Tengkurap
>> Tuesday, December 30, 2008
Kalau Khansa tidurnya tengkurap, Bunda sering mengingatkan, "Mbak, jangan tengkurap boboknya. Tengkurap itu boboknya syaiton." (*)
Siang kemarin tiba-tiba Khansa lari ke Bunda sambil bilang, "Bunda! Bunda! Adik Syifa kaya syaiton!"
Huhuhu...
Ternyata dek Syifa lagi nyoba ditengkurapin sama yangmi.
(*) Dari Tikhfah Al-Ghifari dia berkata: "Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur telungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkata: 'Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah', maka akupun mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi." (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
Sudahkah Anda Memuliakan Tamu?
Memuliakan tamu sepertinya adalah hal yang sepele. Namun sungguh akhlaq ini merupakan bagian dari akhlaq Islam yang agung. Bergegas dalam memuliakan tamu merupakan tanda kemuliaan rumah tangga dan keluarga disamping juga merupakan pertanda keimanan.
Ummu Sulaim adalah istri Abu Thalhah al Ashari.
Pada suatu malam, suaminya datang bersama dengan tamu. Sang suami menanyakan kepada istrinya, "Apakah kamu punya makanan yang bisa disuguhkan?" Ia menjawab, "Tidak, kecuali makanan jatah anak-anak kita." Abu Thalhah berkata kepada istrinya, "Kalau begitu, beri mereka kesibukan, lalu tidurkanlah!" Ia pun melakukan apa yang diperintahkan oleh sang suami. Selanjutnya Abu Thalhah berkata, "Sajikan makanan itu kepada tamu kita, lalu ketika mereka hendak makan, ambillah lampu itu seakan engkau hendak memperbaikinya, kemudian padamkanlah."
Abu Thalhah menyuruh istrinya berbuat demikian agar tamunya mengira bahwa mereka sudah makan sehingga bisa leluasa makan dan tidak merasa malu karena sedikitnya makanan yang mereka miliki. Maka tamu itu pun menyantap makanan yang disajikan, sedangkan Abu Thalhah bersama istri dan anak-anaknya tidur dimalam itu tanpa makan malam.
Paginya Abu Thalhah berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam melihatnya lalu berkata kepadanya, "Sesungguhnya Allah tadi malam kegum terhadap apa yang kalian berdua perbuat terhadap tamu kalian."
(HR Bukhori dan Muslim)
Dikutip dari majalah Fatwa edisi Nov 2008
Copycat
>> Monday, December 29, 2008
Anak seusia Khansa memang lagi masa-masanya meniru. Apaaa saja yang Bunda kerjakan/katakan suka dicontek abis. Yang jadi objectnya adalah si Kiki, boneka terbarunya hadiah dari teman-teman Ayah.
Kalau lagi main sama Kiki, yang dikerjakan dan yang dikatakan sama persis sama apa yang Bunda biasa kerjakan/katakan kalau lagi menghadapi Khansa atau Syifa.
Kiki pura-puranya dimandikan, dipakein diapers, diselimutin. Kiki juga dimimikin ASI (ASI nya bunda Khansa =P), disendawakan. Kiki pup, Kiki pipis. Bahkan kalo lagi galak, Kiki juga di marahin, "Kiki! Kamu jangan tumpah-tumpahin air!", "Kiki! Kamu jangan ngeyel!" (padahal Khansa sendiri yang suka ngeyel tumpah-tumpahin air).
Kiki juga nangis, trus di cup cup, "Cup Kiki, jangan nangis, ini udah digendong Bunda Khansa..."
Pokoknya sama deh... semua dicontek!
Kalau ditanya:
B: Emang Kiki anaknya siapa sih?
K: Anaknya bunda Khansa dong
B: Ooo, ayahnya Kiki siapa?
K: Ami Subkhan... eh bukan, ami Rinto aja.
Hahaha.
Anak-anak Rasulullah
>> Sunday, December 28, 2008
Anak laki-laki Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam
- Beristri Khadijah, beliau dikaruniai anak laki-laki bernama: Al Qosim, Ath Thoyyib, and At Thohir, semua meninggal dunia ketika masih kecil.
- Beristri Mariyah al Qibtiyah, beliau juga dikaruniai anak laki-laki bernama Ibrahim, tetapi meninggal dunia pula pada masa penyusuan.
Anak perempuan Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam
- Dari Khadijah, beliau dikaruiai empat putri bernama: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah. Tiga diantara mereka meninggal dunia ketika Rasulullah masih hidup kecuali Fathimah. Fathimah sakit dan meninggal dunia enam bulan setelah Rasulullah wafat
Tafsir Ibnu Katsir 6/428
Dikutip dari Majalah Al Furqon Edisi 01 th. ke 8, 2008
Read more...Breast Milk
>> Thursday, December 25, 2008
Bunda's breast milk stock has reached more than 2 liters and is now occupying most of our freezer space while dek Syifa only needs less than 400 ml during day time when Bunda isn't at home.
Since Bunda will be off from work and staying at home for the next 2 weeks, somehow the stock has to be cleared off.
Rather than just throwing it away, isn't it a good idea offering it to mbak Khansa instead? (by the way she didn't get enough breast milk during the time when in fact she needed it).
Several trials went perfectly okay... Bunda never told si mbak initially though, considering that she really hates breast milk smell. But amazingly, she felt excited when she noticed that Bunda has been mixing her usual fresh milk with some amount of breast milk. Hoho...
"Hmm enak Bun, segarrr!" (gaya banget)
Now Bunda has got the verve to produce even more breast milk for the two lovely consumers =D
Hari Ibu
>> Monday, December 22, 2008
"Selamat Hari Ibu," begitu bunyi sms yang saya terima dari seorang teman di sana.
Banyak dari kita menganggap perayaan-perayaan seperti ini adalah hal yang biasa, bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Ukhti sayang, mari kita belajar lebih jauh lagi untuk mengenal agama kita yang sempurna ini. Cukuplah apa yang Allah dan RasulNya cukupkan bagi kita.
Alhamdulillah ada sebuat artikel di almanhaj yang pas sekali membahas mengenai hal ini.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ketika ditanya mengenai hari ibu, beliau menjawab (summarized in point form):
- Semua perayaan yang bertentangan dengan hari raya yang disyari'atkan adalah bid'ah dan tidak pernah dikenal pada masa para salafus shalih.
- Bisa jadi perayaan itu bermula dari non muslim, jika demikian, maka di samping itu bid'ah, juga berarti tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Hari raya-hari raya yang disyari'atkan telah diketahui oleh kaum muslimin, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha serta hari raya mingguan (hari Jum'at). Selain yang tiga ini tidak ada hari raya lain dalam Islam. Semua hari raya selain itu ditolak kepada pelakunya dan bathil dalam hukum syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak." (HR Bukhori no. 2697, Muslim no. 1718) - Tidak boleh merayakan hari yang disebutkan oleh penanya, yaitu yang disebutkan sebagai hari ibu, dan tidak boleh juga mengadakan sesuatu yang menunjukkan simbol perayaannya, seperti: menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan, memberikan hadiah-hadiah dan sebagainya.
- Hendaknya setiap muslim merasa mulia dan bangga dengan agamanya serta merasa cukup dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya dalam agama yang lurus ini dan telah diridhai Allah untuk para hambahNya. Maka hendaknya tidak menambahi dan tidak mengurangi.
- Hendaknya setiap muslim tidak menjadi pengekor yang menirukan setiap ajakan, bahkan seharusnya, dengan menjalankan syari'at Allah Subhanahu wa Ta'ala, pribadinya menjadi panutan yang ditiru, bukan yang meniru, sehingga menjadi suri teladan dan bukan penjiplak, karena alhamdulillah, syari'at Allah itu sungguh sempurna dari segala sisinya, sebagaimana firmanNya,
"Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu." [Al-Ma'idah: 3] - Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa dihormati sepanjang tahun, daripada hanya satu hari itu saja, bahkan seorang ibu mempunyai hak terhadap anak-anaknya untuk dijaga dan dihormati serta dita'ati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, di setiap waktu dan tempat.
Work in Skeleton Force
Yaaa begini lah kalau bisnis lagi krisis. Yang masuk kantor digilir saja, ngga perlu in full force.
Enak juga... sepi... gelap... santai...
dan bisa bebas ngilang untuk mompa-mompa, hohoho.
Harmonis Tanpa Romantis
>> Saturday, December 20, 2008
Harmonis tanpa romantis... seperti tulisan di majalah Nikah edisi Nov tahun ini. Menurut pembahasan disitu, ternyata banyak juga pasangan yang bisa harmonis tanpa romantis. Tapi masak iya sama istri/suami sendiri kaku/kagok untuk bilang sayang?
Hmm... mungkin tergantung watak dan kebiasaan masing-masing orang ya. Tiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang dan perhatiannya. Yang penting masing-masing pihak tahu hak dan kewajibannya.
Kalau romantis versi saya, intinya hangat dan lemah lembut, tidak melulu kata-kata mesra penuh sastra. Rasulullah sholallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek." (HR Muslim no. 2594)
Alhamdulillah saya dikaruniai suami yang romantis (versi saya). Walau sudah punya dua anak, kadang masih suka ngajak makan di luar berdua saja. Masih tetap memanggil istrinya dengan panggilan spesial selain di depan anak. Dan masih tetap lucu (tapi bener lho, bagi saya lucu itu romantis =) ).
Kesibukan kerja dan mengurus anak kadang membuat kita tidak sempat saling curhat setiap saat. Jadi begitu ada waktu, harus sebisa mungkin dicatch-up. Waktu untuk bisa berdua saja menjadi sangat berharga. Tapi justru itu, kalau pas berdua saja, getar-getar cintanya masih terasa meletup-letup (jadi kangen nonton yang lucu-lucu di youtube berdua saja sampai malam =D (bermain-main bersama istri termasuk yang dibolehkan kan?)).
Romantisnya Ayah ngga cuma sama Bunda, sama si mbak Ayah juga suka romantis. Sering keluar berdua saja, pulang-pulang sudah kenyang. Ternyata nge-date, makan prata =)
Children Book
>> Tuesday, December 16, 2008
Selain mainan, Khansa juga lagi suka baca buku (baca: lihat gambarnya). Makan sambil lihat buku, minum susu juga sambil minta diceritain isi buku. Imajinasinya akan berkembang kalau sudah lihat gambar-gambar di buku.
Biasanya, cukup diceritakan 1-2 kali saja, setelah itu Khansa bisa mengembangkan sendiri ceritanya. Tapi Bunda batasi, ceritanya harus non fiksi. Kurang sreg dengan cerita-cerita fiksi seperti dongeng cinderella, putri salju dan lain-lain.
Bunda sedang giat cari buku-buku non fiksi untuk Khansa. Di Popul*r susah deh cari buku-buku non fiksi untuk anak, mahal pula. Alhamdulillah sekarang sudah nemu tempat yang oks banget untuk berburu buku. Di Bras Basah complex. Subhanallah koleksi buku non fiksi untuk anak di sana buanyaaak banget. Dan yang jelas muraaaah, bisa $1/buku. Memang sih cetakan-cetakan lama, tapi ga masalah, yang penting kan isinya.
Kalau sudah di Bras Basah Complex, bisa kalap deh. Maunya diborong semua =P. Stok buku anak di lemari Bunda masih ada beberapa karena walaupun sekali beli banyak, buku-buku itu dikasihnya ke Khansa sedikit2, 3-4 buku sekali release. Supaya ngga bingung Khansanya.
Khansa suka serial 'Postman Pat', 'Topsy and Tim', dll yang ceritanya lebih banyak mengajarkan tentang friendship dan social well being. Tentu saja, begitu dikasih buku baru Khansa akan bilang, 'Mukanya dispidolin dulu Bun.'
Cerita tentang nabi masih suka ditagih, tapi minta pakai buku. Huhuhu. Insya Allah ntar kalau pulang ke Indonesia, kita cari buku kisah nabi-nabi ya nak...
*ada yang punya rekomendasi buku kisah nabi-nabi untuk anak, yang shahih tentunya?
Hak Anak Atas Orang Tua
>> Sunday, December 14, 2008
Seseorang datang kepada Nabi sholallahu'alaihi wasallam dan bertanya, "Ya Rasulullah apa hak anakku ini?"
Nabi sholallahu'alaihi wasallam menjawab: "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu)." HR Aththusi
Don't Give Up
>> Sunday, December 07, 2008
Memompa ASI sewaktu bekerja ternyata tidak sesimple yang dibayangkan.
Tantangan pertama: mencari tempat yang enak, dekat dengan meja kerja, sepi, dan nyaman. Idealnya sih di lactation room, tapi apa daya lactation room di kantor cuma ada 1 dan jaraknya dari meja kerja lumayan jauh, kira2 10 menit jalan kaki. Option ke dua adalah di meeting room. Sayangnya yang ini tidak diperbolehkan oleh HR staff dengan alasan sudah ada lactation room dan hampir setiap saat meeting room selalu dipakai untuk kepentingan yang sebenarnya. Pilihan ketiga, di toilet. Jangan harap ada meja dan kursi di toilet. Dan jangan harap bisa tenang mompa2 karena seringnya ada antrian diluar. Kalau ketauan lagi mompa kan ngga enak. Tapi inilah yang paling feasible... di toilet. Berdiri dan musti buru2!
Tantangan kedua: mencari kulkas untuk menyimpan ASI. Alhamdulillah ada kulkas di kantin kantor. Sayang kantinnya lumayan jauh dari meja kerja. Hmm kira2 5 menitan jalan kaki.
Tantangan ketiga: harus kembali bekerja sesegera mungkin. Yang ini nih yang paling susah. Target 30 menit untuk menyelesaikan semuanya belum tercapai sampai sekarang. Jalan dari meja ke toilet 3 menit, mompa2 15 menit, nyuci dan mengeringkan alat2 8 menit, jalan ke kulkas 5 menit, jalan balik ke meja 5 menit. Total 36 menit. Itu rasanya sudah diburu2 sekali. Sampai meja ngos2an. Disertai pandangan heran dari colleagues (mungkin bingung, kemana ni orang kok ngilang melulu).
Sampai sekarang sih mompanya masih 4x sehari selama kerja. Semoga bisa semangat terus. Seneng rasanya kalo bisa bawa oleh2 banyak untuk Syifa.
Alhamdulillah punya training manager yang pengertian. 'Don't Give Up on your breast feeding!' pesannya. What a thoughtful manager. Makasih pak!

