Perjalanan Menuju Ikhlas

>> Sunday, December 16, 2018

Kenapa untuk mencapai ikhlas itu sulit sekali?
Salah satunya karena perjalanan menuju ikhlas itu panjang.

Berawal dari ilmu...
Dari ilmu (di kepala) menuju hati itu ada sebuah perjalanan yang harus dilewati
Lalu dari hati menuju amal (implementasi ilmu) juga ada perjalanan lagi yang harus dilewati
Kemudian akhirnya dari amal menuju ikhlas, pun masih perlu melewati sebuah perjalanan

Dan sesungguhnya di dalam perjalanan-perjalanan tersebut banyak sekali pencurinya... ada riya, ada sum’ah, ada ujub dan lain-lain. Itulah yang pada akhirnya bikin kita bangkrut dan tidak menyisakan apa-apa... hiks

Tanya sama diri sendiri, di level manakah perjalanan kita sekarang?
Jangan-jangan baru sampai di kepala aja ilmunya (itupun cuma sedikit) 😔😔
Padahal kita tidak mau termasuk dalam golongan orang-orang yang bodoh atau yang berilmu tapi tidak beramal atau yang beramal tapi tidak ikhlas... Naudzubillahi min dzalik.

Muhasabah terus, perbarui terus niat kita belajar dan beramal agar setiap amalan kita itu betul-betul didasarkan pada ilmu yang sholihah dan keluar dari hati yang ikhlas, yang hanya mencari ridlo Allah.
_________________________________________
Nasehat sesorang yang intinya beliau nukil dari buku Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
❤️❤️❤️


Read more...

Iman Kepada Takdir

>> Saturday, December 15, 2018

Ringkasan kajian ustadz Adjat
Kajian Beverly

Bagi orang awam iman kepada takdir diartikan dengan meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti terjadi dan segala sesuatu yang tidak Allah kehendaki pasti tidak akan terjadi. Pengertian seperti di atas sudah cukup sebagai bukti iman kepada takdir.

Akan tetapi sebagai penuntut ilmu, kita harus memahami iman kepada takdir dengan lebih dalam dan ilmiah.

Rukun al qodar/takdir ada 4 :

1. Al ilmu (pengetahuan)
Meyakini bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ilmu Allah mencakup 4 perkara yaitu ilmu atas yg telah terjadi, yg sedang terjadi, yg akan terjadi dan yg mustahil terjadi dan jika terjadi Allah tau.

2. Al kitab (catatan)
Meyakini bahwa Allah mencatatkan takdir-takdir makhluk-Nya di lauhul mahfudz 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

3. Al wujud (penciptaan)
Meyakini bahwa setelah ilmu Allah tercatat lalu Allah menciptakan semua yg ada di dalam catatan lauhul mahfudz tersebut. Dan Allah tidak sekali kali berserikat dengan ciptaan-Nya.

4. Masyiah (kehendak)
Meyakini bahwa semua 3 rukun takdir di atas tidak terlepas dari kehendak Allah. Semua Allah ciptakan sesuai dengan kehendak-Nya.

Secara mudahnya/garis besarnya, kita boleh memahami bahwa Qodo adalah catatan dan Qodar adalah eksekusinya.

Pembagian takdir ada 4 :

1. Takdir umum
Takdir/catatan yang ditetapkan oleh Allah yang berlaku sejak dari penciptaan makhluk sampai hari kiamat.

2. Takdir umuri (selama hidup seseorang)
Takdir yang ditetapkan oleh Allah kepada makhluk-Nya selama kita hidup, dari lahir sampai mati.

3. Takdir tsanawi (catatan tahunan)
Takdir yang ditetapkan oleh Allah setiap tahunnya. Terjadi pada malam lailatul qodar dimana Allah mendaur ulang catatan-Nya untuk setahun yg akan datang.

4.Takdir yaumi (takdir harian)
Takdir yang ditetapkan oleh Allah kepada makhluk-Nya setiap harinya.

Read more...

Libatkan Allah Dalam Setiap Aspek Kehidupan

>> Wednesday, July 25, 2018

Para penuntut ilmu seharusya melibatkan Allah dalam setiap aspek kehidupannya. Perbesar rasa tawakkal dan ketergantungan kepada Allah.

Dikit-dikit tanya Allah...
Dikit-dikit minta sama Allah...
Dikit-dikit konsultasi sama Allah...
Angkat tangan doa sama Allah...

Dalam menghadapi setiap permasalahan,  istighfar dulu, doa & minta pertolongan Allah dulu, baru tanya ustadz atau baca dalil. Karena hidayah dan taufik hanyanya milik Allah.

Betapa banyak orang yang tetap tersesat walau banyak dalil atau artikel yang dia baca dan sudah banyak ustadz yang dia tanya. Naudzubillahi min dzalik...

Kajian Ustadz Nuzul Dzikri
Link in youtube : https://www.youtube.com/watch?v=jYU6q17LN5w

Read more...

3 Penyebab Sulitnya Ikhlas

1. Karena kita suka dengan pujian
2. Karena kita tamak terhadap dunia
3. Karena kita tidak suka dicela orang

Kajian Ustadz Nuzul Dzikri
Link in youtube : https://www.youtube.com/watch?v=BJo6eMpOnzs

Read more...

Di Pondok Minggu Kedua

Alhamdulillah sudah lebih baik dibanding saat kakak dijemput diminggu pertama.
Tidak terlalu cemberut, tapi tetep bilang ngga suka.

Sorenya saat akan diantar balik ke pondok,  kakak demam sampai 38.8 derajat. Akhirnya setelah dapat ijin via telp dari ustadzah bagian kesantrian, Ayah Bunda memutuskan untuk tidak mengantar kakak balik ke pondok; biarlah kakak dirawat dulu di rumah dan ketemu dokter besok paginya.

Bunda sih antara sedih karena kakak sakit dan senang karena bisa ngelonin =P

Kakak is still dealing with homesickness, makin melow karena lagi sakit pula...

Completely understand kak... it's HARD to adjust to living away from home. Bunda tau kok, how it feels moving to a new environment with new people. Because I experienced it when I was 6 years older than you right now.

Bunda mah sok tegar, sok kasih wejangan-wejangan padahal dalam hati juga sedih.
Dengerin uneg-uneg si kakak sambil peluk & elus-elus, sabar ya nak, sabar...

Push yourself out of your comfort zone nak, this is where the learning is...
Insyaa Allah it will make you stronger...
See, even now you start to realize that you can do things on your own, alhamdulillah.
Most importantly, you learn to take charge of your emotions.
So be strong kak!

Read more...

Tough Love

>> Saturday, July 21, 2018

Bun, Syifa ngga mau makan, tapi es krim aja
Bun, Syifa ngga mau makan nasi, maunya macaroni pedes aja
Bun, Za mau jersey bola lagi ya
Bun, pinjem HP lagi ya
Bun, boleh instal game ya
Bun, Khansa bikin IG account sendiri ya

Seringnya bunda jawab, “Ngga nak” atau “Jangan nak...” plus alasannya; biasanya permintaannya udah mulai over, sudah melebihi apa yang sudah disepakati bersama.

Daan biasanya sambil bete anak-anak bakal ngejawab...
Kenapa sih semua ngga boleh
Kenapa sih apa-apa dilarang
Bunda pelit
Bunda ngga sayang
bla bla bla

Kalau udah gitu tinggal adu “keukeuh” aja...

Ngga bosen kasih pengertian ke mereka, “Justru karena bunda sayang banget sama kalian makanya bunda batasin hal-hal yang mubah dan bunda larang hal-hal yang cuma buang waktu atau ngga perlu.” bla bla bla

Counter statement nya biasanya, “Tapiii kok temen kita boleh?”

Apalagi waktu kak Khansa minta ijin nonton film apalah itu sama temen-temennya.
Bun, ini film anak-anak kok, kan semua temen Khansa pergi masa Khansa engga
Bun, bener cuma nonton habis itu pulang
Bun, ayolah boleh, kan dianter sama ibunya si anu
Bun plisss.
Bunda ngga seru banget sih jadi bunda.
Sampe akhirnya ngambek... :(

Kadang sedih juga dibilang anak begitu, sering juga hampir goyah.

Pernah juga mikir jangan-jangan kita yang terlalu strict sama anak, apa bener kalo saya ini bunda yang ngga seru, hiks.

Tapi trus inget lagi... once you open the gate, the flood will just come in...
Jadi ya main aman aja, jangan sampe kita membuka pintu-pintu itu...

Kalau untuk Khansa sebenarnya dia sudah tau kenapa ada beberapa hal yang dilarang, seperti punya HP sendiri, main game, nonton bioskop, beli buku novel remaja yang ada cerita cintanya dll. Khansa sudah tau yang mana boleh dan tidak boleh, tapi kadang peer pressure dan rasa penasaran yang bikin dia akhirnya meminta. Dan memang PR banget menghandle anak menjelang usia remaja seperti si kakak ini karena ego dan sifat berontaknya mulai bermain juga. Subhanalloh.

I know sometimes it’s hard to understand kids, but i’m sure you’ll understand when you guys grow older and you’ll do exactly the same later to your own children.

We know that our love is tough sometimes, it’s because we love you so much. And that tough love is for your own good.

Buat sebagian orang tough love itu “tegaan” tapi buat bunda tough love itu “sayang tapi tegas”.

Mengasuh anak itu kan bukan sekedar mencintai anak tanpa batas dan berusaha menyenangkan hati anak setiap saat.

Kita sebagai orang tua juga harus tegas dan istiqomah mengajarkan anak nilai-nilai positif yang sesuai Quran dan sunnah. Itulah yang nantinya akan sangat penting untuk bekal mereka saat dewasa.

Semoga anak-anak bunda sholih sholihah semua, jadi manusia yang berpikir dan berperilaku positif, aamiin.

Read more...

1 Minggu di Pondok

>> Tuesday, July 17, 2018

Mukanya cemberut saat bunda jemput ke pondok...
Bersugut-sungut sembari jalan ke mobil sambil bawa kresek  hitam besar berisi pakaian kotor.

"Bunda kenapa Khansa harus dipondok?
"Bunda, dipondok itu ngga enak, ngga ada AC,  panas,  banyak peraturan,  bosan..."
"Bunda,  Khansa sering ngga bisa tidur, Khansa kangen bunda, Khansa kangen rumah."

Bunda tahu ada basah disudut mata kakak, tapi kakak  sembunyikan (aahh kak, memang gengsimu itu tinggi).

Nangislah nak, ngga papa kalau itu bisa bikin kakak  lega. Bunda percaya kakak akan bisa melewati ini semua dengan pertolongan Allah.

Kak, kalau kakak kangen bunda, bayangkan bunda sedang peluk kakak... peluk kuat sekali seperti kalau dirumah itu lho...

Sejatinya bunda selalu  peluk kakak dalam  doa-doa  bunda,  semoga kakak bersabar sampai ridlo hatimu dalam menunut ilmu,  ikhlas hanya untuk mencari ridlo Allah.

Insyaa Allah ini semua cuma sebentar, bukankah jannah tujuan akhir tempat kita nanti kumpul selama-lamanya, ngga pisah-pisah lagi kan...

Semoga ahad depan yang bunda lihat senyumanmu, bukan cemberutmu lagi...

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP