Khansa lagi... Khansa lagi...

>> Tuesday, February 24, 2009

Alhamdulillah sejak Mbak sekolah, kedewasaannya semakin bertambah. Mungkin karena jadi terbiasa sharing dengan teman di sekolahnya.

Sekarang kalau berbuat salah, Mbak akan langsung bilang, "Maaf Ayah." (sebelum-sebelumnya mah gedean gengsinya =P)

Pernah siang-siang waktu main balon sama Bunda dan adik. Tiba-tiba balonnya meletus. Adik kaget. Si mbak kaget juga tapi belagak tenang sambil bilang, "It's ok adik, nanti beli lagi yaaa..."

Pernah juga malam-malam Bunda mimpi buruk trus kebangun sambil teriak panggil Ayah. Eh si mbak yang tidur di sebelah Bunda langsung bangun dan peluk Bunda, "It's ok Bunda, ada Mbak Khansa." Wahhh asli Bunda bener-bener kaget Mbak bisa bilang begitu...

Tapi ada juga pengaruh buruk yang dibawa Khansa dari sekolah... ya namanya juga kumpul sama banyak anak, ada kebiasaan anak-anak lain yang ditirunya. Khansa jadi suka memasukkan jari ke dalam mulut. Selain itu sekarang Khansa punya kebiasaan baru, nangis dibuat-buat sambil bilang, "Mommy, mommy, gege, gege..." (gege = abang dalam bahasa chinese).

Ditanya sama Ayah, "Gege itu apa mbak?"
Jawabnya, "Gege itu temen nangis-nangis di sekolah.."

Hoooo....

Read more...

Khansa's Art Work

>> Saturday, February 14, 2009

Of course she isn't the one making the heart shape and writing down the sentence. But at least, she is the one coloring it... =)

Isn't it sweet?

By the way, "Kha" is Khansa's nick name at school.

Read more...

How was Khansa @ School?

>> Saturday, February 07, 2009

Day 1

Mbak sudah rapi dari jam 9.30 pagi lalu diantar sekolah sama Bunda. Sampai sekolah masih hepi, lihat anak-anak mulai berdatangan. Mereka sudah terbiasa melepas sepatu dan menaruhnya dirak sendiri. Lalu meletakkan botol tempat minum dan tas dirak masing-masing. Lucu deh, masih kecil-kecil begitu (dibawah 3 tahun semua). Lalu dicek temperaturenya dan dibersihkan tangannya. Setelah itu baru boleh masuk ke ruang bermain. Khansa ngeliatiiin aja.

Begitu kelasnya dimulai (di ruang yang berbeda dengan tempat Bunda nunggu), mulai deh dramanya... hahaha.

Khansa mulai sadar kalau Bunda tidak ada di dekatnya. Khansa tanya teacher dimana Bunda. Merengek-rengek tanya terus dimana Bunda, akhirnya nangis dan minta gendong. 'Teachel, mbak Khansa mau sama Bunda! Bundaaa, Bundaaaa.' Gendong - minta turun - angkat-angkat kursi mau buka pintu - bolak balik ke jendela heboh sendiri. Hahaha. Bunda geli sambil deg-deg an lihat dari jendela.

Akhirnya Khansa muntah saking histeris nangisnya. Teacher bersihin muntahnya dan lepasin baju Khansa. Bunda ngga boleh masuk. Hebatnya, teacher tetap cool dan ceria. Padahal yang begitu itu ngga cuma Khansa. Ada beberapa murid baru hari itu dan semua nangis. Anak yang sudah lama pun ada yang ikutan nangis. Setelah 20 menitan, Bunda disuruh pulang, ngga boleh nungguin.

Jam 12 teng, mbak Bunda jemput. Mukanya terlihat legaaa sekali begitu lihat Bunda. Bunda langsung ditodong dengan pertanyaan, 'Bunda kok tinggalin mbak?' Lalu Bunda jelaskan bahwa sekolah itu diantar dan ditinggal, tapi nanti akan dijemput. Bunda ngga boleh tungguin karena sekolah itu untuk anak-anak, Bunda-bundanya ngga boleh gangguin. Gituuu… Ngangguk-ngangguk deh mbaknya.

Day 2

Kali ini ngga pake nangis karena Khansa sudah mengerti rupanya. Begitu diantar, Khansa langsung masuk dan mainan. Pulangnya dikasih buku laporan, tema hari itu 'under the sea'. Di rumah si mbak cerita tentang fish and octopus =D

Day 3

Khansa sudah makin confident. Ngga nangis dan sudah terlihat enjoy. Pulangnya ada gambar bintang di tangan kanan. 'Ini apa mbak?' tanya Bunda. Jawabnya, 'Ini bintang Bun, dikasih teachel. Khansa good girl.' Bunda mulai lega =D alhamdulillah adaptasi Khansa lumayan cepat.

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP