Anak-anak itu polos dan murni

>> Saturday, December 31, 2011

Khansa cerita sama Bunda bahwa dia baru saja melihat video yang menceritakan kisah seekor kucing bernama si Belang yang tidak punya ayah dan tidak punya ibu, juga tidak punya rumah. Si Belang adalah kucing yang baik karena dia sayang dan menjaga adiknya sendiri. Lalu si Belang bertemu dengan si Pusi. Si Pusi menawarkan si Belang dan adiknya supaya tinggal bersama Pusi dan ayah ibu Pusi.

Diakhir cerita, suara Khansa jadi sedikit parau dan matanya berkaca-kaca, lalu katanya: Bunda, kasian si Belang, kenapa ya kok di dunia ini ada yang ngga punya ayah ibu...(lalu Khansa peluk Bunda erat)

Bunda pun tidak menyia-nyiakan momen ini, kasih nasehat dong... =P
Bunda: 'Iya kak, macam-macam ujian yang Allah beri kepada hambaNya untuk menguji apakah hambaNya itu bersabar dan bersyukur atau tidak. Khansa punya Ayah Bunda lengkap, Khansa harus bersyukur sama Allah dengan cara sayang Ayah Bunda dan harus nurut ya.'

Khansa peluk Bunda makin erat dan mengangguk-angguk.

Oh...Khansa...

Suatu saat nanti Khansa akan tahu berbagai macam kehidupan di dunia ini...semoga Khansa bisa mengambil hikmahnya

Read more...

What do you want to be?

>> Monday, December 26, 2011

Khansa: Bunda, can I play?
Bunda: Yes, after you finish your homework
Khansa: I don't like to do homework
Bunda: You've done great, a little bit more to finish
Khansa: Nei nei Bunda, ask my hand! See... the hands are tired!

(bunda masih mencoba bujuk bujuk)

Bunda: Ok, now Bunda wants to know what do you want to be, later when you've grown up?
Khansa: hmm... I want to be a queen!!!

(oo alah...)

Read more...

Anak keras kepala

Apa betul karena kedua orang tua yang bekerja, anak-anak jadi suka malakukan hal-hal 'ekstra' (baca: nakal) dalam rangka meminta perhatian lebih?

Sebetulnya mereka kan hanya menuntut apa yang menjadi hak mereka. Berarti memang kita sebagai orang tua yang harus banyak-banyak introspeksi diri.

Seperti yang pernah ditulis pak Ihsan Baihaqi:
Mencari nafkah bagi ayah adalah kewajiban. Tapi mencari nafkah tidak menggugurkan kewajiban ayah yang lain ketika punya anak: mendidik anak!

Ya Allah, lembutkanlah hati-hati kami. Karuniakanlah kami anak-anak yang berhati lembut dan berbudi pekerti santun...amin.

Read more...

Khansa dan Hantu

>> Tuesday, May 10, 2011

Khansa sekarang sudah mengenal kata-kata 'hantu'. Kami kaget waktu Khansa pertama kali menyebut kata hantu karena memang kami sangat menjaga supaya anak-anak tidak mengenal kata atau istilah yang memang tidak perlu mereka tahu.



Kata-kata itu keluar dari mulut Khansa sewaktu Bunda menyuruhnya membuang sampah ke dapur malam-malam. Katanya, "Bunda, mbak ngga mau ke dapur, ada hantu… hiii." Kalau ditanya hantu itu apa, jawabnya "Hantu itu yang gelap-gelap Bun.



Malam itu dihabiskan dengan ceramah Bunda yang berusaha menghapus ketakutan Khansa akan hantu. "Hantu itu ngga ada…. Bla bla bla…"



Malam berikutnya Khansa masih bicara seputar hantu. Dia pun meralat jawabannya ke Bunda, "Bunda, mbak udah tau apa itu hantu. Kata si A hantu itu orang mati yang hidup lagi. Trus dia jalannya gini (sambil praktek lompat-lompat ala vampire cina)"



(trust me, it is not easy to argue with Khansa, unless we have a good strong explanation)



Selidik punya selidik ternyata dia dapat kata-kata itu dari temannya di sekolah. Dan ternyata keesokan paginya setelah ditanya apa itu hantu, dia pun bertanya kepada temannya, apa itu hantu.



Tidak mudah menjadi orang tua… seprotektif apapun kita, mau tidak mau anak-anak akan terekspose pada kehidupan sosial di luar rumah yang tidak bisa kita control 100%.

Read more...

Gigi Hudzaifa Sudah Turun

Kira-kira 2 bulan yang lalu Hudzaifa jatuh dari meja, gigi depannya masuk ke gusi atas. Bunda masih ngeri kalau teringat kejadiannya. Gusinya berdarah dan bengkak.


