Swine Flu Alert...

>> Wednesday, April 29, 2009

It is not a time to be panic... but we have to take all necessary precautions to stay healthy

  1. Rajin cuci tangan
  2. Tutup mulut saat batuk/bersin
  3. Kurangi pergi ke tempat orang banyak berkumpul/keramaian
  4. Berdoa dan tawakkal

Semoga Allah selalu melindungi kita dari berbagai penyakit... amin.

Read more...

Janji Allah Bagi Orang-orang yang Menikah

>> Tuesday, April 28, 2009

Untuk ukhti fillah, semoga Allah tenangkan hatimu ya... =)

Dirangkum dari sini

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudariku…

1. "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (An Nuur: 26)

2. "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (An Nuur: 32)

3. "Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya." (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

4. "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Ar Ruum : 21)

Bersabar dan banyak-banyaklah berdoa supaya Allah menenangkan hatimu. Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekat:

1. "Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'." (Al Mu'min: 60)

2. "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat." (Al Baqarah : 153)

3. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Al Insyiroh: 5 – 6)

4. "Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)

5. "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (Al Hajj: 40)

6. "Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah: 214)

Read more...

Mendidik Dengan Cinta

>> Sunday, April 19, 2009

Akhir-akhir ini Bunda perhatikan si mbak mulai banyak "aneh-aneh"nya. Seperti sengaja mencari perhatian ayah bundanya tak peduli suasana apapun. Tumpah-tumpahkan susu, banting pintu, lepas baju/celana dan ga mau pakai lagi, lempar mainan, pukul adik, coret-coret lantai, lompat-lompat ngga jelas dikasur. Teruusss aja, habis ini, trus itu, lalu yang lain, nanti apa lagi. Kalau di beri tahu malah semakin menjadi. Kalau dibentak sedikit, ujung-ujungnya menangis, merengek-rengek. Kadang jengkel... astaghfirullah...

Saya sudah berulang kali berjanji dalam hati, bunda... jangan sekali-sekali bentak anak. Tapi kok ya, kadang suka kelepasan dan kembali terulang. Dulu sewaktu belum punya anak, saya paling tidak setuju dengan metode mendidik anak ala membentak dan menakut-nakuti. Tapi ironisnya setelah beneran punya anak, kalau sudah kepepet kadang keceplosan pakai acara menakut-nakuti. (1) Mbak, jangan tumpahin susunya nanti lantainya kotor. (si mbak nekat) (2) Mbak jangan tumpah-tumpahin susu, nanti lengket semua, capek bersihinnya. (masih nekat) (3) Mbak, anak sholihah nurut sama orang tua kan... (eh lha kok masih nekat sambil senyum-senyum) (4) EMBAK! (sambil agak melotot). (masih ga mempan, susunya udah kemana-mana, malah diusap-usapin ke muka segala) (5) Mbak, Bunda marah nih! (tetep ga berhenti, makin asik) (6) Mbak, mau masuk ke gudang?

tet tot...

Hiks (ngancem juga akhirnya)
Tapi memang kalimat terakhir ini yang mempan, langsung ada respon "Ngga mau bun..."

Sepertinya Khansa benar-benar takut dengan ancaman ini sampai-sampai kalau dia mau "nakal" disuatu tempat (misal di rumah pakdhenya), Khansa tanya dulu "Pakdhe punya gudang ngga?"

(Ya Allah sampai segitunya tho nak...)

Untung ada suami yang mengingatkan, "Makanya, jangan sering-sering bentak anak. Juga jangan ditakut-takuti." Mungkin memang bapak-bapak lebih bisa sabar menghadapi anak kali ya. Kalau metode si ayah, gendong langsung anaknya, masuk kamar berdua aja dan ajak bicara, beri pengertian (kalau Bunda, duuh keburu yang kecil merengek juga, keburu ini keburu itu, ... ngeleeess melulu)

Naluri/gharizah anak memang bermain, jadi ya jangan disamakan tolok ukur benar/salahnya anak dengan standar orang tua atuh bun...

Maafkan Bunda ya, Bunda sayang mbak...
(Kembali berjanji untuk tidak membentak anak)

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP