Sunday, November 01, 2009 | 3:47 PM

Adik sudah Week 15-16 insya Allah


Setelah konsultasi sama ammah Dea, bunda memutuskan KK lah pilihan untuk antenatal care selama kehamilan kali ini (dan melahirkan nanti insya Allah). Pengen nyobain yang beda aja, setelah sebelumnya waktu hamil dan melahirkan Syifa pakai dr Vanaja dari NUH.

Atas rekomendasi ammah Dea, Bunda pilih dr Jasmin Mohd, seorang dr melayu yang masih muda, cantik dan ramah.

Alhamdulillah cek pertama kondisi dedek diperut baik. Menurut perkiraan Bunda, hamil bunda kali itu sekitar minggu ke 12, tapi ternyata kalau dilihat dari ukuran janin, sudah masuk week 15. Hohoho. EDD nya insya Allah 24 April.

Ayah Bunda sekalian disuruh tes darah untuk cek thalassemia, hep B, HIV, dll. Ini nih yang benar2 diluar perkiraan mahalnya... sedikit shock liat billnya =( Tapi memang hamil yang dulu kita belum pernah cek darah berdua sih.

Karena ini sudah hamil bunda yang ke 3, bunda berencana untuk meminimumkan antenatal expenses karena menurut bunda, pengalaman dari hamilnya Syifa, ngga setiap check up itu perlu ke obsgyn. Mungkin untuk critical week memang kita perlu cek ke specialist, tapi untuk cek rutin seperti cek urine, tekanan darah dan berat badan, cukup ke GP aja. Selain dekat juga lebih murah. Dulu waktu hamil Syifa, antenatal carenya mencapai $1300an (mulai dari week 8). Mari kita lihat kali ini bisa ngirit berapa =).

Appointment selanjutnya dengan dr Jasmin insya Allah nanti week 20, setelah itu bunda perlu diskusi supaya dibolehkan ke GP untuk cek2 rutin berikutnya.

Labels: , ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   2 comments

Tuesday, October 20, 2009 | 1:28 PM

Khansa Syifa


Mbak Khansa sudah 3 tahun 1 bulan, Alhamdulillah perkembangannya baik, lagi pinter-pinternya cerita. Apaaa aja bisa jadi cerita. Kalau sedang cerita, bibir dan matanya nya ikut heboh disertai intonasi naik turun supaya ceritanya lebih seru =).

Sekarang sedang senang-senangnya mewarnai. Tapi ngga suka mewarnai gambar yang besar, capek katanya. Mbak juga sudah sangat ingin sekolah. Kemarin sudah bunda ajak ke salah satu sekolah islam di woodlands, Huda kindergarten. Tapi kata teacher, Khansa disarankan untuk masuk mulai Januari tahun depan karena akhir Nov-Dec jadwalnya liburan panjang sekolah. Khansa senang sekali lihat sekolahnya. Bagus bun mbak suka, katanya. Ada toilet dengan dudukan mini khusus untuk anak2, lucu deh. Ada café nya juga dilengkapi dengan mini wastafel. Khansa berkali2 tanya Bunda, kapan mulai sekolahnya. Bunda jawab, nanti bulan Januari insya Allah, sekarang jubah dan jilbabnya sedang dijahit mbak. Setiap teringat sekolah Khansa akan tanya, bun, ini udah Januari belum? Hehe. Sabar ya nak…

Sepulang dari Indonesia, Khansa dapat kata-kata baru, 'bohong', 'takut' dan 'iseng' tapi Khansa ngga tau artinya. Kalau ditanya,
B: Takut itu apa mbak?
K: Takut itu gelap bun. Kalau gelap mbak takut.
B: Kenapa?
K: Ada lion yang bisa maem orang lho… (bla bla bla… nyambungnya kemana2)

Kalau ditanya:
B: Bohong itu apa mbak?
K: Bohong itu mbak ngga mau maem, gitu…

Hehe, ngga nyambung.

Dek Syifa sudah 1 tahun usianya. Alhamdulillah sudah bisa jalan walau masih sempoyongan. Hobinya keliling rumah sambil senyum2 dan jatoh2. Ngga bisa diem, muteeer terus. Syifa sudah punya 6 gigi, yang semuanya keluar dalam waktu kurang dari 2 minggu. Mungkin karena keluarnya banyak gigi dalam waktu singkat itulah, Syifa jadi agak rewel beberapa minggu lalu. Alhamdulillah sekarang sudah ceria lagi. Syifa juga suka sekali makan. Apaaa aja dimakan. Setiap melihat ada orang makan, pasti mendekat dan minta disuapin. Walau suka makan, badan Syifa kecil. Tapi ngga papa, insya Allah sehat ya nak. Minum susunya yang harus dibanyakin nih. Sampai sekarang kalau mau minum susu botol seperti mau perang, meronta2 ngga mau minum susu.

Dek Syifa suka main sama2 mbak Khansa. Si adek sukanya minta apa yang sedang dipegang mbaknya. Sedangkan mbak masih belum bisa ngalah sama adik. Kalo mainannya direbut sama adik, mbak suka marah. Kalau dimarahin mbak, adik suka balas teriak, jadinya rame deh.

Insya Allah mbak Khansa dan mbak Syifa mau punya adik lagi. Sekarang adik masih di perut bunda. Bunda belum terasa apa2 sih, perut juga belum membesar, dan seperti biasa, ngga ada mual2 alhamdulillah. Insya Allah akhir pekan ini Bunda mau ketemu dr untuk cek adeknya mbak khansa-syifa. Semoga adik sehat dan baik didalam sini.

Ya Rabb berikanlah kami kekuatan untuk menjaga amanahMu...

Labels: ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   2 comments

Tuesday, September 08, 2009 | 1:28 PM

Syifa Sakit


(Kejadiannya sudah tgl 27 Agust tapi baru sempat dipost sekarang)

Syifa sedang tidur waktu Bunda pulang kerja sore itu. Bunda lalu mandi. Selesai mandi, ternyata Syifa sudah bangun dan digendong Ayah. Kelihatan agak lemas. Bunda ngga kepikiran apa-apa waktu itu, mungkin karena bangun tidur jadi kelihatan malas. Selama kita buka puasa, Syifa nangis-nangis, maunya nempel sama Ayah atau Bunda. Begitu terus sampai kita selesai sholat maghrib.

Agak heran juga, karena badannya ngga anget tapi kok rewel. Mungkin mau pilek, itu yang ada dipikiran Bunda. Ngga lama kemudian Syifa muntah banyak sekali. Hampir semua makan sorenya (yang dimakan sekitar jam 5an sore) keluar. Wajahnya pucat. Ayah Bunda mulai waspada, si adek ngga enak badan sepertinya. Bunda pijat2 punggung dan telapak kaki/tangannya pakai minyak kayu putih supaya hangat.

Selama Ayah pergi tarawih, Syifa masih muntah-muntah. Lama kelamaan muntahnya jadi encer. Karena memang sudah ngga ada lagi makanan diperutnya. Setiap dikasih minum, ngga sampai 15 menit, muntah. Dikasih ASI juga sama saja. Sampai Ayah pulang tarawih masih sama kondisinya. Badannya lemas, mukanya pucat dan mulai demam.

Semalaman Syifa tidur dipundak Ayah/Bunda sambil sesekali nangis. Ayah/bunda juga jadi ngga bisa tidur semalaman. Muntah masih sering. Sekitar jam 2 pagi, Bunda perhatikan mulut Syifa kering, wajahnya makin pucat. Bunda kasih minum sedikiiit aja, eh muntah lagi. Ngga tega lihatnya. Akhirnya kita putuskan untuk bawa Syifa ke RS saat itu juga karena takut dehidrasi. Sampai NUH, dokter langsung kasih minuman manis untuk mengatasi dehidrasi. Tapi sama saja, muntah juga. Akhirnya dokter putuskan bahwa Syifa harus dirawat inap. Syifa harus di infus untuk mencegah dehidrasi. Diagnosa dokter, Syifa terkena virus stomach flu.

Pagi itu Syifa masuk ruang rawat inap dan dipasang infus. Alhamdulillah mulai bisa tidur agak lama. Ayah/Bunda jadi bisa sedikit istirahat. Siangnya mulai bisa minum sedikit-sedikit tanpa muntah. Dokter memang tidak memberikan obat apa-apa mengingat Syifa masih terlalu kecil, selain itu viral infection akan sembuh dengan sendirinya, kita hanya perlu mensupport tubuhnya supaya kuat selama melawan si virus. Agak sore Syifa mulai bisa duduk dan senyum-senyum ngajak mainan walau demamnya masih berkisar 38 derajat. Bunda mulai kasih bubur sedikit-sedikit supaya perutnya ngga kosong sekali. Alhamdulillah ngga muntah. Malamnya Syifa tidur pulas sekali.

Paginya Bunda kasih bubur lagi dengan porsi agak banyak dan ngga muntah. Wajahnya sudah mulai merah, ngga pucat lagi. Mau main-main lagi. Akhirnya Ayah minta dokter untuk discharge Syifa hari itu. Alhamdulillah boleh pulang karena perkembangannya baik dan suhu badan sudah turun, berkisar di 37 derajat. Alhamdulillah...

Bunda masih penasaran virusnya itu dari mana ya? Karena Syifa sehari-hari cuma dirumah aja. Ya, Qodarullah ada virus numpang lewat ya nak. Tapi memang seperti kata dokter, "Children pick it up from everywhere..." Ini jadi pelajaran supaya Ayah Bunda semakin sabar ngurusin anak-anak.

Sekarang Syifa sudah ceria lagi seperti biasa, main-main lagi sama mbak Khansa yang sudah kangen ditinggal adiknya 2 hari 1 malam =)

Labels: ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   0 comments

Monday, July 20, 2009 | 3:29 PM

Khansa Susah Tidur


Sudah 2 minggu terakhir ini Khansa susah tidur malam. Seperti ngga ada ngantuknya. Battery nya seperti masih penuh walau sudah jam 11 malam. Padahal biasanya jam 10 sudah tertidur.

Masuk kamar jam 9.30an, minum susu sambil dibacakan cerita. Bunda lirik sedikit, biasanya sudah mulai liyer-liyer. Tapi begitu susunya habis, langsung "on" lagi. "Bun, mbak ambil gambar-gambar (maksudnya papan gambar) dulu ya," katanya. "Udah malem mbak, gambar-gambarnya besok aja," kata Bunda. "Ngga mau, sekarang aja, Bunda wait ya," jawabnya sambil kasih jari telunjuk ke Bunda, trus buka pintu dan keluar kamar ambil mainan. Yah, jadilah 15 menit gambar-gambar dulu…

Setelah bosan gambar-gambar, Khansa minta diceritain lagi. Ceritanya bisa apa saja. Bisa cerita Bunda pulang kerja, cerita Khansa main di playground, pak masinis nyupir kereta sampai cerita fireman memadamkan api. Yang penting Bunda harus ngomong terus. Kadang kalau bunda sudah ngantuk sekali, ceritanya bisa ngelantur sampai kemana-mana. Suara bunda pun semakin melemah. Kalau sudah begitu, Khansa bakal bete dan teriak bangunin Bunda, "Bunda ceritanya jangan ngacoo." Duh padahal mata sudah beraatt.

Khansa juga sering minta makan malam-malam. Entah beneran lapar atau hanya supaya bundanya bangun. Tapi memang beneran dimakan sih kalau dibikinin roti bakar atau mie goreng. Makannya pelan-pelan sambil duduk di balcony liat kereta/mobil lewat. Bunda menikmati sekali duduk di balcony berdua saja sama Khansa malam-malam. Sambil pandangin wajahnya, Bunda terharu, rasanya baru kemarin melahirkan Khansa, sekarang sudah besar.

"Bun, mbak mau baca inna a'thoina ya," katanya dikeheningan malam. "Iya," jawab bunda. Khansa pun mulai baca, "Inna a'thoina kalkautsar, fasholli li robbika wankhar. Inna… (diem sebentar, lalu diulang lagi) inna a'thoina kalkautsar.' Bun, mbak itu baru bisa inna a'thoina, belum bisa al ikhlas," obrolnya. "Kok belum bisa? Kan udah diajarin Ayah?" jawab bunda. "Karena mbak Khansa masih kecil," jawabnya sambil terus makan. Ahh Khansa, bunda sayaang deh.

Belum lagi kalau rada berisik, adek Syifa ikut kebangun. Yaaa namanya si adek, kalau sudah dengar suara mbak, serasa dapat energi baru. Langsung duduk dan mesam mesem, dipikirnya mau diajak main.

Udah deh, kalau sudah begitu mereka berdua harus dipisahkan. Kalau ngga, 2-2nya ngga bakal tidur. Bunda yang akhirnya teler.

Gimana ya supaya Khansa bisa normal lagi jam tidurnya…?

Labels: ,


posted by Ummu Khansa-Syifa   4 comments

Thursday, July 16, 2009 | 11:48 PM

View from Balcony


@ storey 20...
Day















And night















uploaded from my mobile

Labels:


posted by Ummu Khansa-Syifa   2 comments