Kejadiannya siang saat weekdays, si mba pengasuh telepon Bunda sambil nangis sesenggukan. Bunda pun langsung pulang sambil terus deg-degan selama perjalanan dari kantor ke rumah. Ayah juga segera sampai rumah tidak lama setelah Bunda.

Kami cek giginya hilang satu dan tidak ditemukan di lantai atau manapun. Curiga lah kami bahwa giginya masuk ke gusi. Hudzaifa langsung kami larikan ke KK hospital bagian emergency unit. Dari KK, Hudzaifa dirujuk ke Singapore Dental Center. Dari hasil xray di SDC, diketahui bahwa gigi yang masuk ke gusi tidak sampai mendorong calon gigi permanennya jadi dokter memutuskan untuk tidak melakukan operasi. Dokter bilang akan mengobservasi perkembangannya periodically (mingguan dilanjutkan dengan bulanan).

Tadinya kami sulit percaya bahwa giginya akan turun dengan sendirinya. Tapi ternyata betul, pelan-pelan giginya nongol sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah 90% turun walau posisinya miring. Dari konsultasi terakhir ke SDC, dokter bilang tidak mengapa dengan posisi gigi yang sekarang karena toh nanti gigi bayinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa.

Ya Allah jagalah anak-anak kami, karena Engkaulah sebaik-baik penjaga...

Read more...

Pindah Sekolah Anak-anak

Bunda harus kecewa dengan keputusan sekolah anak-anak untuk menaikkan uang bulanan dengan alasan naiknya biaya operasional. Tidak tanggung-tanggung pula naiknya $100 menjadi $160 untuk pre-nursery dan $145 menjadi $160 untuk kindergarten.


Dibandingkan dengan TK Islam lain, sekolah Khansa Syifa termasuk mahal, apalagi setelah biaya sekolahnya naik. Salah satu alasan Bunda menyekolahkan mereka di sana adalah karena lokasinya dekat dengan kantor Bunda jadi kalau ada apa-apa Bunda bisa langsung turun lapangan.

Sebetulnya kami cukup senang dengan perkembangan akademis anak-anak. Kami akui kurikulum dan perhatian guru-gurunya bagus. Dengan kelas yang isinya berkisar 10 anak, guru bisa memberikan atensi yang cukup kepada setiap anak.

Tapi ngga kuat kalau biayanya semahal itu. Sayang aja, masih TK gitu lho...

Akhirnya kami memutuskan untuk memindahkan mereka ke sekolah Masjid. Baru tau kalau TK masjid biayanya jauh lebih murah, $75 untuk pre-nursery dan $85 untuk kindergarten. Payah nih Bunda, selalunya begitu, ngga -do enough market research- sebelum memutuskan. Kalau tahu begitu kan dari dulu anak-anak disekolahin di TK Masjid aja (masjidnya juga tidak terlalu jauh dari kantor Bunda). Biaya seragam dan buku juga hanya 1/2 harga dibanding harga di sekolah yang lama (sekolah lama: seragam $70, buku $300 an per anak).

Dengan memindahkan anak-anak ke sekolah yang baru terpaksa kami haru merelakan 1 bulan deposit di sekolah yang lama, $245 untuk 2 anak =(. Rada-rada geregetan juga sama sekolah lamanya, seenaknya menaikkan harga ditengah tahun ajaran tapi depositnya tidak bisa diambil (deposit ini dibayar dimuka saat pendaftaran bulan Januari lalu dan seharusnya dipakai untuk biaya sekolah bulan Desember). Catatan, di TK Masjid tidak perlu bayar deposit.

Insya Allah mulai Juli nanti anak-anak sudah sekolah di sekolah yang baru. Semoga kualitas sekolah barunya tidak kalah dengan sekolah lama dan semoga Khansa Syifa bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Read more...

Ketemu juga passwordnya

Ahamdulillah blog ini bisa di update lagi =)

Read more...

Anak-anakku, Bahagiaku

>> Thursday, July 15, 2010

Pernah merasa paling capek sedunia saat repot sama anak-anak. Sampai mikir, 'enak kali ya kalau bisa single lagi', hihihi... Tapi saat seharian ngga melihat anak-anak, langsung tersadarkan bahwa merekalah bahagiaku, merekalah penyejuk jiwaku.

Bunda sayaaangg deh sama mbak, kk, adek. Ngga ada puasnya ciumin mereka satu per satu, biar sampe penyok-penyok deh pipinya. Apalagi bau leher dan ketiak si adek...ahh sedaaapp =)

Read more...

Upset

>> Saturday, May 29, 2010

Some things are better left unsaid...

Read more...

  © Blogger template by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP