masjid yang menerima amanah titipan dana qurban muslimin. Pequrban mesti waspada dalam menitipkan dana qurban mereka, jangan sampai disembelih oleh orang yang tidak shalat, ahli maksiat, dan lain-lain. Lembaga zakat dan pengurus masjid yang menerima dana qurban muslimin, harus memastikan jangan sampai ada satu rupiah pun dana seorang pequrban masuk dalam seekor kambing pequrban lainnya. Sebab, jika ini terjadi maka satu ekor kambing tersebut bukan milik satu orang pequrban, sebab ada dana lain dari orang lain. Konsekuensinya qurban itu tidak sah. Dan jika ini terjadi, maka keamanahan lembaga penerima dana qurban, baik lembaga zakat maupun pengurus masjid, sangat patut dipertanyakan.

Khatimah

Mengelola amal ibadah yang sifatnya ijtimaiyah, semisal zakat dan qurban, tidak sama seperti mengelola dana retribusi parkir. Ia pada substansinya adalah ibadah murni, bahkan perwujudan tauhid yang murni dan pengingkaran dari persembahan kepada berhala-berhala dunia. Maka, pelaksanaannya harus selalu mengedepankan taqwa kepada Allah, ilmu yang benar tentang kaifiyat qurban beserta pernik-perniknya, dan amanah; jangan sampai ada satu-dua rupiah uang orang lain masuk dalam seekor kambing qurban kita.

Wallahu a'lam

Heru Sunoto
Social Worker

http://www.siwakz.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=264

Read more...

On Air

Alhamdulillah Hang 106 FM sudah kembali mengudara di Singapur

Read more...

Subhanallah

>> Saturday, November 15, 2008

Siang2 waktu main lego berdua sama Khansa

Khansa sedang menyusun legonya jadi menara tinggi dan berhasil, Bunda pun memberi pujian seperti biasa, 'Subhanallah, mbak Khansa pinter, bagus menaranya.'

Sekarang giliran Bunda yang disuruh bikinin pesawat pakai lego. Setelah jadi pesawatnya, Khansa pun bilang, 'Amy subhanallah, Bunda pintel.'

Setelah pesawat, Khansa minta dibikinin kapal. Ok, kapal pun dibikin... Setelah kapalnya jadi, Khansa bilang lagi, 'Om subhanallah, kapalnya baguuus.'

Pokoknya setiap buatan Bunda jadi Khansa akan memuji Bunda, dengan diawali kata 'subhanallah' tapi depannya pakai kata2, 'amy' atau 'om'

Awalnya Bunda ngga ngeh... lama2 Bunda pikir2...
Oooo ini pasti gara2 habis main sama amy Subkhan.

hihihi

Read more...

Nyetok ASI

Eng ing eng... ngga terasa cuti melahirkan tinggal 2 minggu lagi. Waktu memang berjalan cepat ketika kita bahagia dan enjoy (ya iyalah siapa yang ga hepi bisa dirumah terus 24 jam bersama anak2 dan ibunda tercintah).

Semakin mendekati saat kembali bekerja, saya mulai mempersiapkan cadangan ASI untuk Syifa. Meskipun ASI untuk Syifa selama ini cukup, entah kenapa kalau dipompa ASInya tidak mau keluar deras, menetes saja. Padahal kalau diminum langsung sama Syifa bisa sampai kedengeran suara Syifa menelan banyak air, menandakan sebenarnya produksi ASInya banyak.

Awalnya saya pikir pompa elektriknya yang kurang bagus. Saya pun pulai cari2 pompa yang lebih bagus. Menurut reviews di internet sih yang recommended merk M*dela, Av*nt, atau Am*da. Nah kebetulan ada temen yang punya Av*nt (tapi yang manual), akhirnya dipinjam dulu untuk memastikan kalau Av*nt cocok buat saya, secara harganya muahal, takutnya nanti udah terbeli ternyata ngga bisa juga.

Dan betul... udah pakai Av*nt pun masih netes2 aja. Sekali pompa cuma dapat 30 ml kanan kiri 30 menit. Tapi gara2 nyobain Av*nt itulah, saya jadi tau bahwa saat salah satu PD di hisap bayi, ASI bisa menetes di PD yang satunya (selama ini ngga merhatiin).

Waktu itu, ditengah2 usaha memompa, Syifa kebangun dan minta mimik. Tanpa melepas tempat tampungan ASI yang dipasang di salah satu PD (lately i knew this is called breast shell), saya kasih mimik Syifa di PD satunya. Setelah selesai mimik dan saya lepas tampungan ASInya, subhanallah... keluar banyak sekali, sampai 20 ml. Wah mantap, tanpa susah payah memeras dan yang jelas tanpa rasa sakit.

Sejak saat itu, saya selalu pasang tempat tampungan ASI saat menyusui Syifa. Sehari bisa terkumpul 150-200 ml. Alhamdulillah... stok di freezer sudah semakin banyak, insya Allah saat Bunda kerja nanti Syifa ngga kekurangan ASI ya nak.

Read more...

Khansa dan Syifa

>> Thursday, November 06, 2008

Sekedar update seputar Khansa dan Syifa...

Usia Syifa sudah hampir 4 minggu, sudah mulai gemuk badannya, baju/celana Khansa umur 2 bulan dulu sudah cukup dipakai. Syifa masih bobok terus, jarang melek. Alhamdulillah Syifa termasuk tidak rewel, jarang sekali nangis lama, ngga seperti mbaknya dulu, kalau sudah konser bisa berjam2 tanpa diketahui sebabnya. Sampai ayah bunda dan eyang2nya musti siap2 kerja shift =)

Mbak Khansa pinter, sayang sama adik Syifa. So far sih baru 3 kali adik Syifanya di gigit, di jidat dan jari. Awalnya dicium2, tau2 adik Syifanya nangis kenceng ternyata sudah ada cap gigi di jidat atau jarinya. Mbak Khansa suka pegang2 kaki adik Syifa, sama seperti kasus jidat dan jari, awalnya dielus2, lama2 dipencet kenceng =P

Katanya sih lucu, gemes... trus Khansa tanya,

'Kenapa kok adik Syifa kayak gitu Bunda?' (maksudnya kok badannya empuk2 gitu)
Bunda jawab, 'Karena adik Syifa masih baby, tulangnya masih lunak.'
'Kenapa masih lunak Bunda?' tanyanya lagi.
'Karena belum keras sayang.' jawab Bunda ngarang... (bingung jawabnya)

Read more...

Tinggikan Cita-citamu

>> Sunday, November 02, 2008

"Siapa yang akhirat telah menjadi cita-citanya, Allah akan menjadikan kekayaannya ada pada hatinya, Dia akan menyatukan urusan-urusannya, dan dunia akan mendatanginya dengan rendah dan tunduk. Dan barangsiapa dunia menjadi cita-citanya, Allah akan menjadikan kemiskinan di hadapan kedua matanya, Dia akan mecerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali yang telah ditakdirkan untuknya."

(HR At Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani)

Inilah cita2 yang paling tinggi dan paling mulia. Cita2 ini sangat selaras dengan tujuan penciptaan manusia di dunia ini. Ketika tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, maka cita2 tertinggi seorang muslim adalah menggapai keridloan Allah, mendapatkan kemuliaan di negri akhiratNya, melihat wajahNya yang Maha Mulia.

dikutip dari majalah Nikah Vol 7, Sept-Okt 2008

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